BERBEDA: Bikin Komunitas Literasi “Unity Of Writer”

Kiprah Muhammad Abdul Rauf, Perintis Unity of Writer Komunitas Literasi dengan Konsep Diskusi, Menulis, dan Saling Koreksi

PANTI, RADARJEMBER.ID – UNITY of Writer adalah sebuah komunitas kepenulisan yang didirikan sejak 2019 lalu oleh alumnus Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN Khas) Jember. Dia bernama Muhammad Abdul Rauf. Komunitas ini terbentuk dari kegelisahan pemuda itu mengenai eksistensi organisasi kepenulisan yang dinilainya belum dapat merepresentasikan kebutuhan anggotanya secara utuh. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya prosedur yang harus dipenuhi anggota secara administratif.

Sejak menjadi mahasiswa baru, Rauf memang memiliki antusiasme tinggi dengan dunia kepenulisan. Oleh sebab itu, banyak juga komunitas atau organisasi kepenulisan yang ia ikuti. Dia juga banyak mengikuti lomba karya tulis ilmiah. “Aku melihat ada beberapa komunitas kepenulisan, tapi tidak bisa merepresentasikan kebutuhan teman-teman,” ungkap laki-laki yang tengah menempuh studi Magister Hukum di Universitas Jember tersebut.

Komunitas Unity of Writer ini merupakan ikhtiar untuk menjawab keresahan mahasiswa dalam bidang kepenulisan di kampusnya. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak orang yang tertarik untuk bergabung dalam komunitas itu. Tak hanya mahasiswa, mereka juga berasal dari siswa SMA dan para pekerja profesional yang memiliki ketertarikan di bidang kepenulisan.

Model pengenalan atau pembelajaran kepenulisan yang diaplikasikan adalah diskusi, menulis, dan koreksi. Diskusi ini berlangsung secara fleksibel, melalui daring dan luring. Untuk anggota yang jaraknya jauh atau di luar Jember, diskusi secara otomatis akan berlangsung secara daring. Topik yang didiskusikan juga relatif beragam, yang berkorelasi dengan isu-isu kontemporer.

Seusai diskusi, semua anggota diharuskan menulis sesuai dengan sudut pandang mereka. Jenis tulisannya pun tidak harus bersifat formal, misalnya dalam bentuk esai atau opini. Selepas menulis, mereka mengoreksi bersama secara bergiliran. “Sehingga dalam komunitas ini belajar kepenulisannya memiliki parameter yang terukur. Anggota komunitas tidak harus menulis satu tema khusus, dan nanti dikoreksi satu sama lain oleh semua anggota. Misalnya dari kaidah bahasanya, gramatikal, dan kalimatnya,” terang lulusan SMK Nurul Jadid itu.

Pada pertemuan awal, para anggota dibekali dasar-dasar kepenulisan. Materi ini diberikan langsung oleh para praktisi di bidangnya. Misalnya, para pakar esai senior, wartawan senior, dan pakar yang kompeten dalam isu tertentu.

Targetnya, para anggota yang mengikuti komunitas ini dapat berkarya secara langsung dalam bentuk lomba atau karya yang dapat dinikmati oleh publik. Hingga saat ini, anggota komunitas sekitar 80-an orang. Mereka tersebar di seluruh Indonesia. Ke depan, Rauf berharap komunitasnya dapat diikuti oleh seluruh kalangan yang menyebar di seluruh wilayah. Termasuk di luar Indonesia. “Harapannya, ke depan komunitas ini bisa lebih luas. Dan diikuti oleh anggota dari luar Indonesia,” pungkas pemuda yang beralamat di Desa Pakis, Kecamatan Panti, tersebut.

Reporter : Dian Cahyani

Fotografer : Muhammad Abdul Rauf For Radar Jember

Editor : Mahrus Sholih