alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Butuh Rp 150 Miliar Tanggulangi Covid-19

Pemkab Rencanakan Refocusing Anggaran

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Meningkatnya kasus penularan Covid-19 di Jember membuat pemerintah daerah kelabakan. Sebab, pada penganggaran sebelumnya, dana yang disediakan untuk penanggulangan pandemi dinilai masih kurang. Oleh karena itu, Satgas Covid-19 Pemkab Jember berencana melakukan refocusing (memfokuskan kembali) anggaran untuk penanganan wabah tersebut.

Rencana itu mencuat setelah Bupati Jember Hendy Siswanto menyampaikannya ke publik. Refocusing ini sebagai tindak lanjut atas gelombang pagebluk yang kembali merebak, belakangan ini. Sebab, dalam beberapa hari terakhir penyebaran Covid-19 di Indonesia, dan Jember khususnya, belum juga bisa dibendung. Setiap hari, orang positif korona baru terus saja ada. Beberapa di antaranya bahkan meninggal dunia. Bahkan, Sumberjambe, yang merupakan kecamatan ujung timur laut Jember, telah berubah menjadi zona merah.

Lonjakan kasus korona ini membuat Satgas Covid-19 melempar usulan agar Pemkab Jember melakukan refocusing anggaran. Bupati Hendy meminta agar dana-dana yang dapat di-refocusing mulai dihitung ulang oleh Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkab Jember. “Saya minta BPKAD menyiapkan anggaran refocusing sebesar Rp150 miliar untuk beberapa kebijakan nanti,” kata Hendy.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA : Mewaspadai Kembali Penyebaran “Virus” Taper Tantrum

Refocusing ini juga disampaikan dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jember dan Satgas Covid-19 yang berlangsung di Pendapa Wahyawibawagraha, kemarin (29/6). Sedikitnya ada 25 poin penting yang menjadi garis besar. Salah satunya adalah refocusing anggaran sebesar Rp 150 miliar.

Secara teknis, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Jember Mirfano menyampaikan, refocusing Rp 150 miliar akan dilakukan melalui Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) Jember mendatang. Dengan demikian, Pemkab Jember melalui BPKAD perlu memelototi pos anggaran apa saja yang nantinya bisa dialihkan. Rencana ini pun digodok terlebih dahulu. “Melalui mekanisme PAPBD,” kata Mirfano.

Menurutnya, refocusing anggaran Rp 150 miliar seperti disampaikan Bupati Hendy tidak ujuk-ujuk diputuskan sepihak. Namun, mekanismenya tetap dibahas bersama oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkab Jember dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jember. Pemkab Jember melihat, rencana ini akan mulus, mengingat belum semua anggaran APBD terserap. “Pasti dibahas bersama,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Meningkatnya kasus penularan Covid-19 di Jember membuat pemerintah daerah kelabakan. Sebab, pada penganggaran sebelumnya, dana yang disediakan untuk penanggulangan pandemi dinilai masih kurang. Oleh karena itu, Satgas Covid-19 Pemkab Jember berencana melakukan refocusing (memfokuskan kembali) anggaran untuk penanganan wabah tersebut.

Rencana itu mencuat setelah Bupati Jember Hendy Siswanto menyampaikannya ke publik. Refocusing ini sebagai tindak lanjut atas gelombang pagebluk yang kembali merebak, belakangan ini. Sebab, dalam beberapa hari terakhir penyebaran Covid-19 di Indonesia, dan Jember khususnya, belum juga bisa dibendung. Setiap hari, orang positif korona baru terus saja ada. Beberapa di antaranya bahkan meninggal dunia. Bahkan, Sumberjambe, yang merupakan kecamatan ujung timur laut Jember, telah berubah menjadi zona merah.

Lonjakan kasus korona ini membuat Satgas Covid-19 melempar usulan agar Pemkab Jember melakukan refocusing anggaran. Bupati Hendy meminta agar dana-dana yang dapat di-refocusing mulai dihitung ulang oleh Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkab Jember. “Saya minta BPKAD menyiapkan anggaran refocusing sebesar Rp150 miliar untuk beberapa kebijakan nanti,” kata Hendy.

