alexametrics
20.1 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Ikuti Festival Ini Dapat Mengurangi Dampak Pandemi

Perkuat Kemandirian Pangan dari Rumah Dialog dalam Festival Merpati Tanoker

Mobile_AP_Rectangle 1

LEDOKOMBO, RADARJEMBER.ID – Selama pandemi banyak pihak yang terdampak secara ekonomi maupun sosial. Salah satu upaya untuk mengatasinya adalah dengan menggelar dialog tentang kemandirian lingkungan yang dimulai dari rumah. Seperti halnya Dialog Merpati yang digagas oleh Tanoker Ledokombo ini.

Direktur Tanoker Farha Ciciek mengungkapkan, sesuai dengan namanya, Festival Merpati merupakan akronim dari Merajut Persaudaraan Merawat Ibu Pertiwi. Dialog tersebut membahas tentang kemandirian pangan dan sosial dari komunitas. “Kegiatan ini terkait hal-hal yang sesuai karakter kita untuk kembali merefleksikan dan melakukan hal-hal baik,” ungkapnya.

Secara garis besar, beberapa rangkaian kegiatan dalam Festival Merpati ini meliputi pengelolaan tanaman, pemanfaatan sampah melalui daur ulang, hingga memasak makanan sehat. Adapun pihak yang dilibatkan adalah para perempuan, lansia, komunitas anak muda, dan lainnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Festival ini diharapkan dapat mengurangi dampak-dampak pandemi pada sektor rumah tangga, serta mendorong adanya produktivitas dari dalam rumah. Sebab, penurunan produktivitas di masa pandemi tidak hanya menyasar masyarakat kota, tapi juga masyarakat desa terkena dampak adanya pembatasan yang mengakibatkan menurunnya produktivitas. “Dan masyarakat bisa lebih produktif dengan tetap memperhatikan sisi lingkungannya,” imbuhnya.

Salah seorang peserta Festival Merpati di Jember, Titik Sulastri, mengatakan, salah satu kegiatan yang dapat diterapkan adalah dengan membiasakan menanam bunga telang sebagai pengganti minuman teh. “Dengan mengikuti program ini, kami dapat banyak inspirasi kegiatan. Harapan kami, kita semua mampu memanfaatkan lingkungan di sekitar kita,” tuturnya.

- Advertisement -

LEDOKOMBO, RADARJEMBER.ID – Selama pandemi banyak pihak yang terdampak secara ekonomi maupun sosial. Salah satu upaya untuk mengatasinya adalah dengan menggelar dialog tentang kemandirian lingkungan yang dimulai dari rumah. Seperti halnya Dialog Merpati yang digagas oleh Tanoker Ledokombo ini.

Direktur Tanoker Farha Ciciek mengungkapkan, sesuai dengan namanya, Festival Merpati merupakan akronim dari Merajut Persaudaraan Merawat Ibu Pertiwi. Dialog tersebut membahas tentang kemandirian pangan dan sosial dari komunitas. “Kegiatan ini terkait hal-hal yang sesuai karakter kita untuk kembali merefleksikan dan melakukan hal-hal baik,” ungkapnya.

Secara garis besar, beberapa rangkaian kegiatan dalam Festival Merpati ini meliputi pengelolaan tanaman, pemanfaatan sampah melalui daur ulang, hingga memasak makanan sehat. Adapun pihak yang dilibatkan adalah para perempuan, lansia, komunitas anak muda, dan lainnya.

Festival ini diharapkan dapat mengurangi dampak-dampak pandemi pada sektor rumah tangga, serta mendorong adanya produktivitas dari dalam rumah. Sebab, penurunan produktivitas di masa pandemi tidak hanya menyasar masyarakat kota, tapi juga masyarakat desa terkena dampak adanya pembatasan yang mengakibatkan menurunnya produktivitas. “Dan masyarakat bisa lebih produktif dengan tetap memperhatikan sisi lingkungannya,” imbuhnya.

Salah seorang peserta Festival Merpati di Jember, Titik Sulastri, mengatakan, salah satu kegiatan yang dapat diterapkan adalah dengan membiasakan menanam bunga telang sebagai pengganti minuman teh. “Dengan mengikuti program ini, kami dapat banyak inspirasi kegiatan. Harapan kami, kita semua mampu memanfaatkan lingkungan di sekitar kita,” tuturnya.

LEDOKOMBO, RADARJEMBER.ID – Selama pandemi banyak pihak yang terdampak secara ekonomi maupun sosial. Salah satu upaya untuk mengatasinya adalah dengan menggelar dialog tentang kemandirian lingkungan yang dimulai dari rumah. Seperti halnya Dialog Merpati yang digagas oleh Tanoker Ledokombo ini.

Direktur Tanoker Farha Ciciek mengungkapkan, sesuai dengan namanya, Festival Merpati merupakan akronim dari Merajut Persaudaraan Merawat Ibu Pertiwi. Dialog tersebut membahas tentang kemandirian pangan dan sosial dari komunitas. “Kegiatan ini terkait hal-hal yang sesuai karakter kita untuk kembali merefleksikan dan melakukan hal-hal baik,” ungkapnya.

Secara garis besar, beberapa rangkaian kegiatan dalam Festival Merpati ini meliputi pengelolaan tanaman, pemanfaatan sampah melalui daur ulang, hingga memasak makanan sehat. Adapun pihak yang dilibatkan adalah para perempuan, lansia, komunitas anak muda, dan lainnya.

Festival ini diharapkan dapat mengurangi dampak-dampak pandemi pada sektor rumah tangga, serta mendorong adanya produktivitas dari dalam rumah. Sebab, penurunan produktivitas di masa pandemi tidak hanya menyasar masyarakat kota, tapi juga masyarakat desa terkena dampak adanya pembatasan yang mengakibatkan menurunnya produktivitas. “Dan masyarakat bisa lebih produktif dengan tetap memperhatikan sisi lingkungannya,” imbuhnya.

Salah seorang peserta Festival Merpati di Jember, Titik Sulastri, mengatakan, salah satu kegiatan yang dapat diterapkan adalah dengan membiasakan menanam bunga telang sebagai pengganti minuman teh. “Dengan mengikuti program ini, kami dapat banyak inspirasi kegiatan. Harapan kami, kita semua mampu memanfaatkan lingkungan di sekitar kita,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/