alexametrics
22 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Bantuan Covid-19 Terbuang Sia-sia

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pansus Covid-19 DPRD Jember mendatangi gudang tempat penyimpanan Bantuan Tidak Terduga Jaring Pengaman Sosial (BTT JPS) milik Pemkab Jember, kemarin (29/12). Dalam inspeksi mendadak (sidak) di Liposos Dinas Sosial tersebut, ditemukan adanya berton-ton beras, gula, dan minyak yang belum tersalurkan. Sebagian di antaranya dalam kondisi rusak.

“Ini bagaimana bantuan Covid-19 masih banyak yang ditimbun. Kenapa ini tidak disalurkan. Kalau barang-barang rusak seperti ini, siapa yang bertanggung jawab,” kata Agusta Jaka Purwana, anggota DPRD Jember.

Dia menilai, banyaknya BTT JPS Pemkab Jember yang masih tertimbun, ini menandakan ada perencanaan dan sistem penyaluran yang tidak tepat. “Perencanaan dan realisasi penyaluran tidak benar. Ini warga Jember sangat dirugikan,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Agusta yang datang bersama sejumlah anggota Pansus Covid-19 kemudian berbincang dengan Plt Kepala Dinas Sosial Widi Prasetyo yang didampingi Kepala Liposos Dinas Sosial, Roni Efendi. Anggota dewan tidak memeriksa barang apa saja yang rusak.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, beras kemasan 5 kilogram tampak masih bertumpuk-tumpuk. Sebagian dari ratusan atau bahkan ribuan kemasan beras tersebut, sudah banyak dimakan kutu. Sementara minyak goreng, ada yang dibedakan antara yang masih layak dengan yang kurang layak. “Awas, di situ licin,” kata salah seorang pegawai.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pansus Covid-19 DPRD Jember mendatangi gudang tempat penyimpanan Bantuan Tidak Terduga Jaring Pengaman Sosial (BTT JPS) milik Pemkab Jember, kemarin (29/12). Dalam inspeksi mendadak (sidak) di Liposos Dinas Sosial tersebut, ditemukan adanya berton-ton beras, gula, dan minyak yang belum tersalurkan. Sebagian di antaranya dalam kondisi rusak.

“Ini bagaimana bantuan Covid-19 masih banyak yang ditimbun. Kenapa ini tidak disalurkan. Kalau barang-barang rusak seperti ini, siapa yang bertanggung jawab,” kata Agusta Jaka Purwana, anggota DPRD Jember.

Dia menilai, banyaknya BTT JPS Pemkab Jember yang masih tertimbun, ini menandakan ada perencanaan dan sistem penyaluran yang tidak tepat. “Perencanaan dan realisasi penyaluran tidak benar. Ini warga Jember sangat dirugikan,” tuturnya.

Agusta yang datang bersama sejumlah anggota Pansus Covid-19 kemudian berbincang dengan Plt Kepala Dinas Sosial Widi Prasetyo yang didampingi Kepala Liposos Dinas Sosial, Roni Efendi. Anggota dewan tidak memeriksa barang apa saja yang rusak.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, beras kemasan 5 kilogram tampak masih bertumpuk-tumpuk. Sebagian dari ratusan atau bahkan ribuan kemasan beras tersebut, sudah banyak dimakan kutu. Sementara minyak goreng, ada yang dibedakan antara yang masih layak dengan yang kurang layak. “Awas, di situ licin,” kata salah seorang pegawai.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pansus Covid-19 DPRD Jember mendatangi gudang tempat penyimpanan Bantuan Tidak Terduga Jaring Pengaman Sosial (BTT JPS) milik Pemkab Jember, kemarin (29/12). Dalam inspeksi mendadak (sidak) di Liposos Dinas Sosial tersebut, ditemukan adanya berton-ton beras, gula, dan minyak yang belum tersalurkan. Sebagian di antaranya dalam kondisi rusak.

“Ini bagaimana bantuan Covid-19 masih banyak yang ditimbun. Kenapa ini tidak disalurkan. Kalau barang-barang rusak seperti ini, siapa yang bertanggung jawab,” kata Agusta Jaka Purwana, anggota DPRD Jember.

Dia menilai, banyaknya BTT JPS Pemkab Jember yang masih tertimbun, ini menandakan ada perencanaan dan sistem penyaluran yang tidak tepat. “Perencanaan dan realisasi penyaluran tidak benar. Ini warga Jember sangat dirugikan,” tuturnya.

Agusta yang datang bersama sejumlah anggota Pansus Covid-19 kemudian berbincang dengan Plt Kepala Dinas Sosial Widi Prasetyo yang didampingi Kepala Liposos Dinas Sosial, Roni Efendi. Anggota dewan tidak memeriksa barang apa saja yang rusak.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, beras kemasan 5 kilogram tampak masih bertumpuk-tumpuk. Sebagian dari ratusan atau bahkan ribuan kemasan beras tersebut, sudah banyak dimakan kutu. Sementara minyak goreng, ada yang dibedakan antara yang masih layak dengan yang kurang layak. “Awas, di situ licin,” kata salah seorang pegawai.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/