alexametrics
29.6 C
Jember
Saturday, 20 August 2022

Nikah Muda, Siklus Kurang Diurus

Nikah muda banyak terjadi di Jember. Padahal, secara normal, orang hanya boleh menikah saat usianya 19 tahun. Jika ada yang melangsungkan sebelum usia itu, berarti ada faktor-X.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – REGULASI mengenai perkawinan masih jauh dari yang diharapkan. Alih-alih warga di Jember bisa menikah pada usia 19 tahun, kenyataannya banyak yang masih usia dini melangsungkan pernikahan dengan dispensasi kawin. Nikah muda ini seperti menjadi siklus yang sulit dibendung, dan solusi untuk mengatasi dan mencegahnya seperti kurang diurus.

Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, terdapat sejumlah faktor yang membuat orang menikah di bawah usia 19 tahun. Faktor-faktor itu mulai dari kondisi ekonomi, pendidikan, hingga urusan lain, seperti faktor-X atau karena lebih dulu hamil.

Faktor ekonomi yang muncul pada beberapa kasus yaitu banyaknya anggapan bahwa menikahkan anak akan menjadi jalan keluar akan keterpurukan ekonomi. Ada anggapan orang-orang di desa bahwa anak perempuan yang menikah dini, otomatis akan ikut suaminya, dan urusan ekonomi selesai. Sayangnya, hal itu justru menjadi pemicu bahtera keluarga yang kurang bahagia dan terancam cerai.

Mobile_AP_Rectangle 2

Penyebab pendidikan yang masih muncul yaitu anak putus sekolah, menjadi pengangguran, dan ingin segera menikah. Faktor ini juga kerap terjadi di tengah masyarakat. Padahal, jika anak mengenyam pendidikan, wajib belajar 12 tahun, maka otomatis akan bisa menikah pada usia 19 tahun atau usia kelulusannya.

Namun demikian, faktor-X atau hamil duluan menjadi penyebab yang sulit diberantas. Di sinilah solusi dan langkah untuk menekan angka nikah muda diperlukan. Apakah karena faktor ekonomi, pendidikan, atau karena faktor-X.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – REGULASI mengenai perkawinan masih jauh dari yang diharapkan. Alih-alih warga di Jember bisa menikah pada usia 19 tahun, kenyataannya banyak yang masih usia dini melangsungkan pernikahan dengan dispensasi kawin. Nikah muda ini seperti menjadi siklus yang sulit dibendung, dan solusi untuk mengatasi dan mencegahnya seperti kurang diurus.

Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, terdapat sejumlah faktor yang membuat orang menikah di bawah usia 19 tahun. Faktor-faktor itu mulai dari kondisi ekonomi, pendidikan, hingga urusan lain, seperti faktor-X atau karena lebih dulu hamil.

Faktor ekonomi yang muncul pada beberapa kasus yaitu banyaknya anggapan bahwa menikahkan anak akan menjadi jalan keluar akan keterpurukan ekonomi. Ada anggapan orang-orang di desa bahwa anak perempuan yang menikah dini, otomatis akan ikut suaminya, dan urusan ekonomi selesai. Sayangnya, hal itu justru menjadi pemicu bahtera keluarga yang kurang bahagia dan terancam cerai.

Penyebab pendidikan yang masih muncul yaitu anak putus sekolah, menjadi pengangguran, dan ingin segera menikah. Faktor ini juga kerap terjadi di tengah masyarakat. Padahal, jika anak mengenyam pendidikan, wajib belajar 12 tahun, maka otomatis akan bisa menikah pada usia 19 tahun atau usia kelulusannya.

Namun demikian, faktor-X atau hamil duluan menjadi penyebab yang sulit diberantas. Di sinilah solusi dan langkah untuk menekan angka nikah muda diperlukan. Apakah karena faktor ekonomi, pendidikan, atau karena faktor-X.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – REGULASI mengenai perkawinan masih jauh dari yang diharapkan. Alih-alih warga di Jember bisa menikah pada usia 19 tahun, kenyataannya banyak yang masih usia dini melangsungkan pernikahan dengan dispensasi kawin. Nikah muda ini seperti menjadi siklus yang sulit dibendung, dan solusi untuk mengatasi dan mencegahnya seperti kurang diurus.

Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, terdapat sejumlah faktor yang membuat orang menikah di bawah usia 19 tahun. Faktor-faktor itu mulai dari kondisi ekonomi, pendidikan, hingga urusan lain, seperti faktor-X atau karena lebih dulu hamil.

Faktor ekonomi yang muncul pada beberapa kasus yaitu banyaknya anggapan bahwa menikahkan anak akan menjadi jalan keluar akan keterpurukan ekonomi. Ada anggapan orang-orang di desa bahwa anak perempuan yang menikah dini, otomatis akan ikut suaminya, dan urusan ekonomi selesai. Sayangnya, hal itu justru menjadi pemicu bahtera keluarga yang kurang bahagia dan terancam cerai.

Penyebab pendidikan yang masih muncul yaitu anak putus sekolah, menjadi pengangguran, dan ingin segera menikah. Faktor ini juga kerap terjadi di tengah masyarakat. Padahal, jika anak mengenyam pendidikan, wajib belajar 12 tahun, maka otomatis akan bisa menikah pada usia 19 tahun atau usia kelulusannya.

Namun demikian, faktor-X atau hamil duluan menjadi penyebab yang sulit diberantas. Di sinilah solusi dan langkah untuk menekan angka nikah muda diperlukan. Apakah karena faktor ekonomi, pendidikan, atau karena faktor-X.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/