alexametrics
24.1 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Istri Dikejar Rentenir, Suami Gelapkan Mobil

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berdalih istrinya ditagih rentenir, Slamet Supriyadi, warga Dusun Krajan, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, harus berurusan dengan polisi. Pria 55 tahun ini akhirnya meringkuk di sel tahanan Polsek Sukorambi setelah dilaporkan menggelapkan mobil rental milik warga Sukorambi. Kini, dia harus menjalani hidup di balik jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Slamet ditangkap karena menggelapkan dua unit mobil sekaligus. Dia mengaku terpaksa melakukan aksinya karena faktor ekonomi. Sang istri banyak memiliki utang kepada rentenir. Karena selalu ditagih itulah, dirinya mengaku terpaksa menggadaikan mobil rental yang disewa.

Imron, warga Dusun Krajan, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, adalah pemilik mobil rental yang menjadi korban. Selama ini, lelaki 50 tahun tersebut dan tersangka sudah saling mengenal cukup baik. Bahkan, tersangka sering menjadi perantara untuk sewa mobil milik korban.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Banyak orang yang menyewa mobil itu melalui saya. Biasanya waktu sewanya cukup panjang, 15 atau 20 hari. Saya mendapatkan uang persentase dari sewa mobil itu. Nilainya sebesar Rp 25 ribu,” katanya kepada sejumlah wartawan di kantor polsek, kemarin (28/12).

Menurut Slamet, sebelum masa pandemi Covid-19 ini, semuanya berjalan lancar. Namun, sejak pagebluk melanda, penghasilannya turun drastis. Carteran juga sepi. Kondisi diperparah setelah istri yang terus dikejar-kejar rentenir agar segera membayar utang. “Karena istri banyak utang, saya nekat gadaikan mobil. Tujuannya bantu istri,” ujarnya

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berdalih istrinya ditagih rentenir, Slamet Supriyadi, warga Dusun Krajan, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, harus berurusan dengan polisi. Pria 55 tahun ini akhirnya meringkuk di sel tahanan Polsek Sukorambi setelah dilaporkan menggelapkan mobil rental milik warga Sukorambi. Kini, dia harus menjalani hidup di balik jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Slamet ditangkap karena menggelapkan dua unit mobil sekaligus. Dia mengaku terpaksa melakukan aksinya karena faktor ekonomi. Sang istri banyak memiliki utang kepada rentenir. Karena selalu ditagih itulah, dirinya mengaku terpaksa menggadaikan mobil rental yang disewa.

Imron, warga Dusun Krajan, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, adalah pemilik mobil rental yang menjadi korban. Selama ini, lelaki 50 tahun tersebut dan tersangka sudah saling mengenal cukup baik. Bahkan, tersangka sering menjadi perantara untuk sewa mobil milik korban.

“Banyak orang yang menyewa mobil itu melalui saya. Biasanya waktu sewanya cukup panjang, 15 atau 20 hari. Saya mendapatkan uang persentase dari sewa mobil itu. Nilainya sebesar Rp 25 ribu,” katanya kepada sejumlah wartawan di kantor polsek, kemarin (28/12).

Menurut Slamet, sebelum masa pandemi Covid-19 ini, semuanya berjalan lancar. Namun, sejak pagebluk melanda, penghasilannya turun drastis. Carteran juga sepi. Kondisi diperparah setelah istri yang terus dikejar-kejar rentenir agar segera membayar utang. “Karena istri banyak utang, saya nekat gadaikan mobil. Tujuannya bantu istri,” ujarnya

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berdalih istrinya ditagih rentenir, Slamet Supriyadi, warga Dusun Krajan, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, harus berurusan dengan polisi. Pria 55 tahun ini akhirnya meringkuk di sel tahanan Polsek Sukorambi setelah dilaporkan menggelapkan mobil rental milik warga Sukorambi. Kini, dia harus menjalani hidup di balik jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Slamet ditangkap karena menggelapkan dua unit mobil sekaligus. Dia mengaku terpaksa melakukan aksinya karena faktor ekonomi. Sang istri banyak memiliki utang kepada rentenir. Karena selalu ditagih itulah, dirinya mengaku terpaksa menggadaikan mobil rental yang disewa.

Imron, warga Dusun Krajan, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, adalah pemilik mobil rental yang menjadi korban. Selama ini, lelaki 50 tahun tersebut dan tersangka sudah saling mengenal cukup baik. Bahkan, tersangka sering menjadi perantara untuk sewa mobil milik korban.

“Banyak orang yang menyewa mobil itu melalui saya. Biasanya waktu sewanya cukup panjang, 15 atau 20 hari. Saya mendapatkan uang persentase dari sewa mobil itu. Nilainya sebesar Rp 25 ribu,” katanya kepada sejumlah wartawan di kantor polsek, kemarin (28/12).

Menurut Slamet, sebelum masa pandemi Covid-19 ini, semuanya berjalan lancar. Namun, sejak pagebluk melanda, penghasilannya turun drastis. Carteran juga sepi. Kondisi diperparah setelah istri yang terus dikejar-kejar rentenir agar segera membayar utang. “Karena istri banyak utang, saya nekat gadaikan mobil. Tujuannya bantu istri,” ujarnya

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/