alexametrics
26.4 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Suka Pedas? Coba Ini Dijamin Sambalnya sampai Meletup-letup

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berwisata kuliner di Indonesia, khususnya Jember, memang tak jauh dari makanan cita rasa pedas. Banyak sekali olahan pedas yang tersebar di penjuru Jember. Cita rasa pedas tentunya tak terlepas dari sambal.

Menikmati sambal juga banyak ragamnya. Mulai dari nasi putih, ayam, daging, aneka hidangan laut, bahkan sampai buah-buahan bakal terasa lebih nikmat jika ditambahkan sambal. Kalau tidak ada sambal, makanan terasa belum lengkap. Beberapa orang bahkan rela tidak makan sebelum mendapatkan sambal. Seolah tak bisa hidup tanpa sambal. Bagi sebagian masyarakat Indonesia, rasa sambal sudah menjadi ikon sendiri, khususnya bagi pencinta pedas.

Tak jarang kedai bahkan resto berlomba-lomba menyajikan masakan dengan cita rasa pedas. Hal itu juga dilakukan ole Miftahul Jannah yang juga mengandalkan sambal dalam menu kulinernya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Perbedaannya, sambal dari resto milik Miftahul Jannah di daerah Jalan Sumatra ini bernama sambal kobong. Bukan sekadar nama, tapi sambalnya benar-benar dibakar, sehingga dinamakan sambal kobong. “Sambalnya ya benar-benar dibakar,” ucap Anna, panggilan akrab Miftahul Jannah.

Jawa Pos Radar Jember mencoba masuk ke dapurnya untuk menjawab rasa penasaran bagaimana pembuatan sambal kobong tersebut. Cobek yang biasanya dijadikan tempat ulek sambal ternyata dibakar di atas api.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berwisata kuliner di Indonesia, khususnya Jember, memang tak jauh dari makanan cita rasa pedas. Banyak sekali olahan pedas yang tersebar di penjuru Jember. Cita rasa pedas tentunya tak terlepas dari sambal.

Menikmati sambal juga banyak ragamnya. Mulai dari nasi putih, ayam, daging, aneka hidangan laut, bahkan sampai buah-buahan bakal terasa lebih nikmat jika ditambahkan sambal. Kalau tidak ada sambal, makanan terasa belum lengkap. Beberapa orang bahkan rela tidak makan sebelum mendapatkan sambal. Seolah tak bisa hidup tanpa sambal. Bagi sebagian masyarakat Indonesia, rasa sambal sudah menjadi ikon sendiri, khususnya bagi pencinta pedas.

Tak jarang kedai bahkan resto berlomba-lomba menyajikan masakan dengan cita rasa pedas. Hal itu juga dilakukan ole Miftahul Jannah yang juga mengandalkan sambal dalam menu kulinernya.

Perbedaannya, sambal dari resto milik Miftahul Jannah di daerah Jalan Sumatra ini bernama sambal kobong. Bukan sekadar nama, tapi sambalnya benar-benar dibakar, sehingga dinamakan sambal kobong. “Sambalnya ya benar-benar dibakar,” ucap Anna, panggilan akrab Miftahul Jannah.

Jawa Pos Radar Jember mencoba masuk ke dapurnya untuk menjawab rasa penasaran bagaimana pembuatan sambal kobong tersebut. Cobek yang biasanya dijadikan tempat ulek sambal ternyata dibakar di atas api.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berwisata kuliner di Indonesia, khususnya Jember, memang tak jauh dari makanan cita rasa pedas. Banyak sekali olahan pedas yang tersebar di penjuru Jember. Cita rasa pedas tentunya tak terlepas dari sambal.

Menikmati sambal juga banyak ragamnya. Mulai dari nasi putih, ayam, daging, aneka hidangan laut, bahkan sampai buah-buahan bakal terasa lebih nikmat jika ditambahkan sambal. Kalau tidak ada sambal, makanan terasa belum lengkap. Beberapa orang bahkan rela tidak makan sebelum mendapatkan sambal. Seolah tak bisa hidup tanpa sambal. Bagi sebagian masyarakat Indonesia, rasa sambal sudah menjadi ikon sendiri, khususnya bagi pencinta pedas.

Tak jarang kedai bahkan resto berlomba-lomba menyajikan masakan dengan cita rasa pedas. Hal itu juga dilakukan ole Miftahul Jannah yang juga mengandalkan sambal dalam menu kulinernya.

Perbedaannya, sambal dari resto milik Miftahul Jannah di daerah Jalan Sumatra ini bernama sambal kobong. Bukan sekadar nama, tapi sambalnya benar-benar dibakar, sehingga dinamakan sambal kobong. “Sambalnya ya benar-benar dibakar,” ucap Anna, panggilan akrab Miftahul Jannah.

Jawa Pos Radar Jember mencoba masuk ke dapurnya untuk menjawab rasa penasaran bagaimana pembuatan sambal kobong tersebut. Cobek yang biasanya dijadikan tempat ulek sambal ternyata dibakar di atas api.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/