alexametrics
23.5 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Dampak Tiga Pekan PPKM

Tingkat Pembuangan Sampah di TPA Pakusari Menurun

Mobile_AP_Rectangle 1

PAKUSARI, RADARJEMBER.ID – PPKM sejak 3 Juli lalu hingga perubahan menjadi PPKM level 4 yang berlangsung sampai saat ini rupanya berdampak terhadap kuantitas sampah. Tingkat pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari justru menurun.

Staf Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jember RM Masbut menyebut, penurunan jumlah sampah diprediksi hingga 20 persen. Hal ini diduga akibat penutupan pusat-pusat perbelanjaan dan pembatasan mobilitas masyarakat. “Biasanya setiap hari kami menerima buangan sampah rata-rata seberat 160 ton. Tapi, selama tiga mingguan ini kami cuma menerima 120 hingga 140-an ton,” ujar pria yang juga sebagai Koordinator TPA Pakusari itu.

PPKM bukan satu-satunya penyebab penurunan volume sampah yang masuk ke TPA Pakusari. Azis, karyawan pengemudi truk TPA Pakusari, mengatakan, penurunan jumlah dan berat sampah juga bisa disebabkan karena banyaknya sampah kering akibat musim kemarau. “Bisa jadi karena sampah kering. Biasanya di musim-musim kemarau agak berkurang. Cuma, yang sekarang memang agak banyak penurunannya,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Salah seorang pemulung, Sutiha, juga mengatakan, selama PPKM ini sampah plastik masih menjadi sampah terbanyak yang dia temukan. “Dari dulu yang banyak ya sampah plastik. Sampai sekarang juga masih banyak meskipun lagi kondisi PPKM,” ujarnya.

- Advertisement -

PAKUSARI, RADARJEMBER.ID – PPKM sejak 3 Juli lalu hingga perubahan menjadi PPKM level 4 yang berlangsung sampai saat ini rupanya berdampak terhadap kuantitas sampah. Tingkat pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari justru menurun.

Staf Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jember RM Masbut menyebut, penurunan jumlah sampah diprediksi hingga 20 persen. Hal ini diduga akibat penutupan pusat-pusat perbelanjaan dan pembatasan mobilitas masyarakat. “Biasanya setiap hari kami menerima buangan sampah rata-rata seberat 160 ton. Tapi, selama tiga mingguan ini kami cuma menerima 120 hingga 140-an ton,” ujar pria yang juga sebagai Koordinator TPA Pakusari itu.

PPKM bukan satu-satunya penyebab penurunan volume sampah yang masuk ke TPA Pakusari. Azis, karyawan pengemudi truk TPA Pakusari, mengatakan, penurunan jumlah dan berat sampah juga bisa disebabkan karena banyaknya sampah kering akibat musim kemarau. “Bisa jadi karena sampah kering. Biasanya di musim-musim kemarau agak berkurang. Cuma, yang sekarang memang agak banyak penurunannya,” tuturnya.

Salah seorang pemulung, Sutiha, juga mengatakan, selama PPKM ini sampah plastik masih menjadi sampah terbanyak yang dia temukan. “Dari dulu yang banyak ya sampah plastik. Sampai sekarang juga masih banyak meskipun lagi kondisi PPKM,” ujarnya.

PAKUSARI, RADARJEMBER.ID – PPKM sejak 3 Juli lalu hingga perubahan menjadi PPKM level 4 yang berlangsung sampai saat ini rupanya berdampak terhadap kuantitas sampah. Tingkat pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari justru menurun.

Staf Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jember RM Masbut menyebut, penurunan jumlah sampah diprediksi hingga 20 persen. Hal ini diduga akibat penutupan pusat-pusat perbelanjaan dan pembatasan mobilitas masyarakat. “Biasanya setiap hari kami menerima buangan sampah rata-rata seberat 160 ton. Tapi, selama tiga mingguan ini kami cuma menerima 120 hingga 140-an ton,” ujar pria yang juga sebagai Koordinator TPA Pakusari itu.

PPKM bukan satu-satunya penyebab penurunan volume sampah yang masuk ke TPA Pakusari. Azis, karyawan pengemudi truk TPA Pakusari, mengatakan, penurunan jumlah dan berat sampah juga bisa disebabkan karena banyaknya sampah kering akibat musim kemarau. “Bisa jadi karena sampah kering. Biasanya di musim-musim kemarau agak berkurang. Cuma, yang sekarang memang agak banyak penurunannya,” tuturnya.

Salah seorang pemulung, Sutiha, juga mengatakan, selama PPKM ini sampah plastik masih menjadi sampah terbanyak yang dia temukan. “Dari dulu yang banyak ya sampah plastik. Sampai sekarang juga masih banyak meskipun lagi kondisi PPKM,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/