alexametrics
28 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Penumpang Terminal Tawang Alun Merosot Tajam

Ingin Bantuan Penyemprotan dan Alat Cek Suhu Tubuh

Mobile_AP_Rectangle 1

Angka itu turun drastis dibandingkan dengan jumlah kedatangan pada tanggal 1 Maret lalu. Bus AKAP yang datang mencapai 19 unit dengan total penumpang 444. Bus AKDP ada 90 unit dengan 1.250 penumpang.

Di area Terminal Tawang Alun sendiri sudah diberlakukan penyemprotan gas disinfektan beberapa hari lalu. “Sudah ada penyemprotan dari Puskesmas Rambipuji bersama muspika, baznas dan persatuan perawat. Menyemprot beberapa titik terminal. Kami juga melakukan penyemprotan mandiri setiap dua hari sekali,” ungkap Samson.

Tetapi, kalau untuk penyemprotan kepada para penumpang baik yang akan berangkat maupun kedatangan, pihaknya masih menunggu kedatangan alat. “Kami menunggu alat langsung dari Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) XI Jatim di Surabaya,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, ada pula posko covid-19 di terminal tersebut yang bekerjasama dengan Puskesmas Rambipuji. Samson berharap, Terminal Tawang Alun juga harus diperhatikan stake holder terkait. Sebab, terminal terbesar di Jember itu, merupakan salah satu pintu masuk penumpang dari berbagai kota/kabupaten. Selain bandar udara maupun stasiun kereta api. Agar, diperhatikan dalam hal bantuan pencegahan virus korona. Seperti alat cek suhu tubuh, penyemprotan secara berkala, maupun penyediaan hands sanitizer yang menurutnya ketersediaannya sudah mulai habis sekarang ini.

- Advertisement -

Angka itu turun drastis dibandingkan dengan jumlah kedatangan pada tanggal 1 Maret lalu. Bus AKAP yang datang mencapai 19 unit dengan total penumpang 444. Bus AKDP ada 90 unit dengan 1.250 penumpang.

Di area Terminal Tawang Alun sendiri sudah diberlakukan penyemprotan gas disinfektan beberapa hari lalu. “Sudah ada penyemprotan dari Puskesmas Rambipuji bersama muspika, baznas dan persatuan perawat. Menyemprot beberapa titik terminal. Kami juga melakukan penyemprotan mandiri setiap dua hari sekali,” ungkap Samson.

Tetapi, kalau untuk penyemprotan kepada para penumpang baik yang akan berangkat maupun kedatangan, pihaknya masih menunggu kedatangan alat. “Kami menunggu alat langsung dari Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) XI Jatim di Surabaya,” imbuhnya.

Selain itu, ada pula posko covid-19 di terminal tersebut yang bekerjasama dengan Puskesmas Rambipuji. Samson berharap, Terminal Tawang Alun juga harus diperhatikan stake holder terkait. Sebab, terminal terbesar di Jember itu, merupakan salah satu pintu masuk penumpang dari berbagai kota/kabupaten. Selain bandar udara maupun stasiun kereta api. Agar, diperhatikan dalam hal bantuan pencegahan virus korona. Seperti alat cek suhu tubuh, penyemprotan secara berkala, maupun penyediaan hands sanitizer yang menurutnya ketersediaannya sudah mulai habis sekarang ini.

Angka itu turun drastis dibandingkan dengan jumlah kedatangan pada tanggal 1 Maret lalu. Bus AKAP yang datang mencapai 19 unit dengan total penumpang 444. Bus AKDP ada 90 unit dengan 1.250 penumpang.

Di area Terminal Tawang Alun sendiri sudah diberlakukan penyemprotan gas disinfektan beberapa hari lalu. “Sudah ada penyemprotan dari Puskesmas Rambipuji bersama muspika, baznas dan persatuan perawat. Menyemprot beberapa titik terminal. Kami juga melakukan penyemprotan mandiri setiap dua hari sekali,” ungkap Samson.

Tetapi, kalau untuk penyemprotan kepada para penumpang baik yang akan berangkat maupun kedatangan, pihaknya masih menunggu kedatangan alat. “Kami menunggu alat langsung dari Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) XI Jatim di Surabaya,” imbuhnya.

Selain itu, ada pula posko covid-19 di terminal tersebut yang bekerjasama dengan Puskesmas Rambipuji. Samson berharap, Terminal Tawang Alun juga harus diperhatikan stake holder terkait. Sebab, terminal terbesar di Jember itu, merupakan salah satu pintu masuk penumpang dari berbagai kota/kabupaten. Selain bandar udara maupun stasiun kereta api. Agar, diperhatikan dalam hal bantuan pencegahan virus korona. Seperti alat cek suhu tubuh, penyemprotan secara berkala, maupun penyediaan hands sanitizer yang menurutnya ketersediaannya sudah mulai habis sekarang ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/