alexametrics
28.2 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Peserta Lomba Desain Batik dan Fashion Batik Jember Hingga Luar Kota

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID –KOMPETISI desain motif batik dan fashion batik yang digelar oleh Pemkab Jember melalui Dinas Koperasi dan UMKM bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Jember mendapat respons positif dari masyarakat. Utamanya para pembatik dan lembaga pendidikan.

Meski baru saja dibuka, cukup banyak masyarakat yang mulai mendaftarkan diri mengikuti ajang kreasi seni rupa itu. Bahkan, lomba yang ditujukan untuk menetapkan motif batik terbaik itu juga diikuti oleh pembatik dari kota sebelah, yakni Kabupaten Lumajang.

Emi Rahmawati, warga asal Kota Pisang yang memulai usaha batiknya sejak 2020 lalu ini, sangat antusias mengikuti lomba desain motif batik Jember. Ia menyebut, melalui lomba ini, dirinya berniat bukan untuk menunjukkan kompetensinya. Namun, menambah motivasi dan belajar bersama dengan para pembatik lain di luar daerah. “Tujuannya ingin menambah ilmu. Pasti ada senior-senior yang ikut dalam lomba batik ini. Jadi, bisa lihat karya-karya dari mana saja. Buat pengalaman dan inspirasi bagi saya,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Wanita 33 tahun ini mengaku, sebelumnya ia hanya fokus menggambar. Berkat ajakan tetangganya yang pernah mengikuti pelatihan, ia pun mulai mewujudkan impiannya membuka usaha batik. Walau belum lama usaha itu dibuka, karya batik milik Emi cukup banyak peminatnya. “Saya suka menggambar. Saya belajar ke tetangga yang ikut pelatihan batik di kelurahan. Dan akhirnya karya saya banyak yang suka,” imbuhnya.

Dalam mengikuti lomba ini, Emi menuturkan, dirinya mendapat informasi dari wali murid TK di tempatnya mengajar. Ia pun mencoba dan berkeinginan menjadi salah satu peserta lomba itu. Apalagi, ini merupakan kali pertama baginya mengikuti lomba membatik tingkat daerah. Ia berharap karya-karya batik milik peserta nantinya dapat menambah referensi dan pengetahuan baginya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID –KOMPETISI desain motif batik dan fashion batik yang digelar oleh Pemkab Jember melalui Dinas Koperasi dan UMKM bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Jember mendapat respons positif dari masyarakat. Utamanya para pembatik dan lembaga pendidikan.

Meski baru saja dibuka, cukup banyak masyarakat yang mulai mendaftarkan diri mengikuti ajang kreasi seni rupa itu. Bahkan, lomba yang ditujukan untuk menetapkan motif batik terbaik itu juga diikuti oleh pembatik dari kota sebelah, yakni Kabupaten Lumajang.

Emi Rahmawati, warga asal Kota Pisang yang memulai usaha batiknya sejak 2020 lalu ini, sangat antusias mengikuti lomba desain motif batik Jember. Ia menyebut, melalui lomba ini, dirinya berniat bukan untuk menunjukkan kompetensinya. Namun, menambah motivasi dan belajar bersama dengan para pembatik lain di luar daerah. “Tujuannya ingin menambah ilmu. Pasti ada senior-senior yang ikut dalam lomba batik ini. Jadi, bisa lihat karya-karya dari mana saja. Buat pengalaman dan inspirasi bagi saya,” tuturnya.

Wanita 33 tahun ini mengaku, sebelumnya ia hanya fokus menggambar. Berkat ajakan tetangganya yang pernah mengikuti pelatihan, ia pun mulai mewujudkan impiannya membuka usaha batik. Walau belum lama usaha itu dibuka, karya batik milik Emi cukup banyak peminatnya. “Saya suka menggambar. Saya belajar ke tetangga yang ikut pelatihan batik di kelurahan. Dan akhirnya karya saya banyak yang suka,” imbuhnya.

Dalam mengikuti lomba ini, Emi menuturkan, dirinya mendapat informasi dari wali murid TK di tempatnya mengajar. Ia pun mencoba dan berkeinginan menjadi salah satu peserta lomba itu. Apalagi, ini merupakan kali pertama baginya mengikuti lomba membatik tingkat daerah. Ia berharap karya-karya batik milik peserta nantinya dapat menambah referensi dan pengetahuan baginya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID –KOMPETISI desain motif batik dan fashion batik yang digelar oleh Pemkab Jember melalui Dinas Koperasi dan UMKM bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Jember mendapat respons positif dari masyarakat. Utamanya para pembatik dan lembaga pendidikan.

Meski baru saja dibuka, cukup banyak masyarakat yang mulai mendaftarkan diri mengikuti ajang kreasi seni rupa itu. Bahkan, lomba yang ditujukan untuk menetapkan motif batik terbaik itu juga diikuti oleh pembatik dari kota sebelah, yakni Kabupaten Lumajang.

Emi Rahmawati, warga asal Kota Pisang yang memulai usaha batiknya sejak 2020 lalu ini, sangat antusias mengikuti lomba desain motif batik Jember. Ia menyebut, melalui lomba ini, dirinya berniat bukan untuk menunjukkan kompetensinya. Namun, menambah motivasi dan belajar bersama dengan para pembatik lain di luar daerah. “Tujuannya ingin menambah ilmu. Pasti ada senior-senior yang ikut dalam lomba batik ini. Jadi, bisa lihat karya-karya dari mana saja. Buat pengalaman dan inspirasi bagi saya,” tuturnya.

Wanita 33 tahun ini mengaku, sebelumnya ia hanya fokus menggambar. Berkat ajakan tetangganya yang pernah mengikuti pelatihan, ia pun mulai mewujudkan impiannya membuka usaha batik. Walau belum lama usaha itu dibuka, karya batik milik Emi cukup banyak peminatnya. “Saya suka menggambar. Saya belajar ke tetangga yang ikut pelatihan batik di kelurahan. Dan akhirnya karya saya banyak yang suka,” imbuhnya.

Dalam mengikuti lomba ini, Emi menuturkan, dirinya mendapat informasi dari wali murid TK di tempatnya mengajar. Ia pun mencoba dan berkeinginan menjadi salah satu peserta lomba itu. Apalagi, ini merupakan kali pertama baginya mengikuti lomba membatik tingkat daerah. Ia berharap karya-karya batik milik peserta nantinya dapat menambah referensi dan pengetahuan baginya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/