alexametrics
26.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

APBD Tinggal Selangkah Lagi

Bupati Serahkan KUA PPAS, Nilai Total Rp 4,4 Triliun

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perjalanan panjang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jember akhirnya mulai ada titik terang. Sebab, Bupati Jember Hendy Siswanto telah menyerahkan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) ke DPRD Jember. Total nilai anggarannya mencapai Rp 4,4 triliun. Kini, target Jember memiliki APBD tinggal selangkah lagi.

Penyerahan KUA PPAS tersebut tidak ada acara seremonial seperti biasanya. Hendy menyerahkan langsung ke Ketua DRPD Jember M Itqon Syauqi di ruang kerjanya, kemarin (29/3). Hendy mengatakan, penyerahan KUA-PPAS tersebut secara sederhana, karena bagian akselerasi. Apalagi juga membudayakan sebagai orang timur untuk bersilaturahmi. Karena itu, silaturahmi tidak harus ke gedung dan acara resmi. “Semangat bersama-sama untuk Jember segera bangkit. Terpenting juga niatnya adalah penyerahan KUA PPAS,” ucapnya.

Total nilai anggaran dalam KUA PPAS adalah sekitar Rp 4,4 triliun. Besaran anggaran itu paling tinggi untuk infrastruktur. Sebab, beberapa tahun tidak ada perbaikan. Karenanya, fokus program pada perbaikan jalan, penerangan jalan umum (PJU), dan pertanian. “Pertanian kita harus hebat kembali,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hendy menegaskan, petani butuh dukungan agar mudah mendapatkan pupuk dan peralatan pertanian lainnya. Sementara itu, untuk pendidikan dan kesehatan disebutnya juga telah sesuai dengan ketentuan. “Kesehatan anggarannya sudah lebih dari 10 persen, sekitar 14 persen. Sementara untuk pendidikan juga lebih dari 20 persen,” bebernya.

Berbicara infrastruktur, kata dia, anggarannya mencapai Rp 600-700 miliar. Dengan memperbaiki setidaknya seribu kilometer sampai ke dusun. “Tender perbaikan jalan itu dengan tahun berjalan atau multi-years. Kontrak tahun jamak itu juga harus selesai maksimum Maret,” jelasnya.

Menurut Hendy, jalan adalah hal penting. Sebab, pihaknya tidak ingin ada korban jiwa akibat jalan rusak. “Kebutuhan di lapangan sangat memprihatinkan, juga banyak korban dan bila ditunda taruhannya nyawa,” jelasnya. Jumlah Rp 600-700 miliar tersebut hanya untuk 2021 ini, tidak untuk kontrak multi-years tahun berikutnya.

Kontrak perbaikan jalan diyakininya bakal memiliki efek domino. Selain mempermudah distribusi produk pertanian dan wisata, juga terdapat uang yang berputar di Jember. “Pekerja pembangunan infrastruktur dari Jember, sehingga ada perputaran ekonomi di sana,” ucapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perjalanan panjang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jember akhirnya mulai ada titik terang. Sebab, Bupati Jember Hendy Siswanto telah menyerahkan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) ke DPRD Jember. Total nilai anggarannya mencapai Rp 4,4 triliun. Kini, target Jember memiliki APBD tinggal selangkah lagi.

Penyerahan KUA PPAS tersebut tidak ada acara seremonial seperti biasanya. Hendy menyerahkan langsung ke Ketua DRPD Jember M Itqon Syauqi di ruang kerjanya, kemarin (29/3). Hendy mengatakan, penyerahan KUA-PPAS tersebut secara sederhana, karena bagian akselerasi. Apalagi juga membudayakan sebagai orang timur untuk bersilaturahmi. Karena itu, silaturahmi tidak harus ke gedung dan acara resmi. “Semangat bersama-sama untuk Jember segera bangkit. Terpenting juga niatnya adalah penyerahan KUA PPAS,” ucapnya.

Total nilai anggaran dalam KUA PPAS adalah sekitar Rp 4,4 triliun. Besaran anggaran itu paling tinggi untuk infrastruktur. Sebab, beberapa tahun tidak ada perbaikan. Karenanya, fokus program pada perbaikan jalan, penerangan jalan umum (PJU), dan pertanian. “Pertanian kita harus hebat kembali,” terangnya.

