alexametrics
29.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Ombak Pantai Puger Mengamuk, Hingga Perahu Jadi Begini

Mobile_AP_Rectangle 1

PUGER KULON, RADARJEMBER.ID – Nelayan yang mencari ikan bukan hanya direpotkan saat berangkat melaut. Saat pulang membawa hasil tangkapan, mereka juga dibuat susah. Pasalnya, ombak kerap tak bisa diprediksi. Suatu saat bisa mengamuk, suatu saat lain kelewat tenang hingga surut.

Hal ini membuat nakhoda perahu harus pandai membaca ombak agar bisa berangkat dan pulang dengan selamat. Jika tak mahir, bisa jadi perahunya kandas. Seperti yang terjadi pada perahu sekoci milik nelayan asal Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger. Sekocinya kandas sehingga tak bisa bersandar dengan normal.

Akibatnya, hasil tangkapan harus dipindah lewat darat menggunakan mobil. Sementara itu, sekoci terpaksa ditarik keesokan paginya, menggunakan perahu milik nelayan lain. Sebab, bagian baling-baling perahu tertancap di pasir sehingga tak bisa digerakkan. Demikian juga dengan papan besi yang biasa digunakan untuk menggerakkan sekoci, juga tertancap.

- Advertisement -

PUGER KULON, RADARJEMBER.ID – Nelayan yang mencari ikan bukan hanya direpotkan saat berangkat melaut. Saat pulang membawa hasil tangkapan, mereka juga dibuat susah. Pasalnya, ombak kerap tak bisa diprediksi. Suatu saat bisa mengamuk, suatu saat lain kelewat tenang hingga surut.

Hal ini membuat nakhoda perahu harus pandai membaca ombak agar bisa berangkat dan pulang dengan selamat. Jika tak mahir, bisa jadi perahunya kandas. Seperti yang terjadi pada perahu sekoci milik nelayan asal Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger. Sekocinya kandas sehingga tak bisa bersandar dengan normal.

Akibatnya, hasil tangkapan harus dipindah lewat darat menggunakan mobil. Sementara itu, sekoci terpaksa ditarik keesokan paginya, menggunakan perahu milik nelayan lain. Sebab, bagian baling-baling perahu tertancap di pasir sehingga tak bisa digerakkan. Demikian juga dengan papan besi yang biasa digunakan untuk menggerakkan sekoci, juga tertancap.

PUGER KULON, RADARJEMBER.ID – Nelayan yang mencari ikan bukan hanya direpotkan saat berangkat melaut. Saat pulang membawa hasil tangkapan, mereka juga dibuat susah. Pasalnya, ombak kerap tak bisa diprediksi. Suatu saat bisa mengamuk, suatu saat lain kelewat tenang hingga surut.

Hal ini membuat nakhoda perahu harus pandai membaca ombak agar bisa berangkat dan pulang dengan selamat. Jika tak mahir, bisa jadi perahunya kandas. Seperti yang terjadi pada perahu sekoci milik nelayan asal Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger. Sekocinya kandas sehingga tak bisa bersandar dengan normal.

Akibatnya, hasil tangkapan harus dipindah lewat darat menggunakan mobil. Sementara itu, sekoci terpaksa ditarik keesokan paginya, menggunakan perahu milik nelayan lain. Sebab, bagian baling-baling perahu tertancap di pasir sehingga tak bisa digerakkan. Demikian juga dengan papan besi yang biasa digunakan untuk menggerakkan sekoci, juga tertancap.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/