alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Puasa, Bentuk Pendidikan dari Tuhan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ramadan mengingatkan kita tentang segala hal di dunia ini, terutama kemanusiaan. Artinya, sifat baik hati manusia sangat tampak di bulan agung ini. Mulai dari kalangan penolong, ahli sedekah, hingga ahli ibadah dapat dilihat di tengah-tengah kita. Betapa mereka sangat antusias berbuat baik untuk sesamanya. Inilah hikmah Ramadan terhadap sosial yang disampaikan oleh Kiai Robith Qoshidi, Pengasuh Ponpes Nurul Islam Jember.

Baca Juga : Keindahan Islam dan Puasa

Puasanya seseorang tidak hanya berdampak baik bagi dirinya, melainkan juga untuk orang lain. Mereka yang berpuasa dengan penuh keimanan akan bertambah kepekaannya terhadap lingkungan sekitarnya. Tentu, mengapa banyak orang bersedekah di bulan Ramadan? Hal ini membenarkan tentang hikmah puasa bagi diri sendiri dan lingkungannya tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

KH Robith Qoshidi membenarkan konsep tersebut. Dengan puasa, kita bisa mengendalikan hawa nafsu. Sebab, mengontrol nafsu adalah jihad yang paling besar. Hal ini pernah disampaikan oleh Rasulullah SAW ketika pulang dari Perang Badar. Ketika itu Rasul ditanya oleh seorang sahabat, setelah Perang Badar, apa perang yang paling berat? Rasul menjawab, perang melawan hawa nafsu. “Jadi, kalau kita mampu membimbing nafsu kita, maka kita tidak akan menyakiti saudara kita, dan itu sering terjadi di bulan puasa,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ramadan mengingatkan kita tentang segala hal di dunia ini, terutama kemanusiaan. Artinya, sifat baik hati manusia sangat tampak di bulan agung ini. Mulai dari kalangan penolong, ahli sedekah, hingga ahli ibadah dapat dilihat di tengah-tengah kita. Betapa mereka sangat antusias berbuat baik untuk sesamanya. Inilah hikmah Ramadan terhadap sosial yang disampaikan oleh Kiai Robith Qoshidi, Pengasuh Ponpes Nurul Islam Jember.

Baca Juga : Keindahan Islam dan Puasa

Puasanya seseorang tidak hanya berdampak baik bagi dirinya, melainkan juga untuk orang lain. Mereka yang berpuasa dengan penuh keimanan akan bertambah kepekaannya terhadap lingkungan sekitarnya. Tentu, mengapa banyak orang bersedekah di bulan Ramadan? Hal ini membenarkan tentang hikmah puasa bagi diri sendiri dan lingkungannya tersebut.

KH Robith Qoshidi membenarkan konsep tersebut. Dengan puasa, kita bisa mengendalikan hawa nafsu. Sebab, mengontrol nafsu adalah jihad yang paling besar. Hal ini pernah disampaikan oleh Rasulullah SAW ketika pulang dari Perang Badar. Ketika itu Rasul ditanya oleh seorang sahabat, setelah Perang Badar, apa perang yang paling berat? Rasul menjawab, perang melawan hawa nafsu. “Jadi, kalau kita mampu membimbing nafsu kita, maka kita tidak akan menyakiti saudara kita, dan itu sering terjadi di bulan puasa,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ramadan mengingatkan kita tentang segala hal di dunia ini, terutama kemanusiaan. Artinya, sifat baik hati manusia sangat tampak di bulan agung ini. Mulai dari kalangan penolong, ahli sedekah, hingga ahli ibadah dapat dilihat di tengah-tengah kita. Betapa mereka sangat antusias berbuat baik untuk sesamanya. Inilah hikmah Ramadan terhadap sosial yang disampaikan oleh Kiai Robith Qoshidi, Pengasuh Ponpes Nurul Islam Jember.

Baca Juga : Keindahan Islam dan Puasa

Puasanya seseorang tidak hanya berdampak baik bagi dirinya, melainkan juga untuk orang lain. Mereka yang berpuasa dengan penuh keimanan akan bertambah kepekaannya terhadap lingkungan sekitarnya. Tentu, mengapa banyak orang bersedekah di bulan Ramadan? Hal ini membenarkan tentang hikmah puasa bagi diri sendiri dan lingkungannya tersebut.

KH Robith Qoshidi membenarkan konsep tersebut. Dengan puasa, kita bisa mengendalikan hawa nafsu. Sebab, mengontrol nafsu adalah jihad yang paling besar. Hal ini pernah disampaikan oleh Rasulullah SAW ketika pulang dari Perang Badar. Ketika itu Rasul ditanya oleh seorang sahabat, setelah Perang Badar, apa perang yang paling berat? Rasul menjawab, perang melawan hawa nafsu. “Jadi, kalau kita mampu membimbing nafsu kita, maka kita tidak akan menyakiti saudara kita, dan itu sering terjadi di bulan puasa,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/