alexametrics
27.7 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

Sebut Semua Binatang, Begini Teror Penagih Pinjol

Cerita Nasabah yang Terkena Teror Penagih Pinjol

Mobile_AP_Rectangle 1

TEGALBESAR, RADARJEMBER.ID – SEJAK 2020 lalu, pria yang akrab disapa Dani ini mulai mencoba menggunakan jasa pinjol untuk menambal sulam kebutuhan ekonominya. Pendaftaran dan prosesnya yang instan membuat pemuda 30 tahun itu ingin terus-menerus menggunakan jasa tersebut. Apalagi, dia merasa jasa pinjol berhasil menjawab kebutuhannya saat kebingungan mencari pinjaman.

“Zaman sekarang mau cari pinjaman ke teman saja kadang sulit. Mau pinjam ke bank, persyaratan administrasinya juga cukup ribet. Nah, kalau pinjam online kan mudah, tinggal registrasi di rumah, input data atau identitas, tunggu beberapa waktu sampai terverifikasi, cair wes,” katanya.

Jasa pinjol yang Dani gunakan bukan hanya dari satu perusahaan, tapi lebih. Dia merasa ketagihan akan kemudahan dan kecepatan pencairan tersebut. Akhirnya, dia menggunakan metode tutup lubang gali lubang untuk memenuhi kebutuhannya itu. Namun, terkadang Dani juga merasa waswas. Sebab, sejak kali pertama menjadi nasabah dan mendapat tagihan, Dani telah melewati beragam cara penagihan. Baik teror melalui pesan WhatsApp maupun telepon seluler. “Ada yang resmi cara penagihannya, ada juga yang kasar. Apalagi kalau telepon, semua isi kebun binatang disebutkan,” kata Dani.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, sejauh ini, Dani merasa dirinya merupakan nasabah yang selalu berhasil melewati aksi teror atau penagihan dari penyedia jasa pinjol. Sebelumnya, dia juga pernah diancam bahwa utangnya akan ditagih melalui kontak-kontak orang yang sering dia hubungi. Tapi, berkat keahliannya dalam mengendalikan penagihan, dia pun segera memutus informasi kontak orang terdekat terhadap jasa pinjol yang dia gunakan.

“Karena saya tahu duluan kalau bakalan berujung pada kontak orang-orang terdekat, saya putus dulu akses ke nomor-nomor orang terdekat itu. Ya, sampai sekarang masih aman, nggak sampai ditagih ke orang terdekat saya,” ungkapnya.

Berbagai cara dia lakukan demi menghindari penagihan tersebut. Salah satu yang sempat dia lakukan juga adalah dengan cara berkelit kepada penagih pinjol. “Ada penagih dari salah satu perusahaan itu. Aku ngaku kalau HP-ku lagi digadaikan ke orang. Ceritanya, yang membalas chat-nya itu bukan aku, tapi orang lain yang pakai jasa gadaiku. Ini sampai minta nomor keluargaku, tapi aku jawab nggak nemu nomor keluarganya,” ungkap Dani, sambil menunjukkan isi pesan WhatsApp dari penagih pinjol kepada Jawa Pos Radar Jember.

Kelihaian Dani dalam menghadapi teror penagih, tak jarang membuat penagih jasa pinjol justru memberi kesempatan diskon kepada Dani sebesar 50 persen dengan tenggat waktu yang telah ditentukan. Hal tersebut tak hanya terjadi satu atau dua kali. “Pernah sampai ngancam mau datang ke rumah. Tak tunggu seharian nggak datang-datang. Lalu, ada juga yang sampai ngasih keringanan, cukup bayar uang pokok aja tanpa bunga,” imbuhnya.

Dalam sehari, telepon milik Dani bisa menerima hingga lima panggilan penagihan dari satu perusahaan jasa pinjol. Dia menghitung, akhir 2020 hingga hari ini, lebih dari seribu panggilan yang masuk. “Tak pikir satu lah dari satu kantor yang nagih. Ternyata baru saja aku tutup telepon dari kantor A, langsung ada telepon masuk lagi dari kantor yang sama. Kayaknya, itu selesai satu nomor, ganti ke nomor satunya,” tutur Dani.

