23.2 C
Jember
Monday, 30 January 2023

Tak Sabaran, Masih Suka Terobos Palang Pintu

Mobile_AP_Rectangle 1

BARATAN, Radar Jember – Adanya palang pintu perlintasan kereta api bertujuan melindungi jalan khusus kereta api dan pengguna jalan. Namun, pada sejumlah titik wilayah palang pintu kereta di Jember, beberapa para pengendara masih tak menaati aturan yang ada. Terlebih, banyak pengendara yang tidak sabar dan berhenti tidak pada tempat seharusnya, yakni di belakang palang perlintasan.

BACA JUGA : Rencana Kenaikan UMK 2023 di Jember Setara Beras 15 Kilogram

Hal itu seperti diutarakan oleh, Ahmad Malik, penjaga jalur lintasan (PJL) di pos perlintasan Jalan Bondowoso-Jember, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang. Menurutnya, tidak sedikit pengendara yang mengabaikan alarm serta palang pintu perlintasan yang sudah tertutup itu.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Jadi, awal mula, ya, mereka menerobos melalui celah dari palang yang tidak tertutup. Kemudian, berhenti di depan palang. Kebanyakan lihat kanan kiri dulu. Kalau tidak terlihat kereta mendekat, itu yang membuat mereka menerobos,” paparnya.

Namun, lanjutnya, ada juga pengendara yang langsung menaikkan kecepatannya ketika sirene sudah berbunyi dan palang akan tertutup. Hal itu menurutnya sama saja berbahaya dan bisa-bisa menyebabkan kecelakaan.

- Advertisement -

BARATAN, Radar Jember – Adanya palang pintu perlintasan kereta api bertujuan melindungi jalan khusus kereta api dan pengguna jalan. Namun, pada sejumlah titik wilayah palang pintu kereta di Jember, beberapa para pengendara masih tak menaati aturan yang ada. Terlebih, banyak pengendara yang tidak sabar dan berhenti tidak pada tempat seharusnya, yakni di belakang palang perlintasan.

BACA JUGA : Rencana Kenaikan UMK 2023 di Jember Setara Beras 15 Kilogram

Hal itu seperti diutarakan oleh, Ahmad Malik, penjaga jalur lintasan (PJL) di pos perlintasan Jalan Bondowoso-Jember, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang. Menurutnya, tidak sedikit pengendara yang mengabaikan alarm serta palang pintu perlintasan yang sudah tertutup itu.

“Jadi, awal mula, ya, mereka menerobos melalui celah dari palang yang tidak tertutup. Kemudian, berhenti di depan palang. Kebanyakan lihat kanan kiri dulu. Kalau tidak terlihat kereta mendekat, itu yang membuat mereka menerobos,” paparnya.

Namun, lanjutnya, ada juga pengendara yang langsung menaikkan kecepatannya ketika sirene sudah berbunyi dan palang akan tertutup. Hal itu menurutnya sama saja berbahaya dan bisa-bisa menyebabkan kecelakaan.

BARATAN, Radar Jember – Adanya palang pintu perlintasan kereta api bertujuan melindungi jalan khusus kereta api dan pengguna jalan. Namun, pada sejumlah titik wilayah palang pintu kereta di Jember, beberapa para pengendara masih tak menaati aturan yang ada. Terlebih, banyak pengendara yang tidak sabar dan berhenti tidak pada tempat seharusnya, yakni di belakang palang perlintasan.

BACA JUGA : Rencana Kenaikan UMK 2023 di Jember Setara Beras 15 Kilogram

Hal itu seperti diutarakan oleh, Ahmad Malik, penjaga jalur lintasan (PJL) di pos perlintasan Jalan Bondowoso-Jember, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang. Menurutnya, tidak sedikit pengendara yang mengabaikan alarm serta palang pintu perlintasan yang sudah tertutup itu.

“Jadi, awal mula, ya, mereka menerobos melalui celah dari palang yang tidak tertutup. Kemudian, berhenti di depan palang. Kebanyakan lihat kanan kiri dulu. Kalau tidak terlihat kereta mendekat, itu yang membuat mereka menerobos,” paparnya.

Namun, lanjutnya, ada juga pengendara yang langsung menaikkan kecepatannya ketika sirene sudah berbunyi dan palang akan tertutup. Hal itu menurutnya sama saja berbahaya dan bisa-bisa menyebabkan kecelakaan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca