alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Rekomendasikan Cabup Jember dari NU

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR JEMBER.ID – Konstelasi politik lokal Jember memberi warna tersendiri dalam Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama (Konfercab NU), kemarin (28/7). Salah satu rekomendasi yang muncul yaitu harus ada ikhtiar agar calon Bupati Jember ke depan dari NU.

Ketua Pengurus Cabang (PC) NU Jember periode 2019-2024, KH Abdullah Samsul Arifin, yang terpilih lagi, menegaskan kesiapannya untuk menjalankan rekomendasi tersebut. Pria yang akrab dipanggil Gus Aab ini mengatakan, lahirnya rekomendasi itu bukan tanpa alasan, tetapi atas dorongan banyak kader NU yang mengikuti konfercab atau yang tidak.

Gus Aab menjelaskan, keberadaan pengurus NU tidak akan bisa lepas dengan situasi politik. Oleh karenanya, program rutin NU seperti turun ke bawah ke ranting-ranting, juga tak bisa lepas dengan urusan politik. Sebut saja, politik saat terjadi pemilihan presiden, pimilihan legislatif, serta pemilihan Gubernur Jawa Timur. Tak hanya itu, sebentar lagi juga akan dihadapkan dengan Pemilihan Bupati (Pilbup) Jember tahun 2020.

Mobile_AP_Rectangle 2

Untuk itulah, kepengurusan baru di tubuh NU harus memiliki ikhtiar lebih aktif mengusung dan mendukung kader NU untuk bisa menjadi Bupati Jember. “Sinergi itu tidak bisa sekadar ucapan, tetapi  diimplementasikan. Kita ikhtiarkan NU punya bupati. Itu juga menjadi rekomendasi dari pengurus lama kepada pengurus yang baru,” jelasnya.

Ikhtiar yang dimaksud tidak sekadar menunggu atau pasif. Namun, harus mampu mengomunikasikan dengan partai politik. “Paling tidak mengomunikasikan dengan partai  yang senapas dengan NU,” ujarnya.

- Advertisement -

RADAR JEMBER.ID – Konstelasi politik lokal Jember memberi warna tersendiri dalam Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama (Konfercab NU), kemarin (28/7). Salah satu rekomendasi yang muncul yaitu harus ada ikhtiar agar calon Bupati Jember ke depan dari NU.

Ketua Pengurus Cabang (PC) NU Jember periode 2019-2024, KH Abdullah Samsul Arifin, yang terpilih lagi, menegaskan kesiapannya untuk menjalankan rekomendasi tersebut. Pria yang akrab dipanggil Gus Aab ini mengatakan, lahirnya rekomendasi itu bukan tanpa alasan, tetapi atas dorongan banyak kader NU yang mengikuti konfercab atau yang tidak.

Gus Aab menjelaskan, keberadaan pengurus NU tidak akan bisa lepas dengan situasi politik. Oleh karenanya, program rutin NU seperti turun ke bawah ke ranting-ranting, juga tak bisa lepas dengan urusan politik. Sebut saja, politik saat terjadi pemilihan presiden, pimilihan legislatif, serta pemilihan Gubernur Jawa Timur. Tak hanya itu, sebentar lagi juga akan dihadapkan dengan Pemilihan Bupati (Pilbup) Jember tahun 2020.

Untuk itulah, kepengurusan baru di tubuh NU harus memiliki ikhtiar lebih aktif mengusung dan mendukung kader NU untuk bisa menjadi Bupati Jember. “Sinergi itu tidak bisa sekadar ucapan, tetapi  diimplementasikan. Kita ikhtiarkan NU punya bupati. Itu juga menjadi rekomendasi dari pengurus lama kepada pengurus yang baru,” jelasnya.

Ikhtiar yang dimaksud tidak sekadar menunggu atau pasif. Namun, harus mampu mengomunikasikan dengan partai politik. “Paling tidak mengomunikasikan dengan partai  yang senapas dengan NU,” ujarnya.

RADAR JEMBER.ID – Konstelasi politik lokal Jember memberi warna tersendiri dalam Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama (Konfercab NU), kemarin (28/7). Salah satu rekomendasi yang muncul yaitu harus ada ikhtiar agar calon Bupati Jember ke depan dari NU.

Ketua Pengurus Cabang (PC) NU Jember periode 2019-2024, KH Abdullah Samsul Arifin, yang terpilih lagi, menegaskan kesiapannya untuk menjalankan rekomendasi tersebut. Pria yang akrab dipanggil Gus Aab ini mengatakan, lahirnya rekomendasi itu bukan tanpa alasan, tetapi atas dorongan banyak kader NU yang mengikuti konfercab atau yang tidak.

Gus Aab menjelaskan, keberadaan pengurus NU tidak akan bisa lepas dengan situasi politik. Oleh karenanya, program rutin NU seperti turun ke bawah ke ranting-ranting, juga tak bisa lepas dengan urusan politik. Sebut saja, politik saat terjadi pemilihan presiden, pimilihan legislatif, serta pemilihan Gubernur Jawa Timur. Tak hanya itu, sebentar lagi juga akan dihadapkan dengan Pemilihan Bupati (Pilbup) Jember tahun 2020.

Untuk itulah, kepengurusan baru di tubuh NU harus memiliki ikhtiar lebih aktif mengusung dan mendukung kader NU untuk bisa menjadi Bupati Jember. “Sinergi itu tidak bisa sekadar ucapan, tetapi  diimplementasikan. Kita ikhtiarkan NU punya bupati. Itu juga menjadi rekomendasi dari pengurus lama kepada pengurus yang baru,” jelasnya.

Ikhtiar yang dimaksud tidak sekadar menunggu atau pasif. Namun, harus mampu mengomunikasikan dengan partai politik. “Paling tidak mengomunikasikan dengan partai  yang senapas dengan NU,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/