alexametrics
27.5 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Bus Angkutan Umum Mati Suri

Dampak PSBB di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik

Mobile_AP_Rectangle 1

“Mau keluar ini nanggung, tetap nggak sepadan dengan pemasukan,” tambah Sampurno, sopir bus dari PO Borobudur yang juga trayek Jember-Surabaya. Kata dia, Surabaya memang sebagai satu-satunya pusat pertemuan bus se-Jawa Timur, sekaligus ladang rezeki sopir bus karena sangat banyak penumpang.

Menurut Sampurno, meskipun PSBB hanya diberlakukan di Surabaya, Sidarjo, dan Gresik, namun semua itu berpengaruh besar terhadap penghasilan awak bus. Sebab, dampaknya berpengaruh putusnya jam operasional dari berbagai PO yang melayani trayek ke daerah lain. Seperti ke Bali, Banyuwangi, Solo, Yogyakarta, maupun wilayah lain.

“Ini saja, sejak pukul 01.00 pagi sampai siang pukul 11.00, baru ada satu bus yang jalan. Yakni PO Jawa Indah ke arah Banyuwangi. Itu pun masih terhenti lama di depan terminal,” tambah Rudy, petugas di Terminal Tawang Alun Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menjelaskan, hampir semua PO merespons kebijakan PSBB itu dengan meliburkan sementara armada mereka. Sebelum PSBB, dia berkata, jam operasional bus masih normal, meski tidak semua PO mengeluarkan armadanya. Padahal, PSBB tiga daerah tersebut direncanakan sampai 11 Mei mendatang, dan ada kemungkinan diperpanjang melihat perkembangan kondisi terkini.

- Advertisement -

“Mau keluar ini nanggung, tetap nggak sepadan dengan pemasukan,” tambah Sampurno, sopir bus dari PO Borobudur yang juga trayek Jember-Surabaya. Kata dia, Surabaya memang sebagai satu-satunya pusat pertemuan bus se-Jawa Timur, sekaligus ladang rezeki sopir bus karena sangat banyak penumpang.

Menurut Sampurno, meskipun PSBB hanya diberlakukan di Surabaya, Sidarjo, dan Gresik, namun semua itu berpengaruh besar terhadap penghasilan awak bus. Sebab, dampaknya berpengaruh putusnya jam operasional dari berbagai PO yang melayani trayek ke daerah lain. Seperti ke Bali, Banyuwangi, Solo, Yogyakarta, maupun wilayah lain.

“Ini saja, sejak pukul 01.00 pagi sampai siang pukul 11.00, baru ada satu bus yang jalan. Yakni PO Jawa Indah ke arah Banyuwangi. Itu pun masih terhenti lama di depan terminal,” tambah Rudy, petugas di Terminal Tawang Alun Jember.

Dia menjelaskan, hampir semua PO merespons kebijakan PSBB itu dengan meliburkan sementara armada mereka. Sebelum PSBB, dia berkata, jam operasional bus masih normal, meski tidak semua PO mengeluarkan armadanya. Padahal, PSBB tiga daerah tersebut direncanakan sampai 11 Mei mendatang, dan ada kemungkinan diperpanjang melihat perkembangan kondisi terkini.

“Mau keluar ini nanggung, tetap nggak sepadan dengan pemasukan,” tambah Sampurno, sopir bus dari PO Borobudur yang juga trayek Jember-Surabaya. Kata dia, Surabaya memang sebagai satu-satunya pusat pertemuan bus se-Jawa Timur, sekaligus ladang rezeki sopir bus karena sangat banyak penumpang.

Menurut Sampurno, meskipun PSBB hanya diberlakukan di Surabaya, Sidarjo, dan Gresik, namun semua itu berpengaruh besar terhadap penghasilan awak bus. Sebab, dampaknya berpengaruh putusnya jam operasional dari berbagai PO yang melayani trayek ke daerah lain. Seperti ke Bali, Banyuwangi, Solo, Yogyakarta, maupun wilayah lain.

“Ini saja, sejak pukul 01.00 pagi sampai siang pukul 11.00, baru ada satu bus yang jalan. Yakni PO Jawa Indah ke arah Banyuwangi. Itu pun masih terhenti lama di depan terminal,” tambah Rudy, petugas di Terminal Tawang Alun Jember.

Dia menjelaskan, hampir semua PO merespons kebijakan PSBB itu dengan meliburkan sementara armada mereka. Sebelum PSBB, dia berkata, jam operasional bus masih normal, meski tidak semua PO mengeluarkan armadanya. Padahal, PSBB tiga daerah tersebut direncanakan sampai 11 Mei mendatang, dan ada kemungkinan diperpanjang melihat perkembangan kondisi terkini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/