alexametrics
30.9 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Mahasiswa Jember: Selamat Tinggal Daring, Selamat Datang Luring

Rencanakan PTM Mulai 29 Oktober

Mobile_AP_Rectangle 1

MANGLI, RADARJEMBER.ID – Membaiknya kondisi pandemi Covid-19 di Kabupaten Jember juga menjadi kabar baik bagi sejumlah perguruan tinggi. Rencana pembelajaran tatap muka (PTM) mulai dibahas, termasuk di lingkungan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember.

Kampus hijau ini tengah menyiapkan berbagai sarana prasarana protokol kesehatan untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang rencananya akan dimulai akhir Oktober. “Banyak yang kami persiapkan saat ini. Namun, yang paling penting pertama harus ada izin dari satgas Covid-19 kabupaten, dan keputusannya tidak dapat diganggu gugat,” tutur Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof Miftah Arifin.

Selain sarpas prokes, pengaturan kapasitas ruangan, data mahasiswa yang telah divaksin juga data domisili mahasiswa, serta izin dari orang tua juga menjadi syarat dalam pelaksanaan PTM itu nantinya. “Untuk mahasiswa dari luar kota yang sudah vaksin, jika ingin ikut PTM, kami izinkan. Asal harus ada swab dengan keterangan negatif. Kemudian, juga harus ada izin dari orang tua,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pendataan mahasiswa yang telah divaksin itu secara otomatis tercatat di akun masing-masing mahasiswa. Dalam akun tersebut, mereka diwajibkan mengunggah surat bukti vaksin. Kemudian, bagi mahasiswa luar kota juga mencantumkan surat izin dari orang tua. “Yang sudah divaksin kami catat dan itu masuk di akun masing-masing mahasiswa. Jadi, nanti juga terhubung ke dashboard milik dosen. Sehingga diketahui ada berapa mahasiswa yang sudah vaksin dan belum vaksin,” katanya.

Begitu juga bagi mahasiswa yang belum divaksin, secara otomatis langsung tercatat beserta jumlahnya. Data mahasiswa yang belum vaksin tersebut nantinya akan diusulkan ke pemerintah provinsi agar mendapat suplai vaksin dan mengikuti vaksinasi di kampus.

Tak hanya itu, dalam proses skrining nantinya, mahasiswa serta dosen juga wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Hal itu dilakukan demi memastikan apakah mahasiswa ataupun dosen yang akan memasuki kelas benar-benar terbebas dari Covid-19. “Kami ingin menjaga prokes. Selama ini kuliah memang sudah berjalan dengan daring. Mumpung kondisinya membaik, kami coba manfaatkan untuk luring, dan itu bisa diikuti hanya oleh entitas yang memenuhi syarat. Itu upaya kami meminimalisasi penularan,” ungkap Miftah.

- Advertisement -

MANGLI, RADARJEMBER.ID – Membaiknya kondisi pandemi Covid-19 di Kabupaten Jember juga menjadi kabar baik bagi sejumlah perguruan tinggi. Rencana pembelajaran tatap muka (PTM) mulai dibahas, termasuk di lingkungan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember.

Kampus hijau ini tengah menyiapkan berbagai sarana prasarana protokol kesehatan untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang rencananya akan dimulai akhir Oktober. “Banyak yang kami persiapkan saat ini. Namun, yang paling penting pertama harus ada izin dari satgas Covid-19 kabupaten, dan keputusannya tidak dapat diganggu gugat,” tutur Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof Miftah Arifin.

Selain sarpas prokes, pengaturan kapasitas ruangan, data mahasiswa yang telah divaksin juga data domisili mahasiswa, serta izin dari orang tua juga menjadi syarat dalam pelaksanaan PTM itu nantinya. “Untuk mahasiswa dari luar kota yang sudah vaksin, jika ingin ikut PTM, kami izinkan. Asal harus ada swab dengan keterangan negatif. Kemudian, juga harus ada izin dari orang tua,” imbuhnya.

