alexametrics
22 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Ribuan Jamaah Gagal Berangkat

Penjadwalan Ulang Tanpa Biaya Tambahan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Arab Saudi menghentikan sementara calon jamaah umrah atau calon peziarah Masjid Nabawi masuk ke Arab Saudi sejak Kamis (27/2). Ultimatum itu dikeluarkan sebagai bentuk pencegahan dan upaya memutus mata rantai persebaran virus korona atau Covid-19. Akibat penghentian itu, banyak jamaah umrah yang gagal berangkat. Bahkan, beberapa di antaranya tertahan di negara transit.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Jember Ahmad Tholabi membenarkan hal itu. Kebijakan tersebut, kata dia, dikeluarkan sebagai bentuk penjaminan keamanan terhadap kepentingan yang lebih besar. “Itu upaya antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi, tiga bulan lagi sudah masuk musim haji. Jadi, dikhawatirkan ke sana,” jelasnya.

Menurutnya, urusan jadwal keberangkatan, kedatangan, hingga menetap di Arab Saudi dan kembalinya ke tanah air menjadi kesepakatan antara jamaah dengan biro perjalanan umrah atau penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU). Sementara, pihaknya hanya melayani izin rekomendasi penerbitan visa dan paspor untuk keberangkatan mereka. “Kalau itu masih berjalan, tidak ada masalah,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Informasinya, selama awal Januari hingga Februari ini, sudah terdapat sekitar 3.000 jamaah haji yang telah mengurus penerbitan visa dan paspor melalui Kemenag Jember. Namun, kata Tholabi, pengurusan visa dan paspor itu belum diketahui keberangkatannya kapan. “Kadang orang mengurus sekarang, berangkatnya masih dua bulan kemudian,” jelasnya.

Meski belum ada batasan waktu sampai kapan berakhirnya pembatasan itu, diharapkan masyarakat atau calon jamaah umrah yang gagal berangkat bisa tetap kondusif. Tidak panik apalagi khawatir. “Mereka tidak akan dikenakan biaya tambahan,” terang Muhammad Adam, koordinator salah satu biro perjalanan umrah di Jember.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Arab Saudi menghentikan sementara calon jamaah umrah atau calon peziarah Masjid Nabawi masuk ke Arab Saudi sejak Kamis (27/2). Ultimatum itu dikeluarkan sebagai bentuk pencegahan dan upaya memutus mata rantai persebaran virus korona atau Covid-19. Akibat penghentian itu, banyak jamaah umrah yang gagal berangkat. Bahkan, beberapa di antaranya tertahan di negara transit.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Jember Ahmad Tholabi membenarkan hal itu. Kebijakan tersebut, kata dia, dikeluarkan sebagai bentuk penjaminan keamanan terhadap kepentingan yang lebih besar. “Itu upaya antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi, tiga bulan lagi sudah masuk musim haji. Jadi, dikhawatirkan ke sana,” jelasnya.

Menurutnya, urusan jadwal keberangkatan, kedatangan, hingga menetap di Arab Saudi dan kembalinya ke tanah air menjadi kesepakatan antara jamaah dengan biro perjalanan umrah atau penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU). Sementara, pihaknya hanya melayani izin rekomendasi penerbitan visa dan paspor untuk keberangkatan mereka. “Kalau itu masih berjalan, tidak ada masalah,” imbuhnya.

Informasinya, selama awal Januari hingga Februari ini, sudah terdapat sekitar 3.000 jamaah haji yang telah mengurus penerbitan visa dan paspor melalui Kemenag Jember. Namun, kata Tholabi, pengurusan visa dan paspor itu belum diketahui keberangkatannya kapan. “Kadang orang mengurus sekarang, berangkatnya masih dua bulan kemudian,” jelasnya.

Meski belum ada batasan waktu sampai kapan berakhirnya pembatasan itu, diharapkan masyarakat atau calon jamaah umrah yang gagal berangkat bisa tetap kondusif. Tidak panik apalagi khawatir. “Mereka tidak akan dikenakan biaya tambahan,” terang Muhammad Adam, koordinator salah satu biro perjalanan umrah di Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Arab Saudi menghentikan sementara calon jamaah umrah atau calon peziarah Masjid Nabawi masuk ke Arab Saudi sejak Kamis (27/2). Ultimatum itu dikeluarkan sebagai bentuk pencegahan dan upaya memutus mata rantai persebaran virus korona atau Covid-19. Akibat penghentian itu, banyak jamaah umrah yang gagal berangkat. Bahkan, beberapa di antaranya tertahan di negara transit.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Jember Ahmad Tholabi membenarkan hal itu. Kebijakan tersebut, kata dia, dikeluarkan sebagai bentuk penjaminan keamanan terhadap kepentingan yang lebih besar. “Itu upaya antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi, tiga bulan lagi sudah masuk musim haji. Jadi, dikhawatirkan ke sana,” jelasnya.

Menurutnya, urusan jadwal keberangkatan, kedatangan, hingga menetap di Arab Saudi dan kembalinya ke tanah air menjadi kesepakatan antara jamaah dengan biro perjalanan umrah atau penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU). Sementara, pihaknya hanya melayani izin rekomendasi penerbitan visa dan paspor untuk keberangkatan mereka. “Kalau itu masih berjalan, tidak ada masalah,” imbuhnya.

Informasinya, selama awal Januari hingga Februari ini, sudah terdapat sekitar 3.000 jamaah haji yang telah mengurus penerbitan visa dan paspor melalui Kemenag Jember. Namun, kata Tholabi, pengurusan visa dan paspor itu belum diketahui keberangkatannya kapan. “Kadang orang mengurus sekarang, berangkatnya masih dua bulan kemudian,” jelasnya.

Meski belum ada batasan waktu sampai kapan berakhirnya pembatasan itu, diharapkan masyarakat atau calon jamaah umrah yang gagal berangkat bisa tetap kondusif. Tidak panik apalagi khawatir. “Mereka tidak akan dikenakan biaya tambahan,” terang Muhammad Adam, koordinator salah satu biro perjalanan umrah di Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/