alexametrics
26.5 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Tergerus Hujan, Plengsengan Ambrol

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hujan yang hampir terjadi setiap hari di wilayah Jalur Gunung Gumitir, membuat plengsengan di Dusun Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, ambrol. Kondisi semakin parah karena air dari selokan meluap dan masuk di sela sela plengsengan yang sudah ambrol.

Menurut Amir, warga yang biasa ikut mengatur lalu lintas di Jalur Gumitir, plengsengan ambrolnya sekitar sepekan lalu. Saat itu bersamaan dengan hujan yang turun cukup deras.

Air yang ada di jalan masuk ke sela-sela sehingga terjadi ambrol. “Saat ambrol pertama sudah dipasang sak yang diisi pasir,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Karena hujan turun hampir setiap hari dan deras, tanah terus ambrol. “Bukan hanya plengsengan saja yang ambrol tetapi puluhan tanaman kopi juga ikut ambrol terbawa batu pondasi plensengan,” kata Amir.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hujan yang hampir terjadi setiap hari di wilayah Jalur Gunung Gumitir, membuat plengsengan di Dusun Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, ambrol. Kondisi semakin parah karena air dari selokan meluap dan masuk di sela sela plengsengan yang sudah ambrol.

Menurut Amir, warga yang biasa ikut mengatur lalu lintas di Jalur Gumitir, plengsengan ambrolnya sekitar sepekan lalu. Saat itu bersamaan dengan hujan yang turun cukup deras.

Air yang ada di jalan masuk ke sela-sela sehingga terjadi ambrol. “Saat ambrol pertama sudah dipasang sak yang diisi pasir,” katanya.

Karena hujan turun hampir setiap hari dan deras, tanah terus ambrol. “Bukan hanya plengsengan saja yang ambrol tetapi puluhan tanaman kopi juga ikut ambrol terbawa batu pondasi plensengan,” kata Amir.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hujan yang hampir terjadi setiap hari di wilayah Jalur Gunung Gumitir, membuat plengsengan di Dusun Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, ambrol. Kondisi semakin parah karena air dari selokan meluap dan masuk di sela sela plengsengan yang sudah ambrol.

Menurut Amir, warga yang biasa ikut mengatur lalu lintas di Jalur Gumitir, plengsengan ambrolnya sekitar sepekan lalu. Saat itu bersamaan dengan hujan yang turun cukup deras.

Air yang ada di jalan masuk ke sela-sela sehingga terjadi ambrol. “Saat ambrol pertama sudah dipasang sak yang diisi pasir,” katanya.

Karena hujan turun hampir setiap hari dan deras, tanah terus ambrol. “Bukan hanya plengsengan saja yang ambrol tetapi puluhan tanaman kopi juga ikut ambrol terbawa batu pondasi plensengan,” kata Amir.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/