alexametrics
27.5 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Mustaka Masjid Jamik Lama Bernilai Sejarah

Mobile_AP_Rectangle 1

Sementara itu, Yohanes Setyo Hadi, sebagai sejarawan dan pengelola info sejarah Boemi Puger Persada, menambahkan, beduk dan bencet atau jam tradisional yang menandakan salat adalah dua hal yang punya nilai sejarah dalam Masjid Jamik lama. Kendati begitu, dia memperkirakan, beduk dan bencet bukan termasuk sisa masjid jamik yang awal kali berdiri tahun 1894 itu.

Menurutnya, ada satu sisa bangunan dari masjid jamik pertama itu yang masih ada. Yaitu mustaka atau mustoko. Ujung tertinggi masjid inilah yang diperkirakan Yopi, sapaan akrabnya, merupakan peninggalan bangunan Masjid Jamik lama tersebut. Sebab, kata dia, mustoko ini mirip dengan mustaka Masjid Raya Demak. “Coba lihat foto Masjid Raya Demak. Bagian atas masjid ada mustoko yang mirip dengan Masjid Jamik lama di Jember,” terangnya.

Mustoko masjid seperti itu dipakai untuk masjid berbentuk limasan. Bentuk limasan adalah khas bangunan Jawa. Sementara, sekarang ini bentuk ujung masjid banyak memakai kubah, berbeda dengan masjid kuno pada zaman dulu. Apalagi, Yopi menambahkan, Demak adalah kerajaan Islam pertama di Jawa. Sehingga, ada kemungkinan corak bangunan masjid berpedoman pada Masjid Raya Demak.

- Advertisement -

Sementara itu, Yohanes Setyo Hadi, sebagai sejarawan dan pengelola info sejarah Boemi Puger Persada, menambahkan, beduk dan bencet atau jam tradisional yang menandakan salat adalah dua hal yang punya nilai sejarah dalam Masjid Jamik lama. Kendati begitu, dia memperkirakan, beduk dan bencet bukan termasuk sisa masjid jamik yang awal kali berdiri tahun 1894 itu.

Menurutnya, ada satu sisa bangunan dari masjid jamik pertama itu yang masih ada. Yaitu mustaka atau mustoko. Ujung tertinggi masjid inilah yang diperkirakan Yopi, sapaan akrabnya, merupakan peninggalan bangunan Masjid Jamik lama tersebut. Sebab, kata dia, mustoko ini mirip dengan mustaka Masjid Raya Demak. “Coba lihat foto Masjid Raya Demak. Bagian atas masjid ada mustoko yang mirip dengan Masjid Jamik lama di Jember,” terangnya.

Mustoko masjid seperti itu dipakai untuk masjid berbentuk limasan. Bentuk limasan adalah khas bangunan Jawa. Sementara, sekarang ini bentuk ujung masjid banyak memakai kubah, berbeda dengan masjid kuno pada zaman dulu. Apalagi, Yopi menambahkan, Demak adalah kerajaan Islam pertama di Jawa. Sehingga, ada kemungkinan corak bangunan masjid berpedoman pada Masjid Raya Demak.

Sementara itu, Yohanes Setyo Hadi, sebagai sejarawan dan pengelola info sejarah Boemi Puger Persada, menambahkan, beduk dan bencet atau jam tradisional yang menandakan salat adalah dua hal yang punya nilai sejarah dalam Masjid Jamik lama. Kendati begitu, dia memperkirakan, beduk dan bencet bukan termasuk sisa masjid jamik yang awal kali berdiri tahun 1894 itu.

Menurutnya, ada satu sisa bangunan dari masjid jamik pertama itu yang masih ada. Yaitu mustaka atau mustoko. Ujung tertinggi masjid inilah yang diperkirakan Yopi, sapaan akrabnya, merupakan peninggalan bangunan Masjid Jamik lama tersebut. Sebab, kata dia, mustoko ini mirip dengan mustaka Masjid Raya Demak. “Coba lihat foto Masjid Raya Demak. Bagian atas masjid ada mustoko yang mirip dengan Masjid Jamik lama di Jember,” terangnya.

Mustoko masjid seperti itu dipakai untuk masjid berbentuk limasan. Bentuk limasan adalah khas bangunan Jawa. Sementara, sekarang ini bentuk ujung masjid banyak memakai kubah, berbeda dengan masjid kuno pada zaman dulu. Apalagi, Yopi menambahkan, Demak adalah kerajaan Islam pertama di Jawa. Sehingga, ada kemungkinan corak bangunan masjid berpedoman pada Masjid Raya Demak.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/