alexametrics
23.7 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

Jember Kembali Raih Penghargaan KLA

Naik Level Jadi Madya

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Pemkab Jember kembali meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Jember sukses menaikkan status peringkat menjadi KLA kategori madya, setelah sebelumnya berada di tingkat pratama.

“Baru kali ini kami mendapatkan predikat ini dari sekian tahun yang lalu,” kata Hendy Siswanto, Bupati Jember, (29/7) kemarin. Hendy berkomitmen untuk ke depan dapat naik tingkat lagi. Beberapa upaya yang akan dilakukan untuk mewujudkannya adalah adanya integrasi dengan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) secara berkelanjutan. “Arahnya semua kebutuhan anak mulai lahir terpenuhi dengan fasilitas yang sama. Tentunya ini dengan adanya integrasi seluruh OPD yang ada,” tambahnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) mengungkapkan, selama ini upayanya untuk mewujudkan KLA adalah memaksimalkan program-program yang sudah ada dengan membangun kolaborasi dengan seluruh OPD. Setidaknya, terdapat 24 indikator yang dipenuhi dengan maksimal. Salah satunya adalah menghadirkan Forum Anak Desa (FAD) maupun Forum Anak Kecamatan (FAK). “Komitmen kami ke depan akan mencapai lebih tinggi. Itu akan kami wujudkan dengan pembangunan berbasis hak anak,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Beberapa penilaian untuk menetapkan naik status KLA yang utama adalah adanya peraturan perundang-undangan dan kebijakan pemenuhan hak dan perlindungan anak yang diimplementasikan. Selanjutnya, adanya peningkatan persentase anggaran. Yang tak kalah penting adalah adanya keterlibatan masyarakat umum dalam program- program inovatif yang digagas. Selanjutnya, penilaian ini berlanjut menyentuh beberapa aspek lainnya yang juga penting.

Hingga saat ini, sudah ada sekitar delapan FAK yang telah terbentuk. Ke depan ia berharap adanya regulasi dari pemerintah daerah untuk mewajibkan setiap kecamatan membentuk FAK dengan koordinator penyuluh keluarga berencana. Selanjutnya, di tingkat desa juga digenjot untuk adanya FAD. Dengan demikian, nantinya FAD dan FAK dapat diikutkan dalam musyawarah rencana pembangunan desa (musrenbangdes) dan musrenbang kecamatan. Sehingga aspirasi anak-anak dapat tersalurkan melalui pembangunan.

- Advertisement -

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Pemkab Jember kembali meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Jember sukses menaikkan status peringkat menjadi KLA kategori madya, setelah sebelumnya berada di tingkat pratama.

“Baru kali ini kami mendapatkan predikat ini dari sekian tahun yang lalu,” kata Hendy Siswanto, Bupati Jember, (29/7) kemarin. Hendy berkomitmen untuk ke depan dapat naik tingkat lagi. Beberapa upaya yang akan dilakukan untuk mewujudkannya adalah adanya integrasi dengan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) secara berkelanjutan. “Arahnya semua kebutuhan anak mulai lahir terpenuhi dengan fasilitas yang sama. Tentunya ini dengan adanya integrasi seluruh OPD yang ada,” tambahnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) mengungkapkan, selama ini upayanya untuk mewujudkan KLA adalah memaksimalkan program-program yang sudah ada dengan membangun kolaborasi dengan seluruh OPD. Setidaknya, terdapat 24 indikator yang dipenuhi dengan maksimal. Salah satunya adalah menghadirkan Forum Anak Desa (FAD) maupun Forum Anak Kecamatan (FAK). “Komitmen kami ke depan akan mencapai lebih tinggi. Itu akan kami wujudkan dengan pembangunan berbasis hak anak,” tuturnya.

Beberapa penilaian untuk menetapkan naik status KLA yang utama adalah adanya peraturan perundang-undangan dan kebijakan pemenuhan hak dan perlindungan anak yang diimplementasikan. Selanjutnya, adanya peningkatan persentase anggaran. Yang tak kalah penting adalah adanya keterlibatan masyarakat umum dalam program- program inovatif yang digagas. Selanjutnya, penilaian ini berlanjut menyentuh beberapa aspek lainnya yang juga penting.

Hingga saat ini, sudah ada sekitar delapan FAK yang telah terbentuk. Ke depan ia berharap adanya regulasi dari pemerintah daerah untuk mewajibkan setiap kecamatan membentuk FAK dengan koordinator penyuluh keluarga berencana. Selanjutnya, di tingkat desa juga digenjot untuk adanya FAD. Dengan demikian, nantinya FAD dan FAK dapat diikutkan dalam musyawarah rencana pembangunan desa (musrenbangdes) dan musrenbang kecamatan. Sehingga aspirasi anak-anak dapat tersalurkan melalui pembangunan.

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Pemkab Jember kembali meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Jember sukses menaikkan status peringkat menjadi KLA kategori madya, setelah sebelumnya berada di tingkat pratama.

“Baru kali ini kami mendapatkan predikat ini dari sekian tahun yang lalu,” kata Hendy Siswanto, Bupati Jember, (29/7) kemarin. Hendy berkomitmen untuk ke depan dapat naik tingkat lagi. Beberapa upaya yang akan dilakukan untuk mewujudkannya adalah adanya integrasi dengan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) secara berkelanjutan. “Arahnya semua kebutuhan anak mulai lahir terpenuhi dengan fasilitas yang sama. Tentunya ini dengan adanya integrasi seluruh OPD yang ada,” tambahnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) mengungkapkan, selama ini upayanya untuk mewujudkan KLA adalah memaksimalkan program-program yang sudah ada dengan membangun kolaborasi dengan seluruh OPD. Setidaknya, terdapat 24 indikator yang dipenuhi dengan maksimal. Salah satunya adalah menghadirkan Forum Anak Desa (FAD) maupun Forum Anak Kecamatan (FAK). “Komitmen kami ke depan akan mencapai lebih tinggi. Itu akan kami wujudkan dengan pembangunan berbasis hak anak,” tuturnya.

Beberapa penilaian untuk menetapkan naik status KLA yang utama adalah adanya peraturan perundang-undangan dan kebijakan pemenuhan hak dan perlindungan anak yang diimplementasikan. Selanjutnya, adanya peningkatan persentase anggaran. Yang tak kalah penting adalah adanya keterlibatan masyarakat umum dalam program- program inovatif yang digagas. Selanjutnya, penilaian ini berlanjut menyentuh beberapa aspek lainnya yang juga penting.

Hingga saat ini, sudah ada sekitar delapan FAK yang telah terbentuk. Ke depan ia berharap adanya regulasi dari pemerintah daerah untuk mewajibkan setiap kecamatan membentuk FAK dengan koordinator penyuluh keluarga berencana. Selanjutnya, di tingkat desa juga digenjot untuk adanya FAD. Dengan demikian, nantinya FAD dan FAK dapat diikutkan dalam musyawarah rencana pembangunan desa (musrenbangdes) dan musrenbang kecamatan. Sehingga aspirasi anak-anak dapat tersalurkan melalui pembangunan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/