alexametrics
29.5 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

Menyaru Pocong, Ingatkan Warga agar Waspada Korona

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWATES.RADARJEMBER.ID- Masih banyaknya warga Jember bandel dan masih berkeliaran saat pandemi Covid-19, membuat Gereja Santo Yusup Jember mengambil langkah untuk mengingatkan mereka agar berdiam di rumah sesuai imbauan pemerintah.

Cara gereja beralamatkan di Jalan Kartini Jember untuk mengedukasi ini terbilang unik. Mereka tidak membagikan brosur atau berorasi, namun cukup berjalan kaki sambil menggunakan busana pocong mengitari jalan utama kota Jember.

“Ini merupakan aksi keprihatinan di tengah wabah korona sekaligus ajakan untuk tidak keluar rumah. Kalau tidak ingin mati dan jadi pocong di kuburan,” ungkap Titus Sutedjo, jemaat Gereja Santo Yusup Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sembari melintas di keramaian dan menjadi tontonan orang, Sutedjo membawa pula batu nisan terbuat dari gabus ringan.

- Advertisement -

KALIWATES.RADARJEMBER.ID- Masih banyaknya warga Jember bandel dan masih berkeliaran saat pandemi Covid-19, membuat Gereja Santo Yusup Jember mengambil langkah untuk mengingatkan mereka agar berdiam di rumah sesuai imbauan pemerintah.

Cara gereja beralamatkan di Jalan Kartini Jember untuk mengedukasi ini terbilang unik. Mereka tidak membagikan brosur atau berorasi, namun cukup berjalan kaki sambil menggunakan busana pocong mengitari jalan utama kota Jember.

“Ini merupakan aksi keprihatinan di tengah wabah korona sekaligus ajakan untuk tidak keluar rumah. Kalau tidak ingin mati dan jadi pocong di kuburan,” ungkap Titus Sutedjo, jemaat Gereja Santo Yusup Jember.

Sembari melintas di keramaian dan menjadi tontonan orang, Sutedjo membawa pula batu nisan terbuat dari gabus ringan.

KALIWATES.RADARJEMBER.ID- Masih banyaknya warga Jember bandel dan masih berkeliaran saat pandemi Covid-19, membuat Gereja Santo Yusup Jember mengambil langkah untuk mengingatkan mereka agar berdiam di rumah sesuai imbauan pemerintah.

Cara gereja beralamatkan di Jalan Kartini Jember untuk mengedukasi ini terbilang unik. Mereka tidak membagikan brosur atau berorasi, namun cukup berjalan kaki sambil menggunakan busana pocong mengitari jalan utama kota Jember.

“Ini merupakan aksi keprihatinan di tengah wabah korona sekaligus ajakan untuk tidak keluar rumah. Kalau tidak ingin mati dan jadi pocong di kuburan,” ungkap Titus Sutedjo, jemaat Gereja Santo Yusup Jember.

Sembari melintas di keramaian dan menjadi tontonan orang, Sutedjo membawa pula batu nisan terbuat dari gabus ringan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/