alexametrics
26.5 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Minta Perubahan Status Libatkan Semua Unsur

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menurut hasil pantauan Satgas Covid-19 Pemerintah Provinsi jawa Timur, Jember per Jumat sore (27/3) kemarin masuk sebagai zona merah (red zone).

Perubahan status itu pun sudah diwanti-wanti oleh sejumlah pihak. Karena berkaitan dengan pengambilan keputusan ataupun kebijakan untuk masyarakat luas selanjutnya.

Salah satunya datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember. Ketua MUI Jember, Prof KH Abdul Halim Soebahar menuturkan, pentingnya pengambilan keputusan secara mufakat bersama itu pada situasi dan kondisi pandemik Covid-19 saat ini. Terutama yang di dalamnya berkaitan dengan aktivitas keagamaan mayoritas masyarakat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, tausiyah terakhir dari MUI Jember soal salat Jumat memang berlaku sejak tanggal ditetapkan. Namun, seiring perkembangan kondisi terkini di Jember, tausiyah berupa edaran itu bisa berbunyi berbeda. “Kita akan keluarkan imbauan ke masyarakat agar berdiam diri di rumah, secara langsung,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menurut hasil pantauan Satgas Covid-19 Pemerintah Provinsi jawa Timur, Jember per Jumat sore (27/3) kemarin masuk sebagai zona merah (red zone).

Perubahan status itu pun sudah diwanti-wanti oleh sejumlah pihak. Karena berkaitan dengan pengambilan keputusan ataupun kebijakan untuk masyarakat luas selanjutnya.

Salah satunya datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember. Ketua MUI Jember, Prof KH Abdul Halim Soebahar menuturkan, pentingnya pengambilan keputusan secara mufakat bersama itu pada situasi dan kondisi pandemik Covid-19 saat ini. Terutama yang di dalamnya berkaitan dengan aktivitas keagamaan mayoritas masyarakat.

Menurutnya, tausiyah terakhir dari MUI Jember soal salat Jumat memang berlaku sejak tanggal ditetapkan. Namun, seiring perkembangan kondisi terkini di Jember, tausiyah berupa edaran itu bisa berbunyi berbeda. “Kita akan keluarkan imbauan ke masyarakat agar berdiam diri di rumah, secara langsung,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menurut hasil pantauan Satgas Covid-19 Pemerintah Provinsi jawa Timur, Jember per Jumat sore (27/3) kemarin masuk sebagai zona merah (red zone).

Perubahan status itu pun sudah diwanti-wanti oleh sejumlah pihak. Karena berkaitan dengan pengambilan keputusan ataupun kebijakan untuk masyarakat luas selanjutnya.

Salah satunya datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember. Ketua MUI Jember, Prof KH Abdul Halim Soebahar menuturkan, pentingnya pengambilan keputusan secara mufakat bersama itu pada situasi dan kondisi pandemik Covid-19 saat ini. Terutama yang di dalamnya berkaitan dengan aktivitas keagamaan mayoritas masyarakat.

Menurutnya, tausiyah terakhir dari MUI Jember soal salat Jumat memang berlaku sejak tanggal ditetapkan. Namun, seiring perkembangan kondisi terkini di Jember, tausiyah berupa edaran itu bisa berbunyi berbeda. “Kita akan keluarkan imbauan ke masyarakat agar berdiam diri di rumah, secara langsung,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/