alexametrics
23 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Diskualifikasi Suroso Batal demi Hukum

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR JEMBER.ID – Pendiskualifikasian Suroso, bakal calon kepala desa (bacakades) Panti, Kecamatan Panti, akhirnya batal demi hukum. Suroso dipastikan melenggang ke tahap berikutnya, yakni penetapan cakades. Alhasil, pria yang sempat turun aksi bersama ratusan warga itu akan head to head dengan bacakades petahana, Akhmad Taufik.

Batalnya surat diskualifikasi yang ditandatangani Ketua Panitia Pilkades Panti, M Dimyati, disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispemasdes), Eko Heru Sunarso, kemarin (28/7). Menurutnya, panitia pilkades tidak boleh mengeluarkan surat diskualifikasi hanya karena persoalan dana sumbangan.

“Sabtu (28/7) kemarin, permasalahan pendaftaran Pilkades Panti sudah selesai. Diskualifikasi terhadap bacakades itu (Suroso, Red) sudah dibatalkan. Jadi, sudah bisa lolos dan masalahnya klir,” tegas Heru.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dikatakannya, pembatalan surat diskualifikasi dilakukan setelah pihaknya memanggil panitia pilkades serta berkoordinasi dengan sejumlah pihak. Dari hasil klarifikasi, diketahui terdapat kesepakatan bersama yang menyebut bahwa akhir pembayaran dana sumbangan Rp 96 juta lebih yaitu tanggal 24 Juli 2019. Akhir perbaikan administrasi juga disebut harus diselesaikan pada tanggal itu pula.

Lantaran surat pendiskualifikasian Suroso hanya berdasar tatib dan surat kesepakatan, maka panitia pilkades tingkat kabupaten membatalkan keputusan pendiskualifikasian tersebut. Heru menegaskan, terjadi kesalahan pada pembuatan tatib (tata tertib) dan kesepakatan, karena tidak berdasar dengan ketentuan seperti diatur di dalam pilbup serta SK bupati tentang tahapan pilkades.

“Pembuatan tatib dan surat kesepakatan itu salah, karena di dalam tahapan pilkades sesuai SK bupati yaitu akhir perbaikan administrasi yaitu tanggal 25 Juli 2019. Jadi, surat diskualifikasi itu batal karena ada kesalahan dalam proses pembuatan,” jelas Heru.

- Advertisement -

RADAR JEMBER.ID – Pendiskualifikasian Suroso, bakal calon kepala desa (bacakades) Panti, Kecamatan Panti, akhirnya batal demi hukum. Suroso dipastikan melenggang ke tahap berikutnya, yakni penetapan cakades. Alhasil, pria yang sempat turun aksi bersama ratusan warga itu akan head to head dengan bacakades petahana, Akhmad Taufik.

Batalnya surat diskualifikasi yang ditandatangani Ketua Panitia Pilkades Panti, M Dimyati, disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispemasdes), Eko Heru Sunarso, kemarin (28/7). Menurutnya, panitia pilkades tidak boleh mengeluarkan surat diskualifikasi hanya karena persoalan dana sumbangan.

“Sabtu (28/7) kemarin, permasalahan pendaftaran Pilkades Panti sudah selesai. Diskualifikasi terhadap bacakades itu (Suroso, Red) sudah dibatalkan. Jadi, sudah bisa lolos dan masalahnya klir,” tegas Heru.

Dikatakannya, pembatalan surat diskualifikasi dilakukan setelah pihaknya memanggil panitia pilkades serta berkoordinasi dengan sejumlah pihak. Dari hasil klarifikasi, diketahui terdapat kesepakatan bersama yang menyebut bahwa akhir pembayaran dana sumbangan Rp 96 juta lebih yaitu tanggal 24 Juli 2019. Akhir perbaikan administrasi juga disebut harus diselesaikan pada tanggal itu pula.

Lantaran surat pendiskualifikasian Suroso hanya berdasar tatib dan surat kesepakatan, maka panitia pilkades tingkat kabupaten membatalkan keputusan pendiskualifikasian tersebut. Heru menegaskan, terjadi kesalahan pada pembuatan tatib (tata tertib) dan kesepakatan, karena tidak berdasar dengan ketentuan seperti diatur di dalam pilbup serta SK bupati tentang tahapan pilkades.

“Pembuatan tatib dan surat kesepakatan itu salah, karena di dalam tahapan pilkades sesuai SK bupati yaitu akhir perbaikan administrasi yaitu tanggal 25 Juli 2019. Jadi, surat diskualifikasi itu batal karena ada kesalahan dalam proses pembuatan,” jelas Heru.

RADAR JEMBER.ID – Pendiskualifikasian Suroso, bakal calon kepala desa (bacakades) Panti, Kecamatan Panti, akhirnya batal demi hukum. Suroso dipastikan melenggang ke tahap berikutnya, yakni penetapan cakades. Alhasil, pria yang sempat turun aksi bersama ratusan warga itu akan head to head dengan bacakades petahana, Akhmad Taufik.

Batalnya surat diskualifikasi yang ditandatangani Ketua Panitia Pilkades Panti, M Dimyati, disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispemasdes), Eko Heru Sunarso, kemarin (28/7). Menurutnya, panitia pilkades tidak boleh mengeluarkan surat diskualifikasi hanya karena persoalan dana sumbangan.

“Sabtu (28/7) kemarin, permasalahan pendaftaran Pilkades Panti sudah selesai. Diskualifikasi terhadap bacakades itu (Suroso, Red) sudah dibatalkan. Jadi, sudah bisa lolos dan masalahnya klir,” tegas Heru.

Dikatakannya, pembatalan surat diskualifikasi dilakukan setelah pihaknya memanggil panitia pilkades serta berkoordinasi dengan sejumlah pihak. Dari hasil klarifikasi, diketahui terdapat kesepakatan bersama yang menyebut bahwa akhir pembayaran dana sumbangan Rp 96 juta lebih yaitu tanggal 24 Juli 2019. Akhir perbaikan administrasi juga disebut harus diselesaikan pada tanggal itu pula.

Lantaran surat pendiskualifikasian Suroso hanya berdasar tatib dan surat kesepakatan, maka panitia pilkades tingkat kabupaten membatalkan keputusan pendiskualifikasian tersebut. Heru menegaskan, terjadi kesalahan pada pembuatan tatib (tata tertib) dan kesepakatan, karena tidak berdasar dengan ketentuan seperti diatur di dalam pilbup serta SK bupati tentang tahapan pilkades.

“Pembuatan tatib dan surat kesepakatan itu salah, karena di dalam tahapan pilkades sesuai SK bupati yaitu akhir perbaikan administrasi yaitu tanggal 25 Juli 2019. Jadi, surat diskualifikasi itu batal karena ada kesalahan dalam proses pembuatan,” jelas Heru.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/