- Advertisement -

TEGALBESAR, RADARJEMBER.ID – SEJAK 2020 lalu, pria yang akrab disapa Dani ini mulai mencoba menggunakan jasa pinjol untuk menambal sulam kebutuhan ekonominya. Pendaftaran dan prosesnya yang instan membuat pemuda 30 tahun itu ingin terus-menerus menggunakan jasa tersebut. Apalagi, dia merasa jasa pinjol berhasil menjawab kebutuhannya saat kebingungan mencari pinjaman.

“Zaman sekarang mau cari pinjaman ke teman saja kadang sulit. Mau pinjam ke bank, persyaratan administrasinya juga cukup ribet. Nah, kalau pinjam online kan mudah, tinggal registrasi di rumah, input data atau identitas, tunggu beberapa waktu sampai terverifikasi, cair wes,” katanya.

Jasa pinjol yang Dani gunakan bukan hanya dari satu perusahaan, tapi lebih. Dia merasa ketagihan akan kemudahan dan kecepatan pencairan tersebut. Akhirnya, dia menggunakan metode tutup lubang gali lubang untuk memenuhi kebutuhannya itu. Namun, terkadang Dani juga merasa waswas. Sebab, sejak kali pertama menjadi nasabah dan mendapat tagihan, Dani telah melewati beragam cara penagihan. Baik teror melalui pesan WhatsApp maupun telepon seluler. “Ada yang resmi cara penagihannya, ada juga yang kasar. Apalagi kalau telepon, semua isi kebun binatang disebutkan,” kata Dani.

Namun, sejauh ini, Dani merasa dirinya merupakan nasabah yang selalu berhasil melewati aksi teror atau penagihan dari penyedia jasa pinjol. Sebelumnya, dia juga pernah diancam bahwa utangnya akan ditagih melalui kontak-kontak orang yang sering dia hubungi. Tapi, berkat keahliannya dalam mengendalikan penagihan, dia pun segera memutus informasi kontak orang terdekat terhadap jasa pinjol yang dia gunakan.

“Karena saya tahu duluan kalau bakalan berujung pada kontak orang-orang terdekat, saya putus dulu akses ke nomor-nomor orang terdekat itu. Ya, sampai sekarang masih aman, nggak sampai ditagih ke orang terdekat saya,” ungkapnya.

Berbagai cara dia lakukan demi menghindari penagihan tersebut. Salah satu yang sempat dia lakukan juga adalah dengan cara berkelit kepada penagih pinjol. “Ada penagih dari salah satu perusahaan itu. Aku ngaku kalau HP-ku lagi digadaikan ke orang. Ceritanya, yang membalas chat-nya itu bukan aku, tapi orang lain yang pakai jasa gadaiku. Ini sampai minta nomor keluargaku, tapi aku jawab nggak nemu nomor keluarganya,” ungkap Dani, sambil menunjukkan isi pesan WhatsApp dari penagih pinjol kepada Jawa Pos Radar Jember.

Kelihaian Dani dalam menghadapi teror penagih, tak jarang membuat penagih jasa pinjol justru memberi kesempatan diskon kepada Dani sebesar 50 persen dengan tenggat waktu yang telah ditentukan. Hal tersebut tak hanya terjadi satu atau dua kali. “Pernah sampai ngancam mau datang ke rumah. Tak tunggu seharian nggak datang-datang. Lalu, ada juga yang sampai ngasih keringanan, cukup bayar uang pokok aja tanpa bunga,” imbuhnya.

Dalam sehari, telepon milik Dani bisa menerima hingga lima panggilan penagihan dari satu perusahaan jasa pinjol. Dia menghitung, akhir 2020 hingga hari ini, lebih dari seribu panggilan yang masuk. “Tak pikir satu lah dari satu kantor yang nagih. Ternyata baru saja aku tutup telepon dari kantor A, langsung ada telepon masuk lagi dari kantor yang sama. Kayaknya, itu selesai satu nomor, ganti ke nomor satunya,” tutur Dani.

