alexametrics
23.4 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Kasus Narkotika di Jember Naik 31 Persen

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID  – Kasus penyalahgunaan narkotika dan obat berbahaya selama 2021 di Jember naik tajam. Angka yang dirilis oleh Satuan Reserse Narkoba (Reskoba) Polres Jember menunjukkan jumlah kasusnya meningkat hingga 30,9 persen.

Kasatreskoba Polres Jember Iptu Sugeng Iryanto mengungkapkan hal itu dalam laporan kesiapan pemusnahan barang bukti narkoba dan minuman keras (miras) di halaman Polsek Pakusari, kemarin (28/12). Dalam laporannya, dia menyebut terdapat 132 kasus penyalahgunaan narkoba pada 2021. Padahal, tahun sebelumnya hanya berjumlah 101 kasus atau naik 31 perkara.

Bahkan, per hari kemarin masih terdapat dua kasus baru yang telah melewati proses pemeriksaan dan dilanjut penyidikan. Kedua pelaku tersebut kini tengah ditahan di Lapas Kelas II A Jember. “Dua orang di Lapas Jember masih penyidikan. Intinya, sudah lengkap berita acara pemeriksaan dan juga akan disampaikan di persidangan bahwa sudah dilakukan pemeriksaan. Nanti terserah hakim yang menentukan,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Setidaknya, ada sebanyak 267 perkara yang terdiri atas 132 kasus penyalahgunaan narkotika dan 135 kasus obat keras berbahaya (okerbaya). “Seluruhnya, ada 267 tersangka yang kami amankan. Hari ini (kemarin, Red) terungkap dua tersangka lagi. Jadi, total 269 orang,” jelas Sugeng.

Sedangkan rincian narkotika dan okerbaya yang dimusnahkan, ada sebanyak 152,27 gram sabu, Trihexyphenidyl 4.000 butir, serta miras 9.374 botol. Ribuan botol miras tersebut terdiri atas berbagai macam. Arak sebanyak 6.616 botol, anggur merah 440 botol, mansion 125 botol, anggur hitam 24 botol, anggur putih 11 botol, ciu 112 botol, dan oplosan 2.046 botol.

Hadir dalam pemusnahan tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jember, Kepala Pengadilan Negeri (PN) Jember, Kepala Kesatuan TNI, Ketua MUI Jember, serta Ketua Generasi Anti Narkotika (GAN) Jatim.

Ketua MUI Jember Abdul Haris menanggapi, jika dilihat dari sudut pandang agama, pencegahan penyalahgunaan narkotika dan miras merupakan tanggung jawab semua pihak. Bukan hanya tanggung jawab aparat, keluarga juga memiliki kewajiban untuk mencegah anggota keluarga mereka agar tak sampai terjerumus narkoba. “Setelah keluarga, juga berefek pada RT, RW, lingkungan, dan sebagainya,” ungkap Kiai Ahli Nahwu itu.

Menurut dia, aparat penegak hukum memiliki wewenang untuk menindak atau menangkap pelaku. Sementara itu, masyarakat memiliki tanggung jawab mencegah agar tidak sampai terjadi tindakan penyalahgunaan narkoba tersebut. Dengan demikian, jika hal tersebut dijalankan dengan baik, sedikit demi sedikit angka kasus penyalahgunaan narkotika dapat berkurang.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID  – Kasus penyalahgunaan narkotika dan obat berbahaya selama 2021 di Jember naik tajam. Angka yang dirilis oleh Satuan Reserse Narkoba (Reskoba) Polres Jember menunjukkan jumlah kasusnya meningkat hingga 30,9 persen.

Kasatreskoba Polres Jember Iptu Sugeng Iryanto mengungkapkan hal itu dalam laporan kesiapan pemusnahan barang bukti narkoba dan minuman keras (miras) di halaman Polsek Pakusari, kemarin (28/12). Dalam laporannya, dia menyebut terdapat 132 kasus penyalahgunaan narkoba pada 2021. Padahal, tahun sebelumnya hanya berjumlah 101 kasus atau naik 31 perkara.

Bahkan, per hari kemarin masih terdapat dua kasus baru yang telah melewati proses pemeriksaan dan dilanjut penyidikan. Kedua pelaku tersebut kini tengah ditahan di Lapas Kelas II A Jember. “Dua orang di Lapas Jember masih penyidikan. Intinya, sudah lengkap berita acara pemeriksaan dan juga akan disampaikan di persidangan bahwa sudah dilakukan pemeriksaan. Nanti terserah hakim yang menentukan,” ungkapnya.

Setidaknya, ada sebanyak 267 perkara yang terdiri atas 132 kasus penyalahgunaan narkotika dan 135 kasus obat keras berbahaya (okerbaya). “Seluruhnya, ada 267 tersangka yang kami amankan. Hari ini (kemarin, Red) terungkap dua tersangka lagi. Jadi, total 269 orang,” jelas Sugeng.

