alexametrics
19.8 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Silon KPU Jember Bocor?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sistem Informasi Pencalonan (Silon) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jember diduga bocor. Kasus ini mencuat setelah Yuswanto melapor ke Polres Jember. Warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Bangsalsari, itu ingin agar kasus ini diusut tuntas.

Benarkah Silon Itu bocor? Menurut Yuswanto, pada pertengahan Oktober lalu, dia menemukan sebuah amplop berwarna cokelat. Pengirimnya tidak jelas alias tanpa identitas. Nah, di dalamnya diduga berisi tentang data Silon, termasuk sebuah flashdisk. “Begitu dicek ke kantor tim pemenangan Faida-Vian, datanya sama,” kata Yuswanto, Senin (26/10).

Pria ini pun menduga ada yang sengaja membocorkan. Apalagi, salinan Silon yang berisi data pendukung pencalonan Faida-Vian melalui jalur independen itu merupakan rahasia negara. Untuk itulah, dirinya melaporkan KPU Jember ke Polres Jember. “Salinan itu ada sekitar lima kecamatan,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, Haris Afianto SH, kuasa hukum Yuswanto, menyebut bahwa seharusnya data Silon berikut NIK warga pendukung Faida-Vian hanya diketahui KPU Jember. Tidak pula tersebar ke publik. “KPU Jember harus bertanggung jawab,” ucap pria yang akrab disapa Alvin itu.

Bocornya data Silon sebanyak 146.867 NIK tersebut dinilai sebagai tindak pidana. Apalagi data Silon tersebar baik hardcopy maupun softcopy-nya. Hal inilah yang menurut Alvin sebagai tindak pidana sesuai Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). “Jangankan publik, Bawaslu saja tidak boleh melihat data di Silon, yang punya hak hanya KPU saja,” tegasnya.

Kasus ini pun tak sekadar dilaporkan ke polisi, tetapi juga dilaporkan ke Bawaslu Jember. Sejauh ini, pihaknya melaporkan lembaga KPU Jember karena menilai data Silon hanya boleh diketahui institusi KPU. “Soal nanti ada oknum atau pihak lain yang mencuri, itu bukan wewenang kami,” cetusnya.

Sementara itu, Ketua KPU Jember Muhammad Syai’in menegaskan, data KPU Jember belum pernah bocor. Apalagi memberitahukan ke publik. Atas dugaan bocornya Silon itu pun, Syai’in mengaku akan melihat data Silon seperti apa yang dilaporkan ke Polres Jember.

“Yang tahu password data Silon itu Pak Santo (Komisioner KPU Jember, Ahmad Susanto). Tetapi yang jelas, KPU Jember tidak pernah memberi tahu data Silon tersebut kepada siapa pun,” tegasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sistem Informasi Pencalonan (Silon) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jember diduga bocor. Kasus ini mencuat setelah Yuswanto melapor ke Polres Jember. Warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Bangsalsari, itu ingin agar kasus ini diusut tuntas.

Benarkah Silon Itu bocor? Menurut Yuswanto, pada pertengahan Oktober lalu, dia menemukan sebuah amplop berwarna cokelat. Pengirimnya tidak jelas alias tanpa identitas. Nah, di dalamnya diduga berisi tentang data Silon, termasuk sebuah flashdisk. “Begitu dicek ke kantor tim pemenangan Faida-Vian, datanya sama,” kata Yuswanto, Senin (26/10).

Pria ini pun menduga ada yang sengaja membocorkan. Apalagi, salinan Silon yang berisi data pendukung pencalonan Faida-Vian melalui jalur independen itu merupakan rahasia negara. Untuk itulah, dirinya melaporkan KPU Jember ke Polres Jember. “Salinan itu ada sekitar lima kecamatan,” tuturnya.

Sementara itu, Haris Afianto SH, kuasa hukum Yuswanto, menyebut bahwa seharusnya data Silon berikut NIK warga pendukung Faida-Vian hanya diketahui KPU Jember. Tidak pula tersebar ke publik. “KPU Jember harus bertanggung jawab,” ucap pria yang akrab disapa Alvin itu.

