alexametrics
24.7 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Diprediksi Rp 1 Triliun Lebih

Banyak Dana Macet Akibat Gunakan Perkada

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.IDAnggaran pemerintah seharusnya bisa terserap 100 persen dalam satu tahun anggaran. Normalnya, anggaran sebesar apa pun sebisa mungkin menjadi nol rupiah. Namun demikian, dalam beberapa tahun terakhir, anggaran yang dikelola Pemkab Jember tidak pernah habis. Bagaimana dengan anggaran pada tahun 2020?

Seperti diketahui, sampai 31 Desember 2020 nanti, Jember dipastikan tetap memakai Peraturan Kepala Daerah (Perkada) tentang Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Penggunaan perkada tidak seleluasa peraturan daerah (perda). Sebab, ada batasan-batasan yang telah diatur dalam perkada.

Melihat fenomena penggunaan perkada ini, Nyoman Aribowo, anggota Komisi B DPRD Jember, memprediksi, Sisa Lebih Penggunaan anggaran (SILPA) Perkada APBD 2020 akan lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. “Saya memprediksi SILPA-nya akan lebih besar,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Nyoman menyebut, prediksi SILPA tahun 2020 bukan tanpa alasan. Pertama, karena anggaran yang direalisasikan menggunakan perkada. “Realisasi Perkada APBD kita tahu semua ada batasan-batasan. Mau membangun saja tidak bisa, karena tidak masuk kategori wajib dan mengikat,” tuturnya.

Ditambahkan, hasil rapat dengar pendapat yang dilakukan sejumlah komisi di DPRD Jember menunjukkan serapan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) tidak seluruhnya maksimal. Serapan minim inilah yang bisa membuat SILPA besar. “Jember memang mengalokasikan untuk korona Rp 400 miliar, tetapi tidak terserap semuanya. Belum lagi di OPD-OPD lain. Jadi, kami memprediksi SILPA Perkada APBD Jember bisa lebih dari Rp 1 triliun sampai Rp 1,5 triliun. Harapan kami, jangan sampai sebesar itu,” paparnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.IDAnggaran pemerintah seharusnya bisa terserap 100 persen dalam satu tahun anggaran. Normalnya, anggaran sebesar apa pun sebisa mungkin menjadi nol rupiah. Namun demikian, dalam beberapa tahun terakhir, anggaran yang dikelola Pemkab Jember tidak pernah habis. Bagaimana dengan anggaran pada tahun 2020?

Seperti diketahui, sampai 31 Desember 2020 nanti, Jember dipastikan tetap memakai Peraturan Kepala Daerah (Perkada) tentang Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Penggunaan perkada tidak seleluasa peraturan daerah (perda). Sebab, ada batasan-batasan yang telah diatur dalam perkada.

Melihat fenomena penggunaan perkada ini, Nyoman Aribowo, anggota Komisi B DPRD Jember, memprediksi, Sisa Lebih Penggunaan anggaran (SILPA) Perkada APBD 2020 akan lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. “Saya memprediksi SILPA-nya akan lebih besar,” katanya.

Nyoman menyebut, prediksi SILPA tahun 2020 bukan tanpa alasan. Pertama, karena anggaran yang direalisasikan menggunakan perkada. “Realisasi Perkada APBD kita tahu semua ada batasan-batasan. Mau membangun saja tidak bisa, karena tidak masuk kategori wajib dan mengikat,” tuturnya.

Ditambahkan, hasil rapat dengar pendapat yang dilakukan sejumlah komisi di DPRD Jember menunjukkan serapan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) tidak seluruhnya maksimal. Serapan minim inilah yang bisa membuat SILPA besar. “Jember memang mengalokasikan untuk korona Rp 400 miliar, tetapi tidak terserap semuanya. Belum lagi di OPD-OPD lain. Jadi, kami memprediksi SILPA Perkada APBD Jember bisa lebih dari Rp 1 triliun sampai Rp 1,5 triliun. Harapan kami, jangan sampai sebesar itu,” paparnya.

JEMBER, RADARJEMBER.IDAnggaran pemerintah seharusnya bisa terserap 100 persen dalam satu tahun anggaran. Normalnya, anggaran sebesar apa pun sebisa mungkin menjadi nol rupiah. Namun demikian, dalam beberapa tahun terakhir, anggaran yang dikelola Pemkab Jember tidak pernah habis. Bagaimana dengan anggaran pada tahun 2020?

Seperti diketahui, sampai 31 Desember 2020 nanti, Jember dipastikan tetap memakai Peraturan Kepala Daerah (Perkada) tentang Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Penggunaan perkada tidak seleluasa peraturan daerah (perda). Sebab, ada batasan-batasan yang telah diatur dalam perkada.

Melihat fenomena penggunaan perkada ini, Nyoman Aribowo, anggota Komisi B DPRD Jember, memprediksi, Sisa Lebih Penggunaan anggaran (SILPA) Perkada APBD 2020 akan lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. “Saya memprediksi SILPA-nya akan lebih besar,” katanya.

Nyoman menyebut, prediksi SILPA tahun 2020 bukan tanpa alasan. Pertama, karena anggaran yang direalisasikan menggunakan perkada. “Realisasi Perkada APBD kita tahu semua ada batasan-batasan. Mau membangun saja tidak bisa, karena tidak masuk kategori wajib dan mengikat,” tuturnya.

Ditambahkan, hasil rapat dengar pendapat yang dilakukan sejumlah komisi di DPRD Jember menunjukkan serapan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) tidak seluruhnya maksimal. Serapan minim inilah yang bisa membuat SILPA besar. “Jember memang mengalokasikan untuk korona Rp 400 miliar, tetapi tidak terserap semuanya. Belum lagi di OPD-OPD lain. Jadi, kami memprediksi SILPA Perkada APBD Jember bisa lebih dari Rp 1 triliun sampai Rp 1,5 triliun. Harapan kami, jangan sampai sebesar itu,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/