23.2 C
Jember
Monday, 30 January 2023

Mahasiswa Teknik Sipil Unej, Ubah Sampah Plastik Jadi Material Bangunan

Mobile_AP_Rectangle 1

KERTOSARI, Radar Jember – Sampah plastik menjadi problem tersendiri bagi lingkungan bila tidak dilakukan pengolahan. Lewat sentuhan tangan dingin mahasiswa Teknik Sipil Universitas Jember (Unej), sampah plastik bisa dioptimalkan menjadi bahan bangunan, yaitu paving.

BACA JUGA : Dinding Rumah Warga Semboro Jember Jebol Akibat Longsor

Membuat paving dari sampah plastik tersebut juga menjadi inovasi agar tidak lagi bergantung pada alam dalam pembuatan material bangunan. “Ke depan bahan bangunan dari alam, seperti pasir hingga batu, akan mulai berkurang, sehingga perlu memanfaatkan barang sekitar yang tidak dipakai sebagai bahan bangunan. Seperti dari sampah,” ucap Dr Anik Ratnaningsih.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketua Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember (Unej), itu menyampaikan, alat yang dibuat mahasiswa teknik sipil Unej tersebut terdiri atas dua bagian yang memiliki fungsi berbeda. Bagian pertama adalah pengaduk dan peleleh material dengan desainnya memanfaatkan tong limbah bahan kimia. Bagian kedua adalah filterisasi udara akibat pelelehan plastik agar tidak terjadi polusi udara yang didesain dengan konsep spray atau penyemprotan air melalui pipa yang didorong oleh pompa dengan energi surya,” katanya Anik.

Steven Heri Yulianto, mahasiswa teknik sipil yang membuat alat tersebut bersama rekannya, menguraikan, ada dua panel tenaga surya yang menghasilkan tenaga untuk menghidupkan pompa air. Air yang keluar dari pompa tersebut disemprotkan di bagian filterisasi penampung asap pembakaran. “Agar asap dari pembakaran sampah plastik ini tidak mencemari lingkungan, maka harus dinetralkan. Oleh karena itu, asap dikumpulkan di bagian filterisasi dan disemprot dengan air,” paparnya.

- Advertisement -

KERTOSARI, Radar Jember – Sampah plastik menjadi problem tersendiri bagi lingkungan bila tidak dilakukan pengolahan. Lewat sentuhan tangan dingin mahasiswa Teknik Sipil Universitas Jember (Unej), sampah plastik bisa dioptimalkan menjadi bahan bangunan, yaitu paving.

BACA JUGA : Dinding Rumah Warga Semboro Jember Jebol Akibat Longsor

Membuat paving dari sampah plastik tersebut juga menjadi inovasi agar tidak lagi bergantung pada alam dalam pembuatan material bangunan. “Ke depan bahan bangunan dari alam, seperti pasir hingga batu, akan mulai berkurang, sehingga perlu memanfaatkan barang sekitar yang tidak dipakai sebagai bahan bangunan. Seperti dari sampah,” ucap Dr Anik Ratnaningsih.

Ketua Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember (Unej), itu menyampaikan, alat yang dibuat mahasiswa teknik sipil Unej tersebut terdiri atas dua bagian yang memiliki fungsi berbeda. Bagian pertama adalah pengaduk dan peleleh material dengan desainnya memanfaatkan tong limbah bahan kimia. Bagian kedua adalah filterisasi udara akibat pelelehan plastik agar tidak terjadi polusi udara yang didesain dengan konsep spray atau penyemprotan air melalui pipa yang didorong oleh pompa dengan energi surya,” katanya Anik.

Steven Heri Yulianto, mahasiswa teknik sipil yang membuat alat tersebut bersama rekannya, menguraikan, ada dua panel tenaga surya yang menghasilkan tenaga untuk menghidupkan pompa air. Air yang keluar dari pompa tersebut disemprotkan di bagian filterisasi penampung asap pembakaran. “Agar asap dari pembakaran sampah plastik ini tidak mencemari lingkungan, maka harus dinetralkan. Oleh karena itu, asap dikumpulkan di bagian filterisasi dan disemprot dengan air,” paparnya.

KERTOSARI, Radar Jember – Sampah plastik menjadi problem tersendiri bagi lingkungan bila tidak dilakukan pengolahan. Lewat sentuhan tangan dingin mahasiswa Teknik Sipil Universitas Jember (Unej), sampah plastik bisa dioptimalkan menjadi bahan bangunan, yaitu paving.

BACA JUGA : Dinding Rumah Warga Semboro Jember Jebol Akibat Longsor

Membuat paving dari sampah plastik tersebut juga menjadi inovasi agar tidak lagi bergantung pada alam dalam pembuatan material bangunan. “Ke depan bahan bangunan dari alam, seperti pasir hingga batu, akan mulai berkurang, sehingga perlu memanfaatkan barang sekitar yang tidak dipakai sebagai bahan bangunan. Seperti dari sampah,” ucap Dr Anik Ratnaningsih.

Ketua Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember (Unej), itu menyampaikan, alat yang dibuat mahasiswa teknik sipil Unej tersebut terdiri atas dua bagian yang memiliki fungsi berbeda. Bagian pertama adalah pengaduk dan peleleh material dengan desainnya memanfaatkan tong limbah bahan kimia. Bagian kedua adalah filterisasi udara akibat pelelehan plastik agar tidak terjadi polusi udara yang didesain dengan konsep spray atau penyemprotan air melalui pipa yang didorong oleh pompa dengan energi surya,” katanya Anik.

Steven Heri Yulianto, mahasiswa teknik sipil yang membuat alat tersebut bersama rekannya, menguraikan, ada dua panel tenaga surya yang menghasilkan tenaga untuk menghidupkan pompa air. Air yang keluar dari pompa tersebut disemprotkan di bagian filterisasi penampung asap pembakaran. “Agar asap dari pembakaran sampah plastik ini tidak mencemari lingkungan, maka harus dinetralkan. Oleh karena itu, asap dikumpulkan di bagian filterisasi dan disemprot dengan air,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca