alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Lapas Jember Kebobolan! Ada Jaringan Narkoba dari Penjara

Kendalikan Bisnis Narkoba dari Penjara, Polisi Periksa Dua Napi sebagai Saksi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kurir sabu-sabu jaringan Lapas Jember yang sempat terendus oleh kepolisian awal Desember lalu, sejauh ini terus didalami. Kasat Reskoba Polres Jember Iptu Sugeng Iriyanto mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang di Lapas Kelas IIA Jember.

Diketahui, asal muasal paket sabu jaringan lapas itu menurutnya didapatkan dari Malang. “Narkoba yang dari lapas itu, kami sudah memeriksa dua orang napi di lapas. Minyak (nama samaran inisial MN, Red) dan HZ,” kata Sugeng saat ditemui awak media, Selasa (28/12).

Dari penyelidikan kepolisian itu, lanjut Sugeng, sabu jaringan lapas dilakukan dari lapas ke lapas. Namun dia tidak menyebut, lapas mana saja yang dimaksudkan. Kendati demikian, dia memperkirakan antarjaringan lapas di Jawa Timur. “Kami masih lakukan penyelidikan. Kami sudah lengkapi berita acara pemeriksaan, berikutnya nanti kejaksaan yang akan menentukan,” tambah Sugeng.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebagai informasi, terungkapnya bisnis sabu-sabu jaringan Lapas Kelas IIA Jember itu setelah polisi menangkap dua orang kurir asal Kaliwates, masing-masing berinisial RRA dan IMY, Jumat (3/12) lalu. Hasil pengembangan polisi mendapatkan sabu-sabu seberat total 100,5 gram siap edar. Selain itu, para kurir sabu tersebut diketahui bekerja atas perintah dari orang di Lapas Jember dengan imbalan Rp 50 ribu sekali antar.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kurir sabu-sabu jaringan Lapas Jember yang sempat terendus oleh kepolisian awal Desember lalu, sejauh ini terus didalami. Kasat Reskoba Polres Jember Iptu Sugeng Iriyanto mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang di Lapas Kelas IIA Jember.

Diketahui, asal muasal paket sabu jaringan lapas itu menurutnya didapatkan dari Malang. “Narkoba yang dari lapas itu, kami sudah memeriksa dua orang napi di lapas. Minyak (nama samaran inisial MN, Red) dan HZ,” kata Sugeng saat ditemui awak media, Selasa (28/12).

Dari penyelidikan kepolisian itu, lanjut Sugeng, sabu jaringan lapas dilakukan dari lapas ke lapas. Namun dia tidak menyebut, lapas mana saja yang dimaksudkan. Kendati demikian, dia memperkirakan antarjaringan lapas di Jawa Timur. “Kami masih lakukan penyelidikan. Kami sudah lengkapi berita acara pemeriksaan, berikutnya nanti kejaksaan yang akan menentukan,” tambah Sugeng.

Sebagai informasi, terungkapnya bisnis sabu-sabu jaringan Lapas Kelas IIA Jember itu setelah polisi menangkap dua orang kurir asal Kaliwates, masing-masing berinisial RRA dan IMY, Jumat (3/12) lalu. Hasil pengembangan polisi mendapatkan sabu-sabu seberat total 100,5 gram siap edar. Selain itu, para kurir sabu tersebut diketahui bekerja atas perintah dari orang di Lapas Jember dengan imbalan Rp 50 ribu sekali antar.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kurir sabu-sabu jaringan Lapas Jember yang sempat terendus oleh kepolisian awal Desember lalu, sejauh ini terus didalami. Kasat Reskoba Polres Jember Iptu Sugeng Iriyanto mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang di Lapas Kelas IIA Jember.

Diketahui, asal muasal paket sabu jaringan lapas itu menurutnya didapatkan dari Malang. “Narkoba yang dari lapas itu, kami sudah memeriksa dua orang napi di lapas. Minyak (nama samaran inisial MN, Red) dan HZ,” kata Sugeng saat ditemui awak media, Selasa (28/12).

Dari penyelidikan kepolisian itu, lanjut Sugeng, sabu jaringan lapas dilakukan dari lapas ke lapas. Namun dia tidak menyebut, lapas mana saja yang dimaksudkan. Kendati demikian, dia memperkirakan antarjaringan lapas di Jawa Timur. “Kami masih lakukan penyelidikan. Kami sudah lengkapi berita acara pemeriksaan, berikutnya nanti kejaksaan yang akan menentukan,” tambah Sugeng.

Sebagai informasi, terungkapnya bisnis sabu-sabu jaringan Lapas Kelas IIA Jember itu setelah polisi menangkap dua orang kurir asal Kaliwates, masing-masing berinisial RRA dan IMY, Jumat (3/12) lalu. Hasil pengembangan polisi mendapatkan sabu-sabu seberat total 100,5 gram siap edar. Selain itu, para kurir sabu tersebut diketahui bekerja atas perintah dari orang di Lapas Jember dengan imbalan Rp 50 ribu sekali antar.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/