alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Dewan Sempat Hentikan Proyek Semanggi

Bakal Jadi Sasaran Penyelidikan Hak Angket DPRD

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Proyek pembangunan fisik di Kabupaten Jember banyak yang molor alias pekerjaannya tidak selesai sesuai batas akhir kontrak kerja. Salah satunya adalah proyek revitalisasi Jembatan Semanggi, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Atas kondisi itu, anggota DPRD Jember melakukan inspeksi mendadak (sidak), dini hari kemarin (28/12).

Dalam sidak tersebut, pengerjaan proyek sempat dihentikan oleh sejumlah anggota dewan. Di antara mereka yang turun ke lokasi yakni Ketua Komisi C, David Handoko Seto dan anggotanya Agusta Jaka Purwana, juga ada Ketua Komisi A, Tabroni.

Penghentian proyek revitalisasi jembatan senilai Rp 4,4 miliar lebih tersebut dilakukan karena masa kontraknya habis per 27 Desember ini. Kala itu, anggota dewan meminta pelaksana lapangan agar menghentikan kegiatannya segera. “Pekerjaannya dimulai pada 1 November dan berakhir 27 Desember. Saat kontraknya sudah habis, maka pekerjaan harus dihentikan,” kata David.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dikatakan, proyek itu masih bisa dilanjutkan bila ada adendum kontrak. Akan tetapi, perpanjangan masa kontrak kerja harus terlebih dahulu memenuhi syarat. Misalnya, terjadi bencana atau adanya force majeur, yakni kejadian luar biasa di luar kemampuan manusia. “Terlambatnya penyelesaian pekerjaan ini bukan disebabkan karena bencana atau force majeur, tetapi pekerjaannya memang tidak cepat sehingga tidak selesai tepat waktu,” imbuh David.

Setelah sidak penghentian proyek tersebut, menurutnya DPRD Jember akan memanggil pejabat Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumberdaya Air (PU BMSDA) serta pelaksana proyek yang mengerjakannya. “Kami akan memanggil pejabat terkait beserta rekanannya. Yang jelas, proyek Jembatan Semanggi ini akan masuk dalam agenda hak angket,” ungkapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Proyek pembangunan fisik di Kabupaten Jember banyak yang molor alias pekerjaannya tidak selesai sesuai batas akhir kontrak kerja. Salah satunya adalah proyek revitalisasi Jembatan Semanggi, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Atas kondisi itu, anggota DPRD Jember melakukan inspeksi mendadak (sidak), dini hari kemarin (28/12).

Dalam sidak tersebut, pengerjaan proyek sempat dihentikan oleh sejumlah anggota dewan. Di antara mereka yang turun ke lokasi yakni Ketua Komisi C, David Handoko Seto dan anggotanya Agusta Jaka Purwana, juga ada Ketua Komisi A, Tabroni.

Penghentian proyek revitalisasi jembatan senilai Rp 4,4 miliar lebih tersebut dilakukan karena masa kontraknya habis per 27 Desember ini. Kala itu, anggota dewan meminta pelaksana lapangan agar menghentikan kegiatannya segera. “Pekerjaannya dimulai pada 1 November dan berakhir 27 Desember. Saat kontraknya sudah habis, maka pekerjaan harus dihentikan,” kata David.

Dikatakan, proyek itu masih bisa dilanjutkan bila ada adendum kontrak. Akan tetapi, perpanjangan masa kontrak kerja harus terlebih dahulu memenuhi syarat. Misalnya, terjadi bencana atau adanya force majeur, yakni kejadian luar biasa di luar kemampuan manusia. “Terlambatnya penyelesaian pekerjaan ini bukan disebabkan karena bencana atau force majeur, tetapi pekerjaannya memang tidak cepat sehingga tidak selesai tepat waktu,” imbuh David.

Setelah sidak penghentian proyek tersebut, menurutnya DPRD Jember akan memanggil pejabat Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumberdaya Air (PU BMSDA) serta pelaksana proyek yang mengerjakannya. “Kami akan memanggil pejabat terkait beserta rekanannya. Yang jelas, proyek Jembatan Semanggi ini akan masuk dalam agenda hak angket,” ungkapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Proyek pembangunan fisik di Kabupaten Jember banyak yang molor alias pekerjaannya tidak selesai sesuai batas akhir kontrak kerja. Salah satunya adalah proyek revitalisasi Jembatan Semanggi, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Atas kondisi itu, anggota DPRD Jember melakukan inspeksi mendadak (sidak), dini hari kemarin (28/12).

Dalam sidak tersebut, pengerjaan proyek sempat dihentikan oleh sejumlah anggota dewan. Di antara mereka yang turun ke lokasi yakni Ketua Komisi C, David Handoko Seto dan anggotanya Agusta Jaka Purwana, juga ada Ketua Komisi A, Tabroni.

Penghentian proyek revitalisasi jembatan senilai Rp 4,4 miliar lebih tersebut dilakukan karena masa kontraknya habis per 27 Desember ini. Kala itu, anggota dewan meminta pelaksana lapangan agar menghentikan kegiatannya segera. “Pekerjaannya dimulai pada 1 November dan berakhir 27 Desember. Saat kontraknya sudah habis, maka pekerjaan harus dihentikan,” kata David.

Dikatakan, proyek itu masih bisa dilanjutkan bila ada adendum kontrak. Akan tetapi, perpanjangan masa kontrak kerja harus terlebih dahulu memenuhi syarat. Misalnya, terjadi bencana atau adanya force majeur, yakni kejadian luar biasa di luar kemampuan manusia. “Terlambatnya penyelesaian pekerjaan ini bukan disebabkan karena bencana atau force majeur, tetapi pekerjaannya memang tidak cepat sehingga tidak selesai tepat waktu,” imbuh David.

Setelah sidak penghentian proyek tersebut, menurutnya DPRD Jember akan memanggil pejabat Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumberdaya Air (PU BMSDA) serta pelaksana proyek yang mengerjakannya. “Kami akan memanggil pejabat terkait beserta rekanannya. Yang jelas, proyek Jembatan Semanggi ini akan masuk dalam agenda hak angket,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/