alexametrics
24 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

e-Tilang di Jember bukan Pakai CCTV, Tapi Pakai Mobil INCAR

Tenyata CCTV Dishub Belum Siap

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – TILANG elektronik telah diterapkan di kota-kota besar. Namun, tilang elektronik di Jember ini berbeda. Bukan mengandalkan kamera CCTV yang berada di setiap traffic light atau disebut lampu merah. Melainkan menggunakan mobil INCAR yang dilengkapi dengan peranti elektronik pendukung e-tilang. Sebab, CCTV milik Dinas Perhubungan (Dishub) Jember belum siap untuk menerapkan tilang elektronik tersebut.

Kepala Dishub Jember Agus Wijaya mengatakan, mobil untuk e-tilang milik Satlantas Polres Jember yang dilengkapi kamera dan disebut Integrated Node Capture Attitude Record (INCAR). Menurut dia, mobil INCAR itu telah disosialisasikan ke Dishub, dan sudah diunggah di media sosial Dishub Jember, Rabu (26/1) lalu. Namun, dua pekan kemarin saat diwawancarai Jawa Pos Radar Jember, Agus Wijaya mengaku masih belum tahu informasi e-tilang di Jember, lantaran CCTV milik Dishub di lampu merah tidak mendukung penerapan e-tilang.

Agus Wijaya membenarkan, siaran CCTV di Dishub Jember juga terintegrasi dengan Satlantas Polres Jember dalam memantau kondisi lalu lintas. “Kalau CCTV Dishub terkoneksi di satlantas itu benar. Sebentar lagi juga terkoneksi di ruang kerja bupati, dan itu juga benar,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, Sekretaris Dishub Jember Gatot Triyono menambahkan, CCTV Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang dipakai untuk e-tilang di Jember itu tidak bisa. Dia menjelaskan, hal tersebut karena masih ada peralatan yang kurang. Dia mencontohkan, membutuhkan dua kamera yang pandangan sudutnya dari depan dan dari belakang. “CCTV kami hanya menghadap ke depan. Kalau mau e-tilang, harus ada CCTV yang menghadap ke belakang atau menghadap traffic light,” terangnya.

Kegunaannya, kata dia, salah satunya adalah untuk memberikan data pelanggaran yang lebih valid. “Kalau menghadap depan atau pengendara saja, kan belum tahu apakah benar-benar menerobos lampu merah atau tidak. Makanya butuh kamera yang menghadap ke belakang atau traffic light,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – TILANG elektronik telah diterapkan di kota-kota besar. Namun, tilang elektronik di Jember ini berbeda. Bukan mengandalkan kamera CCTV yang berada di setiap traffic light atau disebut lampu merah. Melainkan menggunakan mobil INCAR yang dilengkapi dengan peranti elektronik pendukung e-tilang. Sebab, CCTV milik Dinas Perhubungan (Dishub) Jember belum siap untuk menerapkan tilang elektronik tersebut.

Kepala Dishub Jember Agus Wijaya mengatakan, mobil untuk e-tilang milik Satlantas Polres Jember yang dilengkapi kamera dan disebut Integrated Node Capture Attitude Record (INCAR). Menurut dia, mobil INCAR itu telah disosialisasikan ke Dishub, dan sudah diunggah di media sosial Dishub Jember, Rabu (26/1) lalu. Namun, dua pekan kemarin saat diwawancarai Jawa Pos Radar Jember, Agus Wijaya mengaku masih belum tahu informasi e-tilang di Jember, lantaran CCTV milik Dishub di lampu merah tidak mendukung penerapan e-tilang.

Agus Wijaya membenarkan, siaran CCTV di Dishub Jember juga terintegrasi dengan Satlantas Polres Jember dalam memantau kondisi lalu lintas. “Kalau CCTV Dishub terkoneksi di satlantas itu benar. Sebentar lagi juga terkoneksi di ruang kerja bupati, dan itu juga benar,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Dishub Jember Gatot Triyono menambahkan, CCTV Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang dipakai untuk e-tilang di Jember itu tidak bisa. Dia menjelaskan, hal tersebut karena masih ada peralatan yang kurang. Dia mencontohkan, membutuhkan dua kamera yang pandangan sudutnya dari depan dan dari belakang. “CCTV kami hanya menghadap ke depan. Kalau mau e-tilang, harus ada CCTV yang menghadap ke belakang atau menghadap traffic light,” terangnya.

Kegunaannya, kata dia, salah satunya adalah untuk memberikan data pelanggaran yang lebih valid. “Kalau menghadap depan atau pengendara saja, kan belum tahu apakah benar-benar menerobos lampu merah atau tidak. Makanya butuh kamera yang menghadap ke belakang atau traffic light,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – TILANG elektronik telah diterapkan di kota-kota besar. Namun, tilang elektronik di Jember ini berbeda. Bukan mengandalkan kamera CCTV yang berada di setiap traffic light atau disebut lampu merah. Melainkan menggunakan mobil INCAR yang dilengkapi dengan peranti elektronik pendukung e-tilang. Sebab, CCTV milik Dinas Perhubungan (Dishub) Jember belum siap untuk menerapkan tilang elektronik tersebut.

Kepala Dishub Jember Agus Wijaya mengatakan, mobil untuk e-tilang milik Satlantas Polres Jember yang dilengkapi kamera dan disebut Integrated Node Capture Attitude Record (INCAR). Menurut dia, mobil INCAR itu telah disosialisasikan ke Dishub, dan sudah diunggah di media sosial Dishub Jember, Rabu (26/1) lalu. Namun, dua pekan kemarin saat diwawancarai Jawa Pos Radar Jember, Agus Wijaya mengaku masih belum tahu informasi e-tilang di Jember, lantaran CCTV milik Dishub di lampu merah tidak mendukung penerapan e-tilang.

Agus Wijaya membenarkan, siaran CCTV di Dishub Jember juga terintegrasi dengan Satlantas Polres Jember dalam memantau kondisi lalu lintas. “Kalau CCTV Dishub terkoneksi di satlantas itu benar. Sebentar lagi juga terkoneksi di ruang kerja bupati, dan itu juga benar,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Dishub Jember Gatot Triyono menambahkan, CCTV Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang dipakai untuk e-tilang di Jember itu tidak bisa. Dia menjelaskan, hal tersebut karena masih ada peralatan yang kurang. Dia mencontohkan, membutuhkan dua kamera yang pandangan sudutnya dari depan dan dari belakang. “CCTV kami hanya menghadap ke depan. Kalau mau e-tilang, harus ada CCTV yang menghadap ke belakang atau menghadap traffic light,” terangnya.

Kegunaannya, kata dia, salah satunya adalah untuk memberikan data pelanggaran yang lebih valid. “Kalau menghadap depan atau pengendara saja, kan belum tahu apakah benar-benar menerobos lampu merah atau tidak. Makanya butuh kamera yang menghadap ke belakang atau traffic light,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/