Bocornya data Silon sebanyak 146.867 NIK tersebut dinilai sebagai tindak pidana. Apalagi data Silon tersebar baik hardcopy maupun softcopy-nya. Hal inilah yang menurut Alvin sebagai tindak pidana sesuai Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). “Jangankan publik, Bawaslu saja tidak boleh melihat data di Silon, yang punya hak hanya KPU saja,” tegasnya.

Kasus ini pun tak sekadar dilaporkan ke polisi, tetapi juga dilaporkan ke Bawaslu Jember. Sejauh ini, pihaknya melaporkan lembaga KPU Jember karena menilai data Silon hanya boleh diketahui institusi KPU. “Soal nanti ada oknum atau pihak lain yang mencuri, itu bukan wewenang kami,” cetusnya.

Sementara itu, Ketua KPU Jember Muhammad Syai’in menegaskan, data KPU Jember belum pernah bocor. Apalagi memberitahukan ke publik. Atas dugaan bocornya Silon itu pun, Syai’in mengaku akan melihat data Silon seperti apa yang dilaporkan ke Polres Jember.

“Yang tahu password data Silon itu Pak Santo (Komisioner KPU Jember, Ahmad Susanto). Tetapi yang jelas, KPU Jember tidak pernah memberi tahu data Silon tersebut kepada siapa pun,” tegasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sistem Informasi Pencalonan (Silon) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jember diduga bocor. Kasus ini mencuat setelah Yuswanto melapor ke Polres Jember. Warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Bangsalsari, itu ingin agar kasus ini diusut tuntas.

Benarkah Silon Itu bocor? Menurut Yuswanto, pada pertengahan Oktober lalu, dia menemukan sebuah amplop berwarna cokelat. Pengirimnya tidak jelas alias tanpa identitas. Nah, di dalamnya diduga berisi tentang data Silon, termasuk sebuah flashdisk. “Begitu dicek ke kantor tim pemenangan Faida-Vian, datanya sama,” kata Yuswanto, Senin (26/10).

Pria ini pun menduga ada yang sengaja membocorkan. Apalagi, salinan Silon yang berisi data pendukung pencalonan Faida-Vian melalui jalur independen itu merupakan rahasia negara. Untuk itulah, dirinya melaporkan KPU Jember ke Polres Jember. “Salinan itu ada sekitar lima kecamatan,” tuturnya.

Sementara itu, Haris Afianto SH, kuasa hukum Yuswanto, menyebut bahwa seharusnya data Silon berikut NIK warga pendukung Faida-Vian hanya diketahui KPU Jember. Tidak pula tersebar ke publik. “KPU Jember harus bertanggung jawab,” ucap pria yang akrab disapa Alvin itu.

Bocornya data Silon sebanyak 146.867 NIK tersebut dinilai sebagai tindak pidana. Apalagi data Silon tersebar baik hardcopy maupun softcopy-nya. Hal inilah yang menurut Alvin sebagai tindak pidana sesuai Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). “Jangankan publik, Bawaslu saja tidak boleh melihat data di Silon, yang punya hak hanya KPU saja,” tegasnya.

Kasus ini pun tak sekadar dilaporkan ke polisi, tetapi juga dilaporkan ke Bawaslu Jember. Sejauh ini, pihaknya melaporkan lembaga KPU Jember karena menilai data Silon hanya boleh diketahui institusi KPU. “Soal nanti ada oknum atau pihak lain yang mencuri, itu bukan wewenang kami,” cetusnya.

Sementara itu, Ketua KPU Jember Muhammad Syai’in menegaskan, data KPU Jember belum pernah bocor. Apalagi memberitahukan ke publik. Atas dugaan bocornya Silon itu pun, Syai’in mengaku akan melihat data Silon seperti apa yang dilaporkan ke Polres Jember.

“Yang tahu password data Silon itu Pak Santo (Komisioner KPU Jember, Ahmad Susanto). Tetapi yang jelas, KPU Jember tidak pernah memberi tahu data Silon tersebut kepada siapa pun,” tegasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/