alexametrics
24.1 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Muncul Gejolak Penertiban APK

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) di Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates sempat bergejolak. Panwascam Kaliwates bahkan harus terlibat cekcok dengan warga setempat. Hal itu muncul dalam video yang ramai beredar di medsos.

Dalam video yang beredar, warga minta agar Panwascam yang bertugas di lokasi menunjukkan KTP. Selain itu, warga juga minta agar Panwascam menunjukkan surat tugas. Namun, Panwascam tidak menunjukkan KTP-nya dan surat tugas. Penertiban itu pun sempat menjadi runyam. Cekcok mulut pun akhirnya dimediasi oleh RT/RW setempat.

Dikonfirmasi, Komisioner Bawaslu Jember, Devi Aulia mengungkap, penertiban sejatinya diinstruksikan oleh Bawaslu Jember. Sasaran pertama adalah di jalan poros dan dilanjutkan ke jalan-jalan yang masuk. Nah, penertiban di sebuah jalan menurutnya merupakan proses lanjutan dari penertiban sebelumnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Panwascam semalam itu melakukan penertiban lanjutan. Kaliwates itu kan wilayahnya luas. Ketika turun pertama juga bersama Satpol PP dan kepolisian. Tetapi karena ada tempat atau wilayah yang belum terjangkau. Akhirnya Panwascam bagi tugas di wilayah Tegal Besar,” bebernya.

Ditanya apakah panwascam yang melakukan penertiban harus membawa surat tugas, Devi menegaskan tidak. “Tidak perlu membawa surat tugas, karena itu penanganan pelanggaran. Jadi kalau ada pelanggaran, maka harus ditindaklanjuti. Tanpa surat tugas bisa dilakukan karena itu kewenangannya,” tegas Devi yang membidangi Devisi Hukum di Bawaslu Jember itu.

Kaitan dengan turunnya Panwascam yang saat itu hanya empat orang, tidak ada permasalahan. Apakah Panwascam turun sendiri atau didampingi instansi lain, tetap tak menjadi permasalahan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) di Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates sempat bergejolak. Panwascam Kaliwates bahkan harus terlibat cekcok dengan warga setempat. Hal itu muncul dalam video yang ramai beredar di medsos.

Dalam video yang beredar, warga minta agar Panwascam yang bertugas di lokasi menunjukkan KTP. Selain itu, warga juga minta agar Panwascam menunjukkan surat tugas. Namun, Panwascam tidak menunjukkan KTP-nya dan surat tugas. Penertiban itu pun sempat menjadi runyam. Cekcok mulut pun akhirnya dimediasi oleh RT/RW setempat.

Dikonfirmasi, Komisioner Bawaslu Jember, Devi Aulia mengungkap, penertiban sejatinya diinstruksikan oleh Bawaslu Jember. Sasaran pertama adalah di jalan poros dan dilanjutkan ke jalan-jalan yang masuk. Nah, penertiban di sebuah jalan menurutnya merupakan proses lanjutan dari penertiban sebelumnya.

“Panwascam semalam itu melakukan penertiban lanjutan. Kaliwates itu kan wilayahnya luas. Ketika turun pertama juga bersama Satpol PP dan kepolisian. Tetapi karena ada tempat atau wilayah yang belum terjangkau. Akhirnya Panwascam bagi tugas di wilayah Tegal Besar,” bebernya.

Ditanya apakah panwascam yang melakukan penertiban harus membawa surat tugas, Devi menegaskan tidak. “Tidak perlu membawa surat tugas, karena itu penanganan pelanggaran. Jadi kalau ada pelanggaran, maka harus ditindaklanjuti. Tanpa surat tugas bisa dilakukan karena itu kewenangannya,” tegas Devi yang membidangi Devisi Hukum di Bawaslu Jember itu.

Kaitan dengan turunnya Panwascam yang saat itu hanya empat orang, tidak ada permasalahan. Apakah Panwascam turun sendiri atau didampingi instansi lain, tetap tak menjadi permasalahan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) di Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates sempat bergejolak. Panwascam Kaliwates bahkan harus terlibat cekcok dengan warga setempat. Hal itu muncul dalam video yang ramai beredar di medsos.

Dalam video yang beredar, warga minta agar Panwascam yang bertugas di lokasi menunjukkan KTP. Selain itu, warga juga minta agar Panwascam menunjukkan surat tugas. Namun, Panwascam tidak menunjukkan KTP-nya dan surat tugas. Penertiban itu pun sempat menjadi runyam. Cekcok mulut pun akhirnya dimediasi oleh RT/RW setempat.

Dikonfirmasi, Komisioner Bawaslu Jember, Devi Aulia mengungkap, penertiban sejatinya diinstruksikan oleh Bawaslu Jember. Sasaran pertama adalah di jalan poros dan dilanjutkan ke jalan-jalan yang masuk. Nah, penertiban di sebuah jalan menurutnya merupakan proses lanjutan dari penertiban sebelumnya.

“Panwascam semalam itu melakukan penertiban lanjutan. Kaliwates itu kan wilayahnya luas. Ketika turun pertama juga bersama Satpol PP dan kepolisian. Tetapi karena ada tempat atau wilayah yang belum terjangkau. Akhirnya Panwascam bagi tugas di wilayah Tegal Besar,” bebernya.

Ditanya apakah panwascam yang melakukan penertiban harus membawa surat tugas, Devi menegaskan tidak. “Tidak perlu membawa surat tugas, karena itu penanganan pelanggaran. Jadi kalau ada pelanggaran, maka harus ditindaklanjuti. Tanpa surat tugas bisa dilakukan karena itu kewenangannya,” tegas Devi yang membidangi Devisi Hukum di Bawaslu Jember itu.

Kaitan dengan turunnya Panwascam yang saat itu hanya empat orang, tidak ada permasalahan. Apakah Panwascam turun sendiri atau didampingi instansi lain, tetap tak menjadi permasalahan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/