alexametrics
24.4 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

Antisipasi DBD pada Masa Pandemi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Infeksi dengue merupakan penyakit potensial dan masih endemis di Indonesia. Tak terkecuali di Kabupaten Jember, yang merupakan salah satu daerah penyumbang kasus tertinggi di Provinsi Jawa Timur setiap tahunnya. Selain itu, infeksi dengue dapat menjadi koinfeksi bagi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dan mengakibatkan gejala lebih berat.

Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember, pemerintah memberikan imbauan kepada masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan dan pengendalian infeksi dengue dalam masa pandemi Covid-19. Tujuannya agar tidak sampai terjadi kejadian luar biasa yang dapat menambah beban program di kemudian hari.

“Oleh karena itu, perlu dilakukan antisipasi terjadinya peningkatan kasus infeksi dengue ataupun kasus koinfeksi antara dengue dan Covid-19,” tutur Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember Dyah Kusworini SKM MSi. Yakni, dengan menerapkan kaidah tatanan dan adaptasi kebiasaan baru serta kebijakan yang dimungkinkan dapat berubah mengikuti perkembangan kasus Covid-19.

Mobile_AP_Rectangle 2

Mewakili Plt Bupati Jember Drs KH Abdul Muqit Arief, Dyah menuturkan bahwa imbauan tersebut merupakan lanjutan dari surat edaran (SE) terbaru Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI serta Rekomendasi Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya. “Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pencegahan dan pengendalian DBD dalam situasi pandemi ini,” ungkapnya.

Dalam hal upaya pencegahan dan pengendalian, lanjut dia, masyarakat harus mengedepankan langkah preventif promotif dengan melakukan gerakan 3M plus bersama-sama. Yakni dengan menguras dan menyikat, menutup tempat penampungan air, serta membersihkan, memanfaatkan, atau mendaur ulang barang bekas.

Selain itu, melibatkan lintas sektor dan seluruh komponen masyarakat yang meliputi Dinkes, puskesmas, desa/kelurahan, ketua RW/RT setempat bersama kader jumantik dengan meningkatkan kemandirian dan partisipasi aktif masyarakat.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Infeksi dengue merupakan penyakit potensial dan masih endemis di Indonesia. Tak terkecuali di Kabupaten Jember, yang merupakan salah satu daerah penyumbang kasus tertinggi di Provinsi Jawa Timur setiap tahunnya. Selain itu, infeksi dengue dapat menjadi koinfeksi bagi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dan mengakibatkan gejala lebih berat.

Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember, pemerintah memberikan imbauan kepada masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan dan pengendalian infeksi dengue dalam masa pandemi Covid-19. Tujuannya agar tidak sampai terjadi kejadian luar biasa yang dapat menambah beban program di kemudian hari.

“Oleh karena itu, perlu dilakukan antisipasi terjadinya peningkatan kasus infeksi dengue ataupun kasus koinfeksi antara dengue dan Covid-19,” tutur Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember Dyah Kusworini SKM MSi. Yakni, dengan menerapkan kaidah tatanan dan adaptasi kebiasaan baru serta kebijakan yang dimungkinkan dapat berubah mengikuti perkembangan kasus Covid-19.

Mewakili Plt Bupati Jember Drs KH Abdul Muqit Arief, Dyah menuturkan bahwa imbauan tersebut merupakan lanjutan dari surat edaran (SE) terbaru Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI serta Rekomendasi Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya. “Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pencegahan dan pengendalian DBD dalam situasi pandemi ini,” ungkapnya.

Dalam hal upaya pencegahan dan pengendalian, lanjut dia, masyarakat harus mengedepankan langkah preventif promotif dengan melakukan gerakan 3M plus bersama-sama. Yakni dengan menguras dan menyikat, menutup tempat penampungan air, serta membersihkan, memanfaatkan, atau mendaur ulang barang bekas.

Selain itu, melibatkan lintas sektor dan seluruh komponen masyarakat yang meliputi Dinkes, puskesmas, desa/kelurahan, ketua RW/RT setempat bersama kader jumantik dengan meningkatkan kemandirian dan partisipasi aktif masyarakat.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Infeksi dengue merupakan penyakit potensial dan masih endemis di Indonesia. Tak terkecuali di Kabupaten Jember, yang merupakan salah satu daerah penyumbang kasus tertinggi di Provinsi Jawa Timur setiap tahunnya. Selain itu, infeksi dengue dapat menjadi koinfeksi bagi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dan mengakibatkan gejala lebih berat.

Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember, pemerintah memberikan imbauan kepada masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan dan pengendalian infeksi dengue dalam masa pandemi Covid-19. Tujuannya agar tidak sampai terjadi kejadian luar biasa yang dapat menambah beban program di kemudian hari.

“Oleh karena itu, perlu dilakukan antisipasi terjadinya peningkatan kasus infeksi dengue ataupun kasus koinfeksi antara dengue dan Covid-19,” tutur Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember Dyah Kusworini SKM MSi. Yakni, dengan menerapkan kaidah tatanan dan adaptasi kebiasaan baru serta kebijakan yang dimungkinkan dapat berubah mengikuti perkembangan kasus Covid-19.

Mewakili Plt Bupati Jember Drs KH Abdul Muqit Arief, Dyah menuturkan bahwa imbauan tersebut merupakan lanjutan dari surat edaran (SE) terbaru Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI serta Rekomendasi Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya. “Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pencegahan dan pengendalian DBD dalam situasi pandemi ini,” ungkapnya.

Dalam hal upaya pencegahan dan pengendalian, lanjut dia, masyarakat harus mengedepankan langkah preventif promotif dengan melakukan gerakan 3M plus bersama-sama. Yakni dengan menguras dan menyikat, menutup tempat penampungan air, serta membersihkan, memanfaatkan, atau mendaur ulang barang bekas.

Selain itu, melibatkan lintas sektor dan seluruh komponen masyarakat yang meliputi Dinkes, puskesmas, desa/kelurahan, ketua RW/RT setempat bersama kader jumantik dengan meningkatkan kemandirian dan partisipasi aktif masyarakat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/