alexametrics
23.2 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Antisipasi DBD pada Masa Pandemi

Mobile_AP_Rectangle 1

“Program satu rumah satu jumantik perlu terus ditingkatkan efektivitasnya. Terutama dalam masa pandemi dalam monitoring dan evaluasi dengan melibatkan kader kesehatan,” ujarnya

Selanjutnya, melakukan pemasangan larva trap dan ovilar trap di beberapa tempat dengan kasus DBD tinggi. Di antaranya, Kelurahan Mangli, Desa Sabrang, dan Desa Andongsari. “Dengan demikian, dapat menjadi salah satu teknologi sederhana tepat guna mengendalikan populasi nyamuk Aedes aegypti. Tapi harus rutin diawasi dan air yang digunakan dibuang di tempat yang kering dan terkena panas matahari,” lanjutnya.

Melalui pihak-pihak terkait, Dyah menjelaskan bahwa masyarakat juga harus rutin melakukan abatisasi, larvasida, fogging, dan penyelidikan epidemiologi setiap ada kasus DBD. “Untuk pelaksanaan PE, petugas wajib menggunakan masker dan melakukan physical distancing, PE dilakukan di luar rumah, lalu memberikan edukasi kepada penghuni rumah untuk mengidentifikasi sarang nyamuk di dalam rumah,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, juga harus memperhatikan potensi tempat perindukan vektor di rumah kosong atau yang tidak dihuni, serta kontainer dalam rumah yang sering terabaikan kebersihannya seperti dispenser, vas, botol, dan pot tanaman dengan air tergenang. “Bila ada salah satu pihak keluarga mengalami gejala demam, segera menghubungi petugas kesehatan,” paparnya.

Selanjutnya, para petugas bakal melakukan penyelidikan epidemiologi. “Hasil dari PE akan menentukan langkah selanjutnya. Bisa fogging atau larvasida,” tandasnya.

Foto: DISKOMINFO

- Advertisement -

“Program satu rumah satu jumantik perlu terus ditingkatkan efektivitasnya. Terutama dalam masa pandemi dalam monitoring dan evaluasi dengan melibatkan kader kesehatan,” ujarnya

Selanjutnya, melakukan pemasangan larva trap dan ovilar trap di beberapa tempat dengan kasus DBD tinggi. Di antaranya, Kelurahan Mangli, Desa Sabrang, dan Desa Andongsari. “Dengan demikian, dapat menjadi salah satu teknologi sederhana tepat guna mengendalikan populasi nyamuk Aedes aegypti. Tapi harus rutin diawasi dan air yang digunakan dibuang di tempat yang kering dan terkena panas matahari,” lanjutnya.

Melalui pihak-pihak terkait, Dyah menjelaskan bahwa masyarakat juga harus rutin melakukan abatisasi, larvasida, fogging, dan penyelidikan epidemiologi setiap ada kasus DBD. “Untuk pelaksanaan PE, petugas wajib menggunakan masker dan melakukan physical distancing, PE dilakukan di luar rumah, lalu memberikan edukasi kepada penghuni rumah untuk mengidentifikasi sarang nyamuk di dalam rumah,” imbuhnya.

Selain itu, juga harus memperhatikan potensi tempat perindukan vektor di rumah kosong atau yang tidak dihuni, serta kontainer dalam rumah yang sering terabaikan kebersihannya seperti dispenser, vas, botol, dan pot tanaman dengan air tergenang. “Bila ada salah satu pihak keluarga mengalami gejala demam, segera menghubungi petugas kesehatan,” paparnya.

Selanjutnya, para petugas bakal melakukan penyelidikan epidemiologi. “Hasil dari PE akan menentukan langkah selanjutnya. Bisa fogging atau larvasida,” tandasnya.

Foto: DISKOMINFO

“Program satu rumah satu jumantik perlu terus ditingkatkan efektivitasnya. Terutama dalam masa pandemi dalam monitoring dan evaluasi dengan melibatkan kader kesehatan,” ujarnya

Selanjutnya, melakukan pemasangan larva trap dan ovilar trap di beberapa tempat dengan kasus DBD tinggi. Di antaranya, Kelurahan Mangli, Desa Sabrang, dan Desa Andongsari. “Dengan demikian, dapat menjadi salah satu teknologi sederhana tepat guna mengendalikan populasi nyamuk Aedes aegypti. Tapi harus rutin diawasi dan air yang digunakan dibuang di tempat yang kering dan terkena panas matahari,” lanjutnya.

Melalui pihak-pihak terkait, Dyah menjelaskan bahwa masyarakat juga harus rutin melakukan abatisasi, larvasida, fogging, dan penyelidikan epidemiologi setiap ada kasus DBD. “Untuk pelaksanaan PE, petugas wajib menggunakan masker dan melakukan physical distancing, PE dilakukan di luar rumah, lalu memberikan edukasi kepada penghuni rumah untuk mengidentifikasi sarang nyamuk di dalam rumah,” imbuhnya.

Selain itu, juga harus memperhatikan potensi tempat perindukan vektor di rumah kosong atau yang tidak dihuni, serta kontainer dalam rumah yang sering terabaikan kebersihannya seperti dispenser, vas, botol, dan pot tanaman dengan air tergenang. “Bila ada salah satu pihak keluarga mengalami gejala demam, segera menghubungi petugas kesehatan,” paparnya.

Selanjutnya, para petugas bakal melakukan penyelidikan epidemiologi. “Hasil dari PE akan menentukan langkah selanjutnya. Bisa fogging atau larvasida,” tandasnya.

Foto: DISKOMINFO

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/