Pendataan mahasiswa yang telah divaksin itu secara otomatis tercatat di akun masing-masing mahasiswa. Dalam akun tersebut, mereka diwajibkan mengunggah surat bukti vaksin. Kemudian, bagi mahasiswa luar kota juga mencantumkan surat izin dari orang tua. “Yang sudah divaksin kami catat dan itu masuk di akun masing-masing mahasiswa. Jadi, nanti juga terhubung ke dashboard milik dosen. Sehingga diketahui ada berapa mahasiswa yang sudah vaksin dan belum vaksin,” katanya.

Begitu juga bagi mahasiswa yang belum divaksin, secara otomatis langsung tercatat beserta jumlahnya. Data mahasiswa yang belum vaksin tersebut nantinya akan diusulkan ke pemerintah provinsi agar mendapat suplai vaksin dan mengikuti vaksinasi di kampus.

Tak hanya itu, dalam proses skrining nantinya, mahasiswa serta dosen juga wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Hal itu dilakukan demi memastikan apakah mahasiswa ataupun dosen yang akan memasuki kelas benar-benar terbebas dari Covid-19. “Kami ingin menjaga prokes. Selama ini kuliah memang sudah berjalan dengan daring. Mumpung kondisinya membaik, kami coba manfaatkan untuk luring, dan itu bisa diikuti hanya oleh entitas yang memenuhi syarat. Itu upaya kami meminimalisasi penularan,” ungkap Miftah.

MANGLI, RADARJEMBER.ID – Membaiknya kondisi pandemi Covid-19 di Kabupaten Jember juga menjadi kabar baik bagi sejumlah perguruan tinggi. Rencana pembelajaran tatap muka (PTM) mulai dibahas, termasuk di lingkungan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember.

Kampus hijau ini tengah menyiapkan berbagai sarana prasarana protokol kesehatan untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang rencananya akan dimulai akhir Oktober. “Banyak yang kami persiapkan saat ini. Namun, yang paling penting pertama harus ada izin dari satgas Covid-19 kabupaten, dan keputusannya tidak dapat diganggu gugat,” tutur Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof Miftah Arifin.

Selain sarpas prokes, pengaturan kapasitas ruangan, data mahasiswa yang telah divaksin juga data domisili mahasiswa, serta izin dari orang tua juga menjadi syarat dalam pelaksanaan PTM itu nantinya. “Untuk mahasiswa dari luar kota yang sudah vaksin, jika ingin ikut PTM, kami izinkan. Asal harus ada swab dengan keterangan negatif. Kemudian, juga harus ada izin dari orang tua,” imbuhnya.

Pendataan mahasiswa yang telah divaksin itu secara otomatis tercatat di akun masing-masing mahasiswa. Dalam akun tersebut, mereka diwajibkan mengunggah surat bukti vaksin. Kemudian, bagi mahasiswa luar kota juga mencantumkan surat izin dari orang tua. “Yang sudah divaksin kami catat dan itu masuk di akun masing-masing mahasiswa. Jadi, nanti juga terhubung ke dashboard milik dosen. Sehingga diketahui ada berapa mahasiswa yang sudah vaksin dan belum vaksin,” katanya.

Begitu juga bagi mahasiswa yang belum divaksin, secara otomatis langsung tercatat beserta jumlahnya. Data mahasiswa yang belum vaksin tersebut nantinya akan diusulkan ke pemerintah provinsi agar mendapat suplai vaksin dan mengikuti vaksinasi di kampus.

Tak hanya itu, dalam proses skrining nantinya, mahasiswa serta dosen juga wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Hal itu dilakukan demi memastikan apakah mahasiswa ataupun dosen yang akan memasuki kelas benar-benar terbebas dari Covid-19. “Kami ingin menjaga prokes. Selama ini kuliah memang sudah berjalan dengan daring. Mumpung kondisinya membaik, kami coba manfaatkan untuk luring, dan itu bisa diikuti hanya oleh entitas yang memenuhi syarat. Itu upaya kami meminimalisasi penularan,” ungkap Miftah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/