Hendy menegaskan, petani butuh dukungan agar mudah mendapatkan pupuk dan peralatan pertanian lainnya. Sementara itu, untuk pendidikan dan kesehatan disebutnya juga telah sesuai dengan ketentuan. “Kesehatan anggarannya sudah lebih dari 10 persen, sekitar 14 persen. Sementara untuk pendidikan juga lebih dari 20 persen,” bebernya.

Berbicara infrastruktur, kata dia, anggarannya mencapai Rp 600-700 miliar. Dengan memperbaiki setidaknya seribu kilometer sampai ke dusun. “Tender perbaikan jalan itu dengan tahun berjalan atau multi-years. Kontrak tahun jamak itu juga harus selesai maksimum Maret,” jelasnya.

Menurut Hendy, jalan adalah hal penting. Sebab, pihaknya tidak ingin ada korban jiwa akibat jalan rusak. “Kebutuhan di lapangan sangat memprihatinkan, juga banyak korban dan bila ditunda taruhannya nyawa,” jelasnya. Jumlah Rp 600-700 miliar tersebut hanya untuk 2021 ini, tidak untuk kontrak multi-years tahun berikutnya.

Kontrak perbaikan jalan diyakininya bakal memiliki efek domino. Selain mempermudah distribusi produk pertanian dan wisata, juga terdapat uang yang berputar di Jember. “Pekerja pembangunan infrastruktur dari Jember, sehingga ada perputaran ekonomi di sana,” ucapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perjalanan panjang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jember akhirnya mulai ada titik terang. Sebab, Bupati Jember Hendy Siswanto telah menyerahkan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) ke DPRD Jember. Total nilai anggarannya mencapai Rp 4,4 triliun. Kini, target Jember memiliki APBD tinggal selangkah lagi.

Penyerahan KUA PPAS tersebut tidak ada acara seremonial seperti biasanya. Hendy menyerahkan langsung ke Ketua DRPD Jember M Itqon Syauqi di ruang kerjanya, kemarin (29/3). Hendy mengatakan, penyerahan KUA-PPAS tersebut secara sederhana, karena bagian akselerasi. Apalagi juga membudayakan sebagai orang timur untuk bersilaturahmi. Karena itu, silaturahmi tidak harus ke gedung dan acara resmi. “Semangat bersama-sama untuk Jember segera bangkit. Terpenting juga niatnya adalah penyerahan KUA PPAS,” ucapnya.

Total nilai anggaran dalam KUA PPAS adalah sekitar Rp 4,4 triliun. Besaran anggaran itu paling tinggi untuk infrastruktur. Sebab, beberapa tahun tidak ada perbaikan. Karenanya, fokus program pada perbaikan jalan, penerangan jalan umum (PJU), dan pertanian. “Pertanian kita harus hebat kembali,” terangnya.

Hendy menegaskan, petani butuh dukungan agar mudah mendapatkan pupuk dan peralatan pertanian lainnya. Sementara itu, untuk pendidikan dan kesehatan disebutnya juga telah sesuai dengan ketentuan. “Kesehatan anggarannya sudah lebih dari 10 persen, sekitar 14 persen. Sementara untuk pendidikan juga lebih dari 20 persen,” bebernya.

Berbicara infrastruktur, kata dia, anggarannya mencapai Rp 600-700 miliar. Dengan memperbaiki setidaknya seribu kilometer sampai ke dusun. “Tender perbaikan jalan itu dengan tahun berjalan atau multi-years. Kontrak tahun jamak itu juga harus selesai maksimum Maret,” jelasnya.

Menurut Hendy, jalan adalah hal penting. Sebab, pihaknya tidak ingin ada korban jiwa akibat jalan rusak. “Kebutuhan di lapangan sangat memprihatinkan, juga banyak korban dan bila ditunda taruhannya nyawa,” jelasnya. Jumlah Rp 600-700 miliar tersebut hanya untuk 2021 ini, tidak untuk kontrak multi-years tahun berikutnya.

Kontrak perbaikan jalan diyakininya bakal memiliki efek domino. Selain mempermudah distribusi produk pertanian dan wisata, juga terdapat uang yang berputar di Jember. “Pekerja pembangunan infrastruktur dari Jember, sehingga ada perputaran ekonomi di sana,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/