alexametrics
29.3 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Pendekar Bikin Onar, Bekukan Perguruan

Desakan publik agar pemerintah bertindak tegas terhadap aksi anarkis yang dilakukan anggota perguruan silat kian menguat. Bahkan, ada tuntutan pembekuan aktivitas perguruan jika ada anggotanya yang bikin onar. Beranikah pemerintah melakukannya?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Anggota perguruan bela diri atau pencak silat di Kabupaten Jember kerap terlibat kasus kekerasan. Persoalan yang meresahkan masyarakat itu kini menjadi perhatian serius para pemangku kebijakan. Bupati dan Wakil Bupati, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim 0824 Jember, serta sejumlah tokoh bersepakat untuk duduk bersama. Para petinggi daerah ini juga bakal mengundang semua perguruan silat yang ada di Jember. Ini demi melindungi dan menciptakan rasa aman bagi seluruh masyarakat.

Kasus kekerasan ini sudah beberapa kali dibahas di sejumlah tempat oleh banyak tokoh. Gongnya adalah kemarin (28/5), yang mempertemukan antara unsur eksekutif, legislatif, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat, dan perwakilan perguruan silat. Hal itu dilakukan guna mencari benang merah yang akan melahirkan kebijakan. Dari beberapa pertemuan, muncul kesepakatan, tindakan kekerasan harus dihapuskan dari Kota Pesantren ini. Juga tidak boleh ada gesekan lagi antarperguruan silat.

Di antara sekian pertemuan, ada tiga poin penting yang disepakati. Pertama, pelaku penganiayaan atau kekerasan ditindak sesuai prosedur hukum. Kedua, pemerintah akan memberi sanksi pembekuan terhadap organisasi yang melakukan pelanggaran-pelanggaran. Dan ketiga, Polres Jember akan menindak tegas setiap tindakan premanisme dan aksi kriminalitas yang lainnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tiga poin penting itu setidaknya telah disepakati dalam pertemuan antara Wakil Bupati (Wabup) Jember M Balya Firjaun Barlaman atau Gus Firjaun, Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi, dan Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin. Nah, kemarin (28/5) Dandim 0824 Letkol Infanteri La Ode M Nurdin juga telah melakukan pertemuan dengan kapolres, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Gus Firjaun menyampaikan, hasil pertemuan dengan sejumlah tokoh di DPRD maupun tempat lain mengenai keberadaan perguruan silat yang meresahkan akan segera ditindaklanjuti. Menurut dia, tindak lanjut akan dilakukan dalam waktu dekat. “Segera akan kami undang seluruh perguruan bela diri atau pencak silat (yang ada di Jember, Red),” katanya, kemarin.

Dikatakannya, beberapa hasil kesepakatan akan ditindaklanjuti dengan membahas segala ketentuan sebagai solusi konkret. Tujuannya, agar aksi penganiayaan, kekerasan, maupun premanisme yang mengatasnamakan perguruan silat tidak lagi terjadi di Jember. Tindak lanjut itu pula untuk tujuan memberi rasa aman dan nyaman kepada seluruh warga Jember.

Ditanya mengenai wacana pembongkaran tugu perguruan silat atau penertiban tugu-tugu yang berdiri di banyak tempat, Gus Firjaun masih akan membahasnya pada pertemuan lanjutan. Kapan penertiban akan dilakukan dan apa bentuk pembinaan yang akan diberikan pemerintah, nantinya akan diputuskan setelah stakeholder dan para tokoh duduk bersama. “Di situ akan dibahas seluruh yang Anda tanyakan untuk dijadikan konsensus dan komitmen bersama,” jelasnya.

Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi menyatakan, setelah ada gambaran pada pertemuan yang dihadiri Gus Firjaun, maka harus ada pertemuan lanjutan. Menurutnya, semangat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jember serta sejumlah tokoh untuk duduk bersama tidak lain sebagai upaya pencegahan agar Jember tenteram. “Jember ke depan tidak boleh ada gesekan lagi. Harus kondusif,” ucapnya.

Duduk bersama antara stakeholder dan para tokoh itu nanti, menurutnya, harus melahirkan kesepakatan besar. Seperti larangan bagi organisasi yang melakukan aksi premanisme dan kriminalitas. “Pembubaran memang kewenangan Kemenkumham. Akan tetapi, bupati tetap punya diskresi yang dapat melarang kegiatannya. DPRD minta agar pertemuan lanjutan membahas perguruan silat, segera dilakukan,” tegasnya.

