alexametrics
21.6 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Puasa, Bentuk Pendidikan dari Tuhan

Mobile_AP_Rectangle 1

Mengapa? Pada bulan ini, mereka merasakan langsung bagaimana nasib fakir miskin ketika kelaparan, kehausan, bahkan tidak mampu menghidupi dirinya sendiri. Situasi ini merupakan bentuk pendidikan dari Tuhan Yang Mahakuasa untuk kita. “Ini adalah sekolah yang langsung dari Allah SWT dan Rasul-Nya, makanya umat Islam harus memanfaatkan ini sebagai peluang untuk memperbaiki diri,” tambah Gus Robith, sapaan akrabnya.

Jangan sampai, umat Islam yang menjalankan puasa hanya mendapat lapar dan rasa haus saja. Mereka luput mengambil pendidikan (hikmah) dari bulan ini. Sebab, hati dan perkataannya masih tak terkendali, sering mengeluarkan kata-kata kotor dan berbuat buruk. “Makanya, jika bulan ini tidak bisa mengendalikan hawa nafsu, kita gagal mendapatkan pendidikan (hikmah, Red) Ramadan tersebut,” ujarnya.

Sederhana, di bulan yang suci ini, umat Islam harus mendapatkan pendidikan mengendalikan hawa nafsu, pendidikan kepekaan sosial yang tinggi, dan menjadi pribadi yang seimbang di dalam dimensi fisik dan rohani. “Inilah yang harus kita kejar di bulan ini,” imbuhnya. (mg4/c2/nur)

Mobile_AP_Rectangle 2

 

- Advertisement -

Mengapa? Pada bulan ini, mereka merasakan langsung bagaimana nasib fakir miskin ketika kelaparan, kehausan, bahkan tidak mampu menghidupi dirinya sendiri. Situasi ini merupakan bentuk pendidikan dari Tuhan Yang Mahakuasa untuk kita. “Ini adalah sekolah yang langsung dari Allah SWT dan Rasul-Nya, makanya umat Islam harus memanfaatkan ini sebagai peluang untuk memperbaiki diri,” tambah Gus Robith, sapaan akrabnya.

Jangan sampai, umat Islam yang menjalankan puasa hanya mendapat lapar dan rasa haus saja. Mereka luput mengambil pendidikan (hikmah) dari bulan ini. Sebab, hati dan perkataannya masih tak terkendali, sering mengeluarkan kata-kata kotor dan berbuat buruk. “Makanya, jika bulan ini tidak bisa mengendalikan hawa nafsu, kita gagal mendapatkan pendidikan (hikmah, Red) Ramadan tersebut,” ujarnya.

Sederhana, di bulan yang suci ini, umat Islam harus mendapatkan pendidikan mengendalikan hawa nafsu, pendidikan kepekaan sosial yang tinggi, dan menjadi pribadi yang seimbang di dalam dimensi fisik dan rohani. “Inilah yang harus kita kejar di bulan ini,” imbuhnya. (mg4/c2/nur)

 

Mengapa? Pada bulan ini, mereka merasakan langsung bagaimana nasib fakir miskin ketika kelaparan, kehausan, bahkan tidak mampu menghidupi dirinya sendiri. Situasi ini merupakan bentuk pendidikan dari Tuhan Yang Mahakuasa untuk kita. “Ini adalah sekolah yang langsung dari Allah SWT dan Rasul-Nya, makanya umat Islam harus memanfaatkan ini sebagai peluang untuk memperbaiki diri,” tambah Gus Robith, sapaan akrabnya.

Jangan sampai, umat Islam yang menjalankan puasa hanya mendapat lapar dan rasa haus saja. Mereka luput mengambil pendidikan (hikmah) dari bulan ini. Sebab, hati dan perkataannya masih tak terkendali, sering mengeluarkan kata-kata kotor dan berbuat buruk. “Makanya, jika bulan ini tidak bisa mengendalikan hawa nafsu, kita gagal mendapatkan pendidikan (hikmah, Red) Ramadan tersebut,” ujarnya.

Sederhana, di bulan yang suci ini, umat Islam harus mendapatkan pendidikan mengendalikan hawa nafsu, pendidikan kepekaan sosial yang tinggi, dan menjadi pribadi yang seimbang di dalam dimensi fisik dan rohani. “Inilah yang harus kita kejar di bulan ini,” imbuhnya. (mg4/c2/nur)

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/