alexametrics
22.8 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Oknum Perguruan Silat Keroyok Mahasiswa karena Persoalan Atribut

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setelah lama reda, kasus penganiayaan yang melibatkan oknum perguruan silat kembali terjadi. Kali ini, korbannya adalah seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Kaliwates Jember. Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Jember, insiden pemukulan itu terjadi di sebuah rumah kontrakan, Jalan Kiai Mojo, Kaliwates Jember, Minggu (28/11) sekitar pukul 02.00 dini hari.

Saat itu, korban yang diketahui bernama Rahmatullah, mahasiswa Universitas Islam Jember (UIJ), tiba-tiba didatangi oleh sekitar delapan orang tak dikenal, persis di depan kontrakannya. Korban dan terduga pelaku sempat terlibat adu mulut karena korban dianggap mengenakan atribut salah satu perguruan silat yang ada di Jember.

Umar Badawi, salah seorang saksi mata, menceritakan, setelah keduanya terjadi keributan, korban seketika mendapat pukulan dari para pelaku. “Sempat adu mulut, karena korban dinilai bukan anggota PSHT, tapi menggunakan atribut PSHT Jember. Dari situ cekcok sampai kemudian korban dipukul oleh para pelaku,” kata Umar.

Mobile_AP_Rectangle 2

Akibat pemukulan itu, korban mengalami luka memar di sejumlah bagian kepala. Merasa tidak terima, korban melaporkan kasus penganiayaan yang menimpa dirinya ke Polres Jember, kemarin (28/11). “Alhamdulillah, tadi kami sudah membuat laporan dan diterima oleh Polres Jember. Kami berharap segera diproses,” ucap Umar, seusai mendampingi korban membuat laporan di SPKT Polres Jember.

Kasus penganiayaan yang melibatkan oknum perguruan silat itu berpotensi kembali memicu permasalahan yang melibatkan oknum perguruan silat. Sebab, sebelumnya sempat mencuat tuntutan pembekuan aktivitas perguruan silat yang kerap membikin onar. Bahkan, sampai direspons oleh DPRD dan Bupati Jember. Setelah lama mereda, kini bergejolak lagi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setelah lama reda, kasus penganiayaan yang melibatkan oknum perguruan silat kembali terjadi. Kali ini, korbannya adalah seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Kaliwates Jember. Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Jember, insiden pemukulan itu terjadi di sebuah rumah kontrakan, Jalan Kiai Mojo, Kaliwates Jember, Minggu (28/11) sekitar pukul 02.00 dini hari.

Saat itu, korban yang diketahui bernama Rahmatullah, mahasiswa Universitas Islam Jember (UIJ), tiba-tiba didatangi oleh sekitar delapan orang tak dikenal, persis di depan kontrakannya. Korban dan terduga pelaku sempat terlibat adu mulut karena korban dianggap mengenakan atribut salah satu perguruan silat yang ada di Jember.

Umar Badawi, salah seorang saksi mata, menceritakan, setelah keduanya terjadi keributan, korban seketika mendapat pukulan dari para pelaku. “Sempat adu mulut, karena korban dinilai bukan anggota PSHT, tapi menggunakan atribut PSHT Jember. Dari situ cekcok sampai kemudian korban dipukul oleh para pelaku,” kata Umar.

Akibat pemukulan itu, korban mengalami luka memar di sejumlah bagian kepala. Merasa tidak terima, korban melaporkan kasus penganiayaan yang menimpa dirinya ke Polres Jember, kemarin (28/11). “Alhamdulillah, tadi kami sudah membuat laporan dan diterima oleh Polres Jember. Kami berharap segera diproses,” ucap Umar, seusai mendampingi korban membuat laporan di SPKT Polres Jember.

Kasus penganiayaan yang melibatkan oknum perguruan silat itu berpotensi kembali memicu permasalahan yang melibatkan oknum perguruan silat. Sebab, sebelumnya sempat mencuat tuntutan pembekuan aktivitas perguruan silat yang kerap membikin onar. Bahkan, sampai direspons oleh DPRD dan Bupati Jember. Setelah lama mereda, kini bergejolak lagi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setelah lama reda, kasus penganiayaan yang melibatkan oknum perguruan silat kembali terjadi. Kali ini, korbannya adalah seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Kaliwates Jember. Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Jember, insiden pemukulan itu terjadi di sebuah rumah kontrakan, Jalan Kiai Mojo, Kaliwates Jember, Minggu (28/11) sekitar pukul 02.00 dini hari.

Saat itu, korban yang diketahui bernama Rahmatullah, mahasiswa Universitas Islam Jember (UIJ), tiba-tiba didatangi oleh sekitar delapan orang tak dikenal, persis di depan kontrakannya. Korban dan terduga pelaku sempat terlibat adu mulut karena korban dianggap mengenakan atribut salah satu perguruan silat yang ada di Jember.

Umar Badawi, salah seorang saksi mata, menceritakan, setelah keduanya terjadi keributan, korban seketika mendapat pukulan dari para pelaku. “Sempat adu mulut, karena korban dinilai bukan anggota PSHT, tapi menggunakan atribut PSHT Jember. Dari situ cekcok sampai kemudian korban dipukul oleh para pelaku,” kata Umar.

Akibat pemukulan itu, korban mengalami luka memar di sejumlah bagian kepala. Merasa tidak terima, korban melaporkan kasus penganiayaan yang menimpa dirinya ke Polres Jember, kemarin (28/11). “Alhamdulillah, tadi kami sudah membuat laporan dan diterima oleh Polres Jember. Kami berharap segera diproses,” ucap Umar, seusai mendampingi korban membuat laporan di SPKT Polres Jember.

Kasus penganiayaan yang melibatkan oknum perguruan silat itu berpotensi kembali memicu permasalahan yang melibatkan oknum perguruan silat. Sebab, sebelumnya sempat mencuat tuntutan pembekuan aktivitas perguruan silat yang kerap membikin onar. Bahkan, sampai direspons oleh DPRD dan Bupati Jember. Setelah lama mereda, kini bergejolak lagi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/