alexametrics
28 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Tergerak Bantu Sesama Sepeninggal Muridnya yang Mengidap Kanker

Tiap orang punya kesibukan. Sebagian di antaranya bisa sepekan penuh. Seperti Muhammad Abdul Ghofur atau yang akrab disapa Diki. Selama sepekan, ia harus menyisihkan waktu untuk keluarga dan mengajar. Di saat bersamaan, Diki seperti punya tanggung jawab lain, membantu liyan.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang itu, puluhan orang terlihat berkumpul di salah satu depot makan di pesisir Pantai Watu Ulo, Sumberejo, Ambulu. Mereka tak sekadar berkumpul, tapi juga dihibur. Ada live akustik, bantuan sembako, sampai door prize.

“Terima kasih, Mas. Semoga ini banyak bermanfaat,” kata perempuan seusai menerima bantuan dari seorang pria saat itu. “Sama-sama, Bu,” sahut si pria berbaju hitam tersebut.

Pria berperawakan tinggi itu juga terlihat cukup sibuk. Maklum, ia sedang punya gawe besar saat itu. Bersama sejumlah rekannya, ia menyapa para undangan yang saat itu dari warga, pelajar, dan kalangan masyarakat yang memang dinilai butuh uluran tangan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ternyata, pria tersebut bernama Muhammad Abdul Ghofur alias Diki. Entah siapa yang mengawali memanggilnya Diki. Namun, nama itu sudah cukup familier di kalangan relawan sosial. “Jangan menyerah, ayo terus semangat,” pinta Diki, saat berbicara di depan mereka yang berasal dari kalangan penyandang cacat atau disabilitas.

Acara bareng penyandang cacat atau difabel saat itu merupakan bagian kecil dari seluruh kesibukannya selama sepekan. Sebab, sebenarnya di rumahnya, Dusun Jogaran, Desa Gumelar, Balung, Diki juga menjadi seorang pengajar di sebuah SMP di Kecamatan Balung.

Meski sebagian besar waktu ia habiskan berinteraksi dengan orang di luar rumah sebagai relawan kemanusiaan, namun ketika berinteraksi dengan keluarga, dia memanfaatkan pertemuan itu semaksimal mungkin. “Dalam sepekan itu ada Senin dan Selasa, waktu yang paling tidak bisa diganggu karena mengurus keluarga,” beber Diki.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang itu, puluhan orang terlihat berkumpul di salah satu depot makan di pesisir Pantai Watu Ulo, Sumberejo, Ambulu. Mereka tak sekadar berkumpul, tapi juga dihibur. Ada live akustik, bantuan sembako, sampai door prize.

“Terima kasih, Mas. Semoga ini banyak bermanfaat,” kata perempuan seusai menerima bantuan dari seorang pria saat itu. “Sama-sama, Bu,” sahut si pria berbaju hitam tersebut.

Pria berperawakan tinggi itu juga terlihat cukup sibuk. Maklum, ia sedang punya gawe besar saat itu. Bersama sejumlah rekannya, ia menyapa para undangan yang saat itu dari warga, pelajar, dan kalangan masyarakat yang memang dinilai butuh uluran tangan.

Ternyata, pria tersebut bernama Muhammad Abdul Ghofur alias Diki. Entah siapa yang mengawali memanggilnya Diki. Namun, nama itu sudah cukup familier di kalangan relawan sosial. “Jangan menyerah, ayo terus semangat,” pinta Diki, saat berbicara di depan mereka yang berasal dari kalangan penyandang cacat atau disabilitas.

Acara bareng penyandang cacat atau difabel saat itu merupakan bagian kecil dari seluruh kesibukannya selama sepekan. Sebab, sebenarnya di rumahnya, Dusun Jogaran, Desa Gumelar, Balung, Diki juga menjadi seorang pengajar di sebuah SMP di Kecamatan Balung.

Meski sebagian besar waktu ia habiskan berinteraksi dengan orang di luar rumah sebagai relawan kemanusiaan, namun ketika berinteraksi dengan keluarga, dia memanfaatkan pertemuan itu semaksimal mungkin. “Dalam sepekan itu ada Senin dan Selasa, waktu yang paling tidak bisa diganggu karena mengurus keluarga,” beber Diki.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang itu, puluhan orang terlihat berkumpul di salah satu depot makan di pesisir Pantai Watu Ulo, Sumberejo, Ambulu. Mereka tak sekadar berkumpul, tapi juga dihibur. Ada live akustik, bantuan sembako, sampai door prize.

“Terima kasih, Mas. Semoga ini banyak bermanfaat,” kata perempuan seusai menerima bantuan dari seorang pria saat itu. “Sama-sama, Bu,” sahut si pria berbaju hitam tersebut.

Pria berperawakan tinggi itu juga terlihat cukup sibuk. Maklum, ia sedang punya gawe besar saat itu. Bersama sejumlah rekannya, ia menyapa para undangan yang saat itu dari warga, pelajar, dan kalangan masyarakat yang memang dinilai butuh uluran tangan.

Ternyata, pria tersebut bernama Muhammad Abdul Ghofur alias Diki. Entah siapa yang mengawali memanggilnya Diki. Namun, nama itu sudah cukup familier di kalangan relawan sosial. “Jangan menyerah, ayo terus semangat,” pinta Diki, saat berbicara di depan mereka yang berasal dari kalangan penyandang cacat atau disabilitas.

Acara bareng penyandang cacat atau difabel saat itu merupakan bagian kecil dari seluruh kesibukannya selama sepekan. Sebab, sebenarnya di rumahnya, Dusun Jogaran, Desa Gumelar, Balung, Diki juga menjadi seorang pengajar di sebuah SMP di Kecamatan Balung.

Meski sebagian besar waktu ia habiskan berinteraksi dengan orang di luar rumah sebagai relawan kemanusiaan, namun ketika berinteraksi dengan keluarga, dia memanfaatkan pertemuan itu semaksimal mungkin. “Dalam sepekan itu ada Senin dan Selasa, waktu yang paling tidak bisa diganggu karena mengurus keluarga,” beber Diki.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/