Pria yang akrab dipanggil Ra Itqon itu pun menyebut, dirinya sempat bertemu dengan Bupati Jember Hendy Siswanto. Kaitan dengan hal itu, forkopimda sudah sepaham. “Saya sempat bertemu bupati. Beliau mengatakan, segera melakukan pertemuan (membahas perguruan silat, Red),” jelas Itqon.

 

Utamakan Keselamatan Masyarakat

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Anggota perguruan bela diri atau pencak silat di Kabupaten Jember kerap terlibat kasus kekerasan. Persoalan yang meresahkan masyarakat itu kini menjadi perhatian serius para pemangku kebijakan. Bupati dan Wakil Bupati, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim 0824 Jember, serta sejumlah tokoh bersepakat untuk duduk bersama. Para petinggi daerah ini juga bakal mengundang semua perguruan silat yang ada di Jember. Ini demi melindungi dan menciptakan rasa aman bagi seluruh masyarakat.

Kasus kekerasan ini sudah beberapa kali dibahas di sejumlah tempat oleh banyak tokoh. Gongnya adalah kemarin (28/5), yang mempertemukan antara unsur eksekutif, legislatif, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat, dan perwakilan perguruan silat. Hal itu dilakukan guna mencari benang merah yang akan melahirkan kebijakan. Dari beberapa pertemuan, muncul kesepakatan, tindakan kekerasan harus dihapuskan dari Kota Pesantren ini. Juga tidak boleh ada gesekan lagi antarperguruan silat.

Di antara sekian pertemuan, ada tiga poin penting yang disepakati. Pertama, pelaku penganiayaan atau kekerasan ditindak sesuai prosedur hukum. Kedua, pemerintah akan memberi sanksi pembekuan terhadap organisasi yang melakukan pelanggaran-pelanggaran. Dan ketiga, Polres Jember akan menindak tegas setiap tindakan premanisme dan aksi kriminalitas yang lainnya.

Tiga poin penting itu setidaknya telah disepakati dalam pertemuan antara Wakil Bupati (Wabup) Jember M Balya Firjaun Barlaman atau Gus Firjaun, Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi, dan Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin. Nah, kemarin (28/5) Dandim 0824 Letkol Infanteri La Ode M Nurdin juga telah melakukan pertemuan dengan kapolres, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Gus Firjaun menyampaikan, hasil pertemuan dengan sejumlah tokoh di DPRD maupun tempat lain mengenai keberadaan perguruan silat yang meresahkan akan segera ditindaklanjuti. Menurut dia, tindak lanjut akan dilakukan dalam waktu dekat. “Segera akan kami undang seluruh perguruan bela diri atau pencak silat (yang ada di Jember, Red),” katanya, kemarin.

Dikatakannya, beberapa hasil kesepakatan akan ditindaklanjuti dengan membahas segala ketentuan sebagai solusi konkret. Tujuannya, agar aksi penganiayaan, kekerasan, maupun premanisme yang mengatasnamakan perguruan silat tidak lagi terjadi di Jember. Tindak lanjut itu pula untuk tujuan memberi rasa aman dan nyaman kepada seluruh warga Jember.

Ditanya mengenai wacana pembongkaran tugu perguruan silat atau penertiban tugu-tugu yang berdiri di banyak tempat, Gus Firjaun masih akan membahasnya pada pertemuan lanjutan. Kapan penertiban akan dilakukan dan apa bentuk pembinaan yang akan diberikan pemerintah, nantinya akan diputuskan setelah stakeholder dan para tokoh duduk bersama. “Di situ akan dibahas seluruh yang Anda tanyakan untuk dijadikan konsensus dan komitmen bersama,” jelasnya.

Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi menyatakan, setelah ada gambaran pada pertemuan yang dihadiri Gus Firjaun, maka harus ada pertemuan lanjutan. Menurutnya, semangat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jember serta sejumlah tokoh untuk duduk bersama tidak lain sebagai upaya pencegahan agar Jember tenteram. “Jember ke depan tidak boleh ada gesekan lagi. Harus kondusif,” ucapnya.

Duduk bersama antara stakeholder dan para tokoh itu nanti, menurutnya, harus melahirkan kesepakatan besar. Seperti larangan bagi organisasi yang melakukan aksi premanisme dan kriminalitas. “Pembubaran memang kewenangan Kemenkumham. Akan tetapi, bupati tetap punya diskresi yang dapat melarang kegiatannya. DPRD minta agar pertemuan lanjutan membahas perguruan silat, segera dilakukan,” tegasnya.

Pria yang akrab dipanggil Ra Itqon itu pun menyebut, dirinya sempat bertemu dengan Bupati Jember Hendy Siswanto. Kaitan dengan hal itu, forkopimda sudah sepaham. “Saya sempat bertemu bupati. Beliau mengatakan, segera melakukan pertemuan (membahas perguruan silat, Red),” jelas Itqon.

