alexametrics
23.5 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Tak Bergantung pada Industri

Potensi Ternak Itik Terbuka Lebar

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bekerja dari rumah menjadi kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk mencari uang tambahan saat korona seperti ini. Salah satu prospek yang menjanjikan adalah ternak itik.

Mustakim, peternak itik atau bebek asal Gumukmas, memutuskan untuk mengubah rumahnya sebagai tempat penetasan telur itik. Telur yang telah menetas akan menjadi bibit itik yang siap didistribusikan ke berbagai peternak lain. “Sebagian besar dijual bibitnya. Sebagian kecil dibesarkan sendiri,” jelasnya.

Dia mengaku, prospek ternak itik lebih menjanjikan daripada unggas lainnya untuk saat ini. Bila dibandingkan dengan ayam potong yang selama ini banyak digeluti peternak unggas pada umumnya, tentu permintaan konsumen lebih tinggi. Keunggulan itik adalah peternak lebih berdikari. Sebab, bibitnya bisa ditetaskan peternak tradisional seperti dirinya, tidak bergantung pada bibit pabrikan. “Hanya pakan yang dari pabrikan,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Harga jualnya juga cenderung stabil di angka Rp 23 ribu per ekor, dengan berat setidaknya 0,8 hingga 1 kilogram. Apalagi, konsumsi daging bebek mulai meningkat lantaran mulai banyak rumah makan menyediakan menu utama olahan bebek.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bekerja dari rumah menjadi kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk mencari uang tambahan saat korona seperti ini. Salah satu prospek yang menjanjikan adalah ternak itik.

Mustakim, peternak itik atau bebek asal Gumukmas, memutuskan untuk mengubah rumahnya sebagai tempat penetasan telur itik. Telur yang telah menetas akan menjadi bibit itik yang siap didistribusikan ke berbagai peternak lain. “Sebagian besar dijual bibitnya. Sebagian kecil dibesarkan sendiri,” jelasnya.

Dia mengaku, prospek ternak itik lebih menjanjikan daripada unggas lainnya untuk saat ini. Bila dibandingkan dengan ayam potong yang selama ini banyak digeluti peternak unggas pada umumnya, tentu permintaan konsumen lebih tinggi. Keunggulan itik adalah peternak lebih berdikari. Sebab, bibitnya bisa ditetaskan peternak tradisional seperti dirinya, tidak bergantung pada bibit pabrikan. “Hanya pakan yang dari pabrikan,” jelasnya.

Harga jualnya juga cenderung stabil di angka Rp 23 ribu per ekor, dengan berat setidaknya 0,8 hingga 1 kilogram. Apalagi, konsumsi daging bebek mulai meningkat lantaran mulai banyak rumah makan menyediakan menu utama olahan bebek.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bekerja dari rumah menjadi kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk mencari uang tambahan saat korona seperti ini. Salah satu prospek yang menjanjikan adalah ternak itik.

Mustakim, peternak itik atau bebek asal Gumukmas, memutuskan untuk mengubah rumahnya sebagai tempat penetasan telur itik. Telur yang telah menetas akan menjadi bibit itik yang siap didistribusikan ke berbagai peternak lain. “Sebagian besar dijual bibitnya. Sebagian kecil dibesarkan sendiri,” jelasnya.

Dia mengaku, prospek ternak itik lebih menjanjikan daripada unggas lainnya untuk saat ini. Bila dibandingkan dengan ayam potong yang selama ini banyak digeluti peternak unggas pada umumnya, tentu permintaan konsumen lebih tinggi. Keunggulan itik adalah peternak lebih berdikari. Sebab, bibitnya bisa ditetaskan peternak tradisional seperti dirinya, tidak bergantung pada bibit pabrikan. “Hanya pakan yang dari pabrikan,” jelasnya.

Harga jualnya juga cenderung stabil di angka Rp 23 ribu per ekor, dengan berat setidaknya 0,8 hingga 1 kilogram. Apalagi, konsumsi daging bebek mulai meningkat lantaran mulai banyak rumah makan menyediakan menu utama olahan bebek.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/