TEGALBESAR, RADARJEMBER.ID – SEJAK 2020 lalu, pria yang akrab disapa Dani ini mulai mencoba menggunakan jasa pinjol untuk menambal sulam kebutuhan ekonominya. Pendaftaran dan prosesnya yang instan membuat pemuda 30 tahun itu ingin terus-menerus menggunakan jasa tersebut. Apalagi, dia merasa jasa pinjol berhasil menjawab kebutuhannya saat kebingungan mencari pinjaman.

“Zaman sekarang mau cari pinjaman ke teman saja kadang sulit. Mau pinjam ke bank, persyaratan administrasinya juga cukup ribet. Nah, kalau pinjam online kan mudah, tinggal registrasi di rumah, input data atau identitas, tunggu beberapa waktu sampai terverifikasi, cair wes,” katanya.

Jasa pinjol yang Dani gunakan bukan hanya dari satu perusahaan, tapi lebih. Dia merasa ketagihan akan kemudahan dan kecepatan pencairan tersebut. Akhirnya, dia menggunakan metode tutup lubang gali lubang untuk memenuhi kebutuhannya itu. Namun, terkadang Dani juga merasa waswas. Sebab, sejak kali pertama menjadi nasabah dan mendapat tagihan, Dani telah melewati beragam cara penagihan. Baik teror melalui pesan WhatsApp maupun telepon seluler. “Ada yang resmi cara penagihannya, ada juga yang kasar. Apalagi kalau telepon, semua isi kebun binatang disebutkan,” kata Dani.

Namun, sejauh ini, Dani merasa dirinya merupakan nasabah yang selalu berhasil melewati aksi teror atau penagihan dari penyedia jasa pinjol. Sebelumnya, dia juga pernah diancam bahwa utangnya akan ditagih melalui kontak-kontak orang yang sering dia hubungi. Tapi, berkat keahliannya dalam mengendalikan penagihan, dia pun segera memutus informasi kontak orang terdekat terhadap jasa pinjol yang dia gunakan.

“Karena saya tahu duluan kalau bakalan berujung pada kontak orang-orang terdekat, saya putus dulu akses ke nomor-nomor orang terdekat itu. Ya, sampai sekarang masih aman, nggak sampai ditagih ke orang terdekat saya,” ungkapnya.

Berbagai cara dia lakukan demi menghindari penagihan tersebut. Salah satu yang sempat dia lakukan juga adalah dengan cara berkelit kepada penagih pinjol. “Ada penagih dari salah satu perusahaan itu. Aku ngaku kalau HP-ku lagi digadaikan ke orang. Ceritanya, yang membalas chat-nya itu bukan aku, tapi orang lain yang pakai jasa gadaiku. Ini sampai minta nomor keluargaku, tapi aku jawab nggak nemu nomor keluarganya,” ungkap Dani, sambil menunjukkan isi pesan WhatsApp dari penagih pinjol kepada Jawa Pos Radar Jember.

Kelihaian Dani dalam menghadapi teror penagih, tak jarang membuat penagih jasa pinjol justru memberi kesempatan diskon kepada Dani sebesar 50 persen dengan tenggat waktu yang telah ditentukan. Hal tersebut tak hanya terjadi satu atau dua kali. “Pernah sampai ngancam mau datang ke rumah. Tak tunggu seharian nggak datang-datang. Lalu, ada juga yang sampai ngasih keringanan, cukup bayar uang pokok aja tanpa bunga,” imbuhnya.

Dalam sehari, telepon milik Dani bisa menerima hingga lima panggilan penagihan dari satu perusahaan jasa pinjol. Dia menghitung, akhir 2020 hingga hari ini, lebih dari seribu panggilan yang masuk. “Tak pikir satu lah dari satu kantor yang nagih. Ternyata baru saja aku tutup telepon dari kantor A, langsung ada telepon masuk lagi dari kantor yang sama. Kayaknya, itu selesai satu nomor, ganti ke nomor satunya,” tutur Dani.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/