BACA JUGA : Mewaspadai Kembali Penyebaran “Virus” Taper Tantrum

Refocusing ini juga disampaikan dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jember dan Satgas Covid-19 yang berlangsung di Pendapa Wahyawibawagraha, kemarin (29/6). Sedikitnya ada 25 poin penting yang menjadi garis besar. Salah satunya adalah refocusing anggaran sebesar Rp 150 miliar.

Secara teknis, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Jember Mirfano menyampaikan, refocusing Rp 150 miliar akan dilakukan melalui Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) Jember mendatang. Dengan demikian, Pemkab Jember melalui BPKAD perlu memelototi pos anggaran apa saja yang nantinya bisa dialihkan. Rencana ini pun digodok terlebih dahulu. “Melalui mekanisme PAPBD,” kata Mirfano.

Menurutnya, refocusing anggaran Rp 150 miliar seperti disampaikan Bupati Hendy tidak ujuk-ujuk diputuskan sepihak. Namun, mekanismenya tetap dibahas bersama oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkab Jember dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jember. Pemkab Jember melihat, rencana ini akan mulus, mengingat belum semua anggaran APBD terserap. “Pasti dibahas bersama,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Meningkatnya kasus penularan Covid-19 di Jember membuat pemerintah daerah kelabakan. Sebab, pada penganggaran sebelumnya, dana yang disediakan untuk penanggulangan pandemi dinilai masih kurang. Oleh karena itu, Satgas Covid-19 Pemkab Jember berencana melakukan refocusing (memfokuskan kembali) anggaran untuk penanganan wabah tersebut.

Rencana itu mencuat setelah Bupati Jember Hendy Siswanto menyampaikannya ke publik. Refocusing ini sebagai tindak lanjut atas gelombang pagebluk yang kembali merebak, belakangan ini. Sebab, dalam beberapa hari terakhir penyebaran Covid-19 di Indonesia, dan Jember khususnya, belum juga bisa dibendung. Setiap hari, orang positif korona baru terus saja ada. Beberapa di antaranya bahkan meninggal dunia. Bahkan, Sumberjambe, yang merupakan kecamatan ujung timur laut Jember, telah berubah menjadi zona merah.

Lonjakan kasus korona ini membuat Satgas Covid-19 melempar usulan agar Pemkab Jember melakukan refocusing anggaran. Bupati Hendy meminta agar dana-dana yang dapat di-refocusing mulai dihitung ulang oleh Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkab Jember. “Saya minta BPKAD menyiapkan anggaran refocusing sebesar Rp150 miliar untuk beberapa kebijakan nanti,” kata Hendy.

BACA JUGA : Mewaspadai Kembali Penyebaran “Virus” Taper Tantrum

Refocusing ini juga disampaikan dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jember dan Satgas Covid-19 yang berlangsung di Pendapa Wahyawibawagraha, kemarin (29/6). Sedikitnya ada 25 poin penting yang menjadi garis besar. Salah satunya adalah refocusing anggaran sebesar Rp 150 miliar.

Secara teknis, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Jember Mirfano menyampaikan, refocusing Rp 150 miliar akan dilakukan melalui Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) Jember mendatang. Dengan demikian, Pemkab Jember melalui BPKAD perlu memelototi pos anggaran apa saja yang nantinya bisa dialihkan. Rencana ini pun digodok terlebih dahulu. “Melalui mekanisme PAPBD,” kata Mirfano.

Menurutnya, refocusing anggaran Rp 150 miliar seperti disampaikan Bupati Hendy tidak ujuk-ujuk diputuskan sepihak. Namun, mekanismenya tetap dibahas bersama oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkab Jember dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jember. Pemkab Jember melihat, rencana ini akan mulus, mengingat belum semua anggaran APBD terserap. “Pasti dibahas bersama,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/