alexametrics
19.8 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Dorong Tuntaskan Sampah Rumah Tangga

Mobile_AP_Rectangle 1

Bupati Hendy juga mempersalahkan masyarakat untuk datang ke TPA Pakusari yang beralamat di Krajan, Kertosari, Kecamatan Pakusari. Sebab, di sana terdapat beberapa pelajaran terkait pengelolaan sampah rumah tangga. Seperti budi daya maggot yang bahan baku utamanya adalah sampah organik. Tak hanya itu, di sana juga terdapat produk hasil daur ulang sampah. “Anda bisa belajar bagaimana mendaur ulang sampah juga,” ajaknya.

Hendy juga mendorong agar permasalahan sampah bisa selesai di rumah tangga. Sehingga, bisa mengurangi beban TPA Pakusari dalam menampung sampah. Dia mencontohkan, sampah organik dan non-organik bisa dipisah. Maka, yang non-organik seperti plastik bisa dimanfaatkan bahkan dijual ke bank-bank sampah ataupun jadi barang yang lebih bermanfaat. Sementara sampah organik bisa diurai dengan budi daya maggot dan itu juga tengah dilakukan di TPA Pakusari.

Selain itu, Hendy juga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah di sungai. Sebab, ketika sampah sudah mulai banyak di sungai, bukan tidak mungkin sampah akan menghambat arus sungai sehingga dapat menyebabkan banjir di kemudian hari. “Jangan membuang sampah di sungai yang dapat berakibat pada tersumbatnya aliran sungai. Hal yang terpenting kalau semuanya menjaga lingkungan dan kepedulian yang sangat tinggi. Saya yakin Jember akan aman dan jauh dari adanya bencana alam,” pungkasnya. (c2/dwi)

- Advertisement -

Bupati Hendy juga mempersalahkan masyarakat untuk datang ke TPA Pakusari yang beralamat di Krajan, Kertosari, Kecamatan Pakusari. Sebab, di sana terdapat beberapa pelajaran terkait pengelolaan sampah rumah tangga. Seperti budi daya maggot yang bahan baku utamanya adalah sampah organik. Tak hanya itu, di sana juga terdapat produk hasil daur ulang sampah. “Anda bisa belajar bagaimana mendaur ulang sampah juga,” ajaknya.

Hendy juga mendorong agar permasalahan sampah bisa selesai di rumah tangga. Sehingga, bisa mengurangi beban TPA Pakusari dalam menampung sampah. Dia mencontohkan, sampah organik dan non-organik bisa dipisah. Maka, yang non-organik seperti plastik bisa dimanfaatkan bahkan dijual ke bank-bank sampah ataupun jadi barang yang lebih bermanfaat. Sementara sampah organik bisa diurai dengan budi daya maggot dan itu juga tengah dilakukan di TPA Pakusari.

Selain itu, Hendy juga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah di sungai. Sebab, ketika sampah sudah mulai banyak di sungai, bukan tidak mungkin sampah akan menghambat arus sungai sehingga dapat menyebabkan banjir di kemudian hari. “Jangan membuang sampah di sungai yang dapat berakibat pada tersumbatnya aliran sungai. Hal yang terpenting kalau semuanya menjaga lingkungan dan kepedulian yang sangat tinggi. Saya yakin Jember akan aman dan jauh dari adanya bencana alam,” pungkasnya. (c2/dwi)

Bupati Hendy juga mempersalahkan masyarakat untuk datang ke TPA Pakusari yang beralamat di Krajan, Kertosari, Kecamatan Pakusari. Sebab, di sana terdapat beberapa pelajaran terkait pengelolaan sampah rumah tangga. Seperti budi daya maggot yang bahan baku utamanya adalah sampah organik. Tak hanya itu, di sana juga terdapat produk hasil daur ulang sampah. “Anda bisa belajar bagaimana mendaur ulang sampah juga,” ajaknya.

Hendy juga mendorong agar permasalahan sampah bisa selesai di rumah tangga. Sehingga, bisa mengurangi beban TPA Pakusari dalam menampung sampah. Dia mencontohkan, sampah organik dan non-organik bisa dipisah. Maka, yang non-organik seperti plastik bisa dimanfaatkan bahkan dijual ke bank-bank sampah ataupun jadi barang yang lebih bermanfaat. Sementara sampah organik bisa diurai dengan budi daya maggot dan itu juga tengah dilakukan di TPA Pakusari.

Selain itu, Hendy juga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah di sungai. Sebab, ketika sampah sudah mulai banyak di sungai, bukan tidak mungkin sampah akan menghambat arus sungai sehingga dapat menyebabkan banjir di kemudian hari. “Jangan membuang sampah di sungai yang dapat berakibat pada tersumbatnya aliran sungai. Hal yang terpenting kalau semuanya menjaga lingkungan dan kepedulian yang sangat tinggi. Saya yakin Jember akan aman dan jauh dari adanya bencana alam,” pungkasnya. (c2/dwi)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/