Sedangkan rincian narkotika dan okerbaya yang dimusnahkan, ada sebanyak 152,27 gram sabu, Trihexyphenidyl 4.000 butir, serta miras 9.374 botol. Ribuan botol miras tersebut terdiri atas berbagai macam. Arak sebanyak 6.616 botol, anggur merah 440 botol, mansion 125 botol, anggur hitam 24 botol, anggur putih 11 botol, ciu 112 botol, dan oplosan 2.046 botol.

Hadir dalam pemusnahan tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jember, Kepala Pengadilan Negeri (PN) Jember, Kepala Kesatuan TNI, Ketua MUI Jember, serta Ketua Generasi Anti Narkotika (GAN) Jatim.

Ketua MUI Jember Abdul Haris menanggapi, jika dilihat dari sudut pandang agama, pencegahan penyalahgunaan narkotika dan miras merupakan tanggung jawab semua pihak. Bukan hanya tanggung jawab aparat, keluarga juga memiliki kewajiban untuk mencegah anggota keluarga mereka agar tak sampai terjerumus narkoba. “Setelah keluarga, juga berefek pada RT, RW, lingkungan, dan sebagainya,” ungkap Kiai Ahli Nahwu itu.

Menurut dia, aparat penegak hukum memiliki wewenang untuk menindak atau menangkap pelaku. Sementara itu, masyarakat memiliki tanggung jawab mencegah agar tidak sampai terjadi tindakan penyalahgunaan narkoba tersebut. Dengan demikian, jika hal tersebut dijalankan dengan baik, sedikit demi sedikit angka kasus penyalahgunaan narkotika dapat berkurang.

JEMBER, RADARJEMBER.ID  – Kasus penyalahgunaan narkotika dan obat berbahaya selama 2021 di Jember naik tajam. Angka yang dirilis oleh Satuan Reserse Narkoba (Reskoba) Polres Jember menunjukkan jumlah kasusnya meningkat hingga 30,9 persen.

Kasatreskoba Polres Jember Iptu Sugeng Iryanto mengungkapkan hal itu dalam laporan kesiapan pemusnahan barang bukti narkoba dan minuman keras (miras) di halaman Polsek Pakusari, kemarin (28/12). Dalam laporannya, dia menyebut terdapat 132 kasus penyalahgunaan narkoba pada 2021. Padahal, tahun sebelumnya hanya berjumlah 101 kasus atau naik 31 perkara.

Bahkan, per hari kemarin masih terdapat dua kasus baru yang telah melewati proses pemeriksaan dan dilanjut penyidikan. Kedua pelaku tersebut kini tengah ditahan di Lapas Kelas II A Jember. “Dua orang di Lapas Jember masih penyidikan. Intinya, sudah lengkap berita acara pemeriksaan dan juga akan disampaikan di persidangan bahwa sudah dilakukan pemeriksaan. Nanti terserah hakim yang menentukan,” ungkapnya.

Setidaknya, ada sebanyak 267 perkara yang terdiri atas 132 kasus penyalahgunaan narkotika dan 135 kasus obat keras berbahaya (okerbaya). “Seluruhnya, ada 267 tersangka yang kami amankan. Hari ini (kemarin, Red) terungkap dua tersangka lagi. Jadi, total 269 orang,” jelas Sugeng.

Sedangkan rincian narkotika dan okerbaya yang dimusnahkan, ada sebanyak 152,27 gram sabu, Trihexyphenidyl 4.000 butir, serta miras 9.374 botol. Ribuan botol miras tersebut terdiri atas berbagai macam. Arak sebanyak 6.616 botol, anggur merah 440 botol, mansion 125 botol, anggur hitam 24 botol, anggur putih 11 botol, ciu 112 botol, dan oplosan 2.046 botol.

Hadir dalam pemusnahan tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jember, Kepala Pengadilan Negeri (PN) Jember, Kepala Kesatuan TNI, Ketua MUI Jember, serta Ketua Generasi Anti Narkotika (GAN) Jatim.

Ketua MUI Jember Abdul Haris menanggapi, jika dilihat dari sudut pandang agama, pencegahan penyalahgunaan narkotika dan miras merupakan tanggung jawab semua pihak. Bukan hanya tanggung jawab aparat, keluarga juga memiliki kewajiban untuk mencegah anggota keluarga mereka agar tak sampai terjerumus narkoba. “Setelah keluarga, juga berefek pada RT, RW, lingkungan, dan sebagainya,” ungkap Kiai Ahli Nahwu itu.

Menurut dia, aparat penegak hukum memiliki wewenang untuk menindak atau menangkap pelaku. Sementara itu, masyarakat memiliki tanggung jawab mencegah agar tidak sampai terjadi tindakan penyalahgunaan narkoba tersebut. Dengan demikian, jika hal tersebut dijalankan dengan baik, sedikit demi sedikit angka kasus penyalahgunaan narkotika dapat berkurang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/