alexametrics
22.4 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Mahasiswa Papua Tolak RUU DOB

Pemekaran Wilayah di Papua Ditolak

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Mahasiswa Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Jember menggelar aksi, kemarin (29/7). Mereka menolak Rancangan Undang-Undang Daerah Otonomi Baru (RUU DOB) Provinsi Papua, yang secara otomatis sah per 30 Juli 2022. Ini setelah pengesahannya dilakukan DPR RI pada 30 Juni 2022 lalu.

Aksi mahasiswa itu dilakukan dari double way Universitas Jember (Unej) menuju Bundaran DPRD Jember. Juru bicara aksi, Nickles Nigibalom, menyatakan bahwa aksi yang dilakukannya merupakan wujud penolakan terhadap RUU DOB.

Penting diketahui, RUU DOB Provinsi Papua berisi pemekaran pada tiga provinsi yang ada di Papua. Seperti Provinsi Papua Tengah, Provinsi Papua Selatan, dan Provinsi Papua Pegunungan. “Pembuatan dan pengesahan DOB oleh DPR RI tidak mendengar aspirasi serta berkonsultasi dengan kami, sehingga hal itu tentu bersifat pemaksaan,” tuturnya.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Mahasiswa Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Jember menggelar aksi, kemarin (29/7). Mereka menolak Rancangan Undang-Undang Daerah Otonomi Baru (RUU DOB) Provinsi Papua, yang secara otomatis sah per 30 Juli 2022. Ini setelah pengesahannya dilakukan DPR RI pada 30 Juni 2022 lalu.

Aksi mahasiswa itu dilakukan dari double way Universitas Jember (Unej) menuju Bundaran DPRD Jember. Juru bicara aksi, Nickles Nigibalom, menyatakan bahwa aksi yang dilakukannya merupakan wujud penolakan terhadap RUU DOB.

Penting diketahui, RUU DOB Provinsi Papua berisi pemekaran pada tiga provinsi yang ada di Papua. Seperti Provinsi Papua Tengah, Provinsi Papua Selatan, dan Provinsi Papua Pegunungan. “Pembuatan dan pengesahan DOB oleh DPR RI tidak mendengar aspirasi serta berkonsultasi dengan kami, sehingga hal itu tentu bersifat pemaksaan,” tuturnya.

SUMBERSARI, Radar Jember – Mahasiswa Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Jember menggelar aksi, kemarin (29/7). Mereka menolak Rancangan Undang-Undang Daerah Otonomi Baru (RUU DOB) Provinsi Papua, yang secara otomatis sah per 30 Juli 2022. Ini setelah pengesahannya dilakukan DPR RI pada 30 Juni 2022 lalu.

Aksi mahasiswa itu dilakukan dari double way Universitas Jember (Unej) menuju Bundaran DPRD Jember. Juru bicara aksi, Nickles Nigibalom, menyatakan bahwa aksi yang dilakukannya merupakan wujud penolakan terhadap RUU DOB.

Penting diketahui, RUU DOB Provinsi Papua berisi pemekaran pada tiga provinsi yang ada di Papua. Seperti Provinsi Papua Tengah, Provinsi Papua Selatan, dan Provinsi Papua Pegunungan. “Pembuatan dan pengesahan DOB oleh DPR RI tidak mendengar aspirasi serta berkonsultasi dengan kami, sehingga hal itu tentu bersifat pemaksaan,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/