alexametrics
31 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Sisi Jalan Penghubung Kecamatan Penuh Sampah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lalu lalang kendaraan di Jalan Semeru, Lingkungan Krajan, Desa/Kecamatan Ajung, itu cukup padat. Baik dari arah Kecamatan Jenggawah menuju Kecamatan Ajung ataupun sebaliknya. Sayangnya, pengendara yang melintas itu harus disuguhkan dengan pemandangan yang kurang sedap dipandang. Yakni, sampah yang berserakan di pinggir jalan.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Jember, banyak limbah rumah tangga dibungkus tas kresek dibuang sembarangan di sana. Bahkan ada yang dibungkus dalam karung dan dibuang secara gelondongan. Akibatnya, bau menyengat mengganggu para pengendara yang melintas.

Dari kejauhan, Sakiyo, salah seorang buruh tani di salah satu sawah sekitar lokasi, tampak mendekat. “Kapan hari sampahnya menggunung,” ungkap Sakiyo kepada Jawa Pos Radar Jember. Karena tak ada yang membersihkan, beberapa petani mencoba membakarnya supaya tidak mencemari sungai meski sebenarnya pembakaran sampah dekat pohon juga tidak boleh.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sayangnya, warga Desa/Kecamatan Ajung tersebut mengutarakan bahwa sampah kembali berserakan keesokan harinya. “Padahal, ini jalan penghubung kecamatan. Tapi, banyak yang mencemarinya dengan membuang sampah sembarangan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Eko, warga sekitar, menyatakan bahwa tempat itu memang sudah lama menjadi tempat pembuangan sampah para oknum yang tidak bertanggung jawab. “Jam-jam yang paling rawan adalah saat dini hari,” kata pria yang berusia 36 tahun itu. Sebab, kalau siang tidak akan berani. Kalau sampai ketahuan, lanjutnya, bakal diamuk warga. Terutama para petani sekitar lokasi pembuangan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lalu lalang kendaraan di Jalan Semeru, Lingkungan Krajan, Desa/Kecamatan Ajung, itu cukup padat. Baik dari arah Kecamatan Jenggawah menuju Kecamatan Ajung ataupun sebaliknya. Sayangnya, pengendara yang melintas itu harus disuguhkan dengan pemandangan yang kurang sedap dipandang. Yakni, sampah yang berserakan di pinggir jalan.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Jember, banyak limbah rumah tangga dibungkus tas kresek dibuang sembarangan di sana. Bahkan ada yang dibungkus dalam karung dan dibuang secara gelondongan. Akibatnya, bau menyengat mengganggu para pengendara yang melintas.

Dari kejauhan, Sakiyo, salah seorang buruh tani di salah satu sawah sekitar lokasi, tampak mendekat. “Kapan hari sampahnya menggunung,” ungkap Sakiyo kepada Jawa Pos Radar Jember. Karena tak ada yang membersihkan, beberapa petani mencoba membakarnya supaya tidak mencemari sungai meski sebenarnya pembakaran sampah dekat pohon juga tidak boleh.

Sayangnya, warga Desa/Kecamatan Ajung tersebut mengutarakan bahwa sampah kembali berserakan keesokan harinya. “Padahal, ini jalan penghubung kecamatan. Tapi, banyak yang mencemarinya dengan membuang sampah sembarangan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Eko, warga sekitar, menyatakan bahwa tempat itu memang sudah lama menjadi tempat pembuangan sampah para oknum yang tidak bertanggung jawab. “Jam-jam yang paling rawan adalah saat dini hari,” kata pria yang berusia 36 tahun itu. Sebab, kalau siang tidak akan berani. Kalau sampai ketahuan, lanjutnya, bakal diamuk warga. Terutama para petani sekitar lokasi pembuangan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lalu lalang kendaraan di Jalan Semeru, Lingkungan Krajan, Desa/Kecamatan Ajung, itu cukup padat. Baik dari arah Kecamatan Jenggawah menuju Kecamatan Ajung ataupun sebaliknya. Sayangnya, pengendara yang melintas itu harus disuguhkan dengan pemandangan yang kurang sedap dipandang. Yakni, sampah yang berserakan di pinggir jalan.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Jember, banyak limbah rumah tangga dibungkus tas kresek dibuang sembarangan di sana. Bahkan ada yang dibungkus dalam karung dan dibuang secara gelondongan. Akibatnya, bau menyengat mengganggu para pengendara yang melintas.

Dari kejauhan, Sakiyo, salah seorang buruh tani di salah satu sawah sekitar lokasi, tampak mendekat. “Kapan hari sampahnya menggunung,” ungkap Sakiyo kepada Jawa Pos Radar Jember. Karena tak ada yang membersihkan, beberapa petani mencoba membakarnya supaya tidak mencemari sungai meski sebenarnya pembakaran sampah dekat pohon juga tidak boleh.

Sayangnya, warga Desa/Kecamatan Ajung tersebut mengutarakan bahwa sampah kembali berserakan keesokan harinya. “Padahal, ini jalan penghubung kecamatan. Tapi, banyak yang mencemarinya dengan membuang sampah sembarangan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Eko, warga sekitar, menyatakan bahwa tempat itu memang sudah lama menjadi tempat pembuangan sampah para oknum yang tidak bertanggung jawab. “Jam-jam yang paling rawan adalah saat dini hari,” kata pria yang berusia 36 tahun itu. Sebab, kalau siang tidak akan berani. Kalau sampai ketahuan, lanjutnya, bakal diamuk warga. Terutama para petani sekitar lokasi pembuangan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/