 

Utamakan Keselamatan Masyarakat

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Anggota perguruan bela diri atau pencak silat di Kabupaten Jember kerap terlibat kasus kekerasan. Persoalan yang meresahkan masyarakat itu kini menjadi perhatian serius para pemangku kebijakan. Bupati dan Wakil Bupati, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim 0824 Jember, serta sejumlah tokoh bersepakat untuk duduk bersama. Para petinggi daerah ini juga bakal mengundang semua perguruan silat yang ada di Jember. Ini demi melindungi dan menciptakan rasa aman bagi seluruh masyarakat.

Kasus kekerasan ini sudah beberapa kali dibahas di sejumlah tempat oleh banyak tokoh. Gongnya adalah kemarin (28/5), yang mempertemukan antara unsur eksekutif, legislatif, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat, dan perwakilan perguruan silat. Hal itu dilakukan guna mencari benang merah yang akan melahirkan kebijakan. Dari beberapa pertemuan, muncul kesepakatan, tindakan kekerasan harus dihapuskan dari Kota Pesantren ini. Juga tidak boleh ada gesekan lagi antarperguruan silat.

Di antara sekian pertemuan, ada tiga poin penting yang disepakati. Pertama, pelaku penganiayaan atau kekerasan ditindak sesuai prosedur hukum. Kedua, pemerintah akan memberi sanksi pembekuan terhadap organisasi yang melakukan pelanggaran-pelanggaran. Dan ketiga, Polres Jember akan menindak tegas setiap tindakan premanisme dan aksi kriminalitas yang lainnya.

Tiga poin penting itu setidaknya telah disepakati dalam pertemuan antara Wakil Bupati (Wabup) Jember M Balya Firjaun Barlaman atau Gus Firjaun, Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi, dan Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin. Nah, kemarin (28/5) Dandim 0824 Letkol Infanteri La Ode M Nurdin juga telah melakukan pertemuan dengan kapolres, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Gus Firjaun menyampaikan, hasil pertemuan dengan sejumlah tokoh di DPRD maupun tempat lain mengenai keberadaan perguruan silat yang meresahkan akan segera ditindaklanjuti. Menurut dia, tindak lanjut akan dilakukan dalam waktu dekat. “Segera akan kami undang seluruh perguruan bela diri atau pencak silat (yang ada di Jember, Red),” katanya, kemarin.

Dikatakannya, beberapa hasil kesepakatan akan ditindaklanjuti dengan membahas segala ketentuan sebagai solusi konkret. Tujuannya, agar aksi penganiayaan, kekerasan, maupun premanisme yang mengatasnamakan perguruan silat tidak lagi terjadi di Jember. Tindak lanjut itu pula untuk tujuan memberi rasa aman dan nyaman kepada seluruh warga Jember.

Ditanya mengenai wacana pembongkaran tugu perguruan silat atau penertiban tugu-tugu yang berdiri di banyak tempat, Gus Firjaun masih akan membahasnya pada pertemuan lanjutan. Kapan penertiban akan dilakukan dan apa bentuk pembinaan yang akan diberikan pemerintah, nantinya akan diputuskan setelah stakeholder dan para tokoh duduk bersama. “Di situ akan dibahas seluruh yang Anda tanyakan untuk dijadikan konsensus dan komitmen bersama,” jelasnya.

Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi menyatakan, setelah ada gambaran pada pertemuan yang dihadiri Gus Firjaun, maka harus ada pertemuan lanjutan. Menurutnya, semangat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jember serta sejumlah tokoh untuk duduk bersama tidak lain sebagai upaya pencegahan agar Jember tenteram. “Jember ke depan tidak boleh ada gesekan lagi. Harus kondusif,” ucapnya.

Duduk bersama antara stakeholder dan para tokoh itu nanti, menurutnya, harus melahirkan kesepakatan besar. Seperti larangan bagi organisasi yang melakukan aksi premanisme dan kriminalitas. “Pembubaran memang kewenangan Kemenkumham. Akan tetapi, bupati tetap punya diskresi yang dapat melarang kegiatannya. DPRD minta agar pertemuan lanjutan membahas perguruan silat, segera dilakukan,” tegasnya.

Pria yang akrab dipanggil Ra Itqon itu pun menyebut, dirinya sempat bertemu dengan Bupati Jember Hendy Siswanto. Kaitan dengan hal itu, forkopimda sudah sepaham. “Saya sempat bertemu bupati. Beliau mengatakan, segera melakukan pertemuan (membahas perguruan silat, Red),” jelas Itqon.

 

Utamakan Keselamatan Masyarakat

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/