alexametrics
30.1 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Geledah Tas Siswa SMPN 7 Jember Cegah Okerbaya, Eh Ketemu Bedak & Lipstik

Mobile_AP_Rectangle 1

Ia mencontohkan, sebagian siswa akan cenderung melakukan obrolan melalui WhatsApp ketika guru menerangkan atau menjelaskan materi di depan kelas. Lalu, siswa akan lebih banyak memperhatikan ponsel pintarnya ketimbang kegiatan belajar mengajar di sekolah.

“Kalau larangan bawa HP ini tidak semua sekolah. Tergantung sekolahnya. Tapi, di SMP 7 ini diberlakukan,” tukasnya.

Terpisah, Ketua PGRI Jember Supriyono menuturkan, bahwa adanya kebijakan atau aturan baru untuk pencegahan peredaran okerbaya juga harus dibarengi dengan follow up kegiatan yang jelas. Sehingga target untuk tindakan preventifnya tercapai.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Jangan malah membuat anak takut, menganggap bahwa sekolah adalah tempat yang menyeramkan karena didatangi polisi,” tuturnya.

Menurutnya, optimalisasi pencegahan itu dapat dilakukan oleh guru dan wali murid. Sebab, kedua pihak inilah yang memiliki tanggung jawab besar pada aktivitas anak. Guru harus meningkatkan intensitas komunikasi dengan siswa. Begitu pun dengan orang tua. “Di sinilah peran guru BK perlu ditingkatkan,” tuturnya.

 

Reporter: Jumai
Fotografer: Jumai
Editor: Mahrus Sholih

- Advertisement -

Ia mencontohkan, sebagian siswa akan cenderung melakukan obrolan melalui WhatsApp ketika guru menerangkan atau menjelaskan materi di depan kelas. Lalu, siswa akan lebih banyak memperhatikan ponsel pintarnya ketimbang kegiatan belajar mengajar di sekolah.

“Kalau larangan bawa HP ini tidak semua sekolah. Tergantung sekolahnya. Tapi, di SMP 7 ini diberlakukan,” tukasnya.

Terpisah, Ketua PGRI Jember Supriyono menuturkan, bahwa adanya kebijakan atau aturan baru untuk pencegahan peredaran okerbaya juga harus dibarengi dengan follow up kegiatan yang jelas. Sehingga target untuk tindakan preventifnya tercapai.

“Jangan malah membuat anak takut, menganggap bahwa sekolah adalah tempat yang menyeramkan karena didatangi polisi,” tuturnya.

Menurutnya, optimalisasi pencegahan itu dapat dilakukan oleh guru dan wali murid. Sebab, kedua pihak inilah yang memiliki tanggung jawab besar pada aktivitas anak. Guru harus meningkatkan intensitas komunikasi dengan siswa. Begitu pun dengan orang tua. “Di sinilah peran guru BK perlu ditingkatkan,” tuturnya.

 

Reporter: Jumai
Fotografer: Jumai
Editor: Mahrus Sholih

Ia mencontohkan, sebagian siswa akan cenderung melakukan obrolan melalui WhatsApp ketika guru menerangkan atau menjelaskan materi di depan kelas. Lalu, siswa akan lebih banyak memperhatikan ponsel pintarnya ketimbang kegiatan belajar mengajar di sekolah.

“Kalau larangan bawa HP ini tidak semua sekolah. Tergantung sekolahnya. Tapi, di SMP 7 ini diberlakukan,” tukasnya.

Terpisah, Ketua PGRI Jember Supriyono menuturkan, bahwa adanya kebijakan atau aturan baru untuk pencegahan peredaran okerbaya juga harus dibarengi dengan follow up kegiatan yang jelas. Sehingga target untuk tindakan preventifnya tercapai.

“Jangan malah membuat anak takut, menganggap bahwa sekolah adalah tempat yang menyeramkan karena didatangi polisi,” tuturnya.

Menurutnya, optimalisasi pencegahan itu dapat dilakukan oleh guru dan wali murid. Sebab, kedua pihak inilah yang memiliki tanggung jawab besar pada aktivitas anak. Guru harus meningkatkan intensitas komunikasi dengan siswa. Begitu pun dengan orang tua. “Di sinilah peran guru BK perlu ditingkatkan,” tuturnya.

 

Reporter: Jumai
Fotografer: Jumai
Editor: Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/