alexametrics
30.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Waspada Penemuan Produk Pangan Kadaluarsa dan Kemasan Rusak

Tingkatkan Pengawasan Pangan Selama Nataru

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Intensifikasi pengawasan pangan dalam momen Natal dan tahun baru dilakukan sampai 7 Januari 2022 mendatang. Meski demikian, hingga kini Loka POM Jember masih saja menemukan produk pangan tanpa izin edar, kedaluwarsa, dan kemasan rusak.

Temuan tersebut merupakan hasil dari pengawasan produk pangan tanpa izin edar, kedaluwarsa, dan kemasan rusak yang dilakukan terhadap 11 sarana peredaran. Baik dari sarana retail ataupun gudang distributor. “Dari 11 sarana yang diperiksa, satu sarana memenuhi  ketentuan (MK) dan 10 sarana tidak memenuhi ketentuan,” kata Kepala Loka POM Jember Any Koosbudiwati.

Pada sasaran tidak memenuhi ketentuan, ditemukan 80 item sejumlah 307 kemasan produk pangan. Dengan perincian 27 produk kemasan rusak, tiga produk kedaluwarsa, dan ditemukan produk tanpa izin edar sebanyak 50 item dari 251 kemasan. Produk pangan tanpa izin edar, kedaluwarsa, dan kemasan rusak yang dimaksud yaitu produk dengan nomor izin edar PIRT lama atau sudah tidak berlaku.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ia menyebut, pada 23 Desember lalu dilakukan pemeriksaan sarana peredaran produk pangan tanpa izin edar, kedaluwarsa, dan kemasan rusak bersama dengan lintas sektor. Dengan demikian, intensifikasi pengawasan pangan dilakukan lebih masif.

Terpisah, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito mengatakan, sepanjang momen Natal dan tahun baru, setiap tahunnya terjadi peningkatan belanja masyarakat. Terutama produk pangan olahan, yakni makanan dan minuman. Untuk itu, BPOM melalui 73 unit pelaksana teknis (UPT) di seluruh Indonesia melakukan intensifikasi pengawasan produk pangan tanpa izin edar, kedaluwarsa, dan kemasan rusak secara serentak ke sarana peredaran daring. Seperti gudang e-commerce maupun sarana peredaran konvensional seperti importir, distributor, dan ritel melalui pengawasan mandiri maupun pengawasan terpadu dengan lintas sektor di daerah.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Intensifikasi pengawasan pangan dalam momen Natal dan tahun baru dilakukan sampai 7 Januari 2022 mendatang. Meski demikian, hingga kini Loka POM Jember masih saja menemukan produk pangan tanpa izin edar, kedaluwarsa, dan kemasan rusak.

Temuan tersebut merupakan hasil dari pengawasan produk pangan tanpa izin edar, kedaluwarsa, dan kemasan rusak yang dilakukan terhadap 11 sarana peredaran. Baik dari sarana retail ataupun gudang distributor. “Dari 11 sarana yang diperiksa, satu sarana memenuhi  ketentuan (MK) dan 10 sarana tidak memenuhi ketentuan,” kata Kepala Loka POM Jember Any Koosbudiwati.

Pada sasaran tidak memenuhi ketentuan, ditemukan 80 item sejumlah 307 kemasan produk pangan. Dengan perincian 27 produk kemasan rusak, tiga produk kedaluwarsa, dan ditemukan produk tanpa izin edar sebanyak 50 item dari 251 kemasan. Produk pangan tanpa izin edar, kedaluwarsa, dan kemasan rusak yang dimaksud yaitu produk dengan nomor izin edar PIRT lama atau sudah tidak berlaku.

Ia menyebut, pada 23 Desember lalu dilakukan pemeriksaan sarana peredaran produk pangan tanpa izin edar, kedaluwarsa, dan kemasan rusak bersama dengan lintas sektor. Dengan demikian, intensifikasi pengawasan pangan dilakukan lebih masif.

Terpisah, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito mengatakan, sepanjang momen Natal dan tahun baru, setiap tahunnya terjadi peningkatan belanja masyarakat. Terutama produk pangan olahan, yakni makanan dan minuman. Untuk itu, BPOM melalui 73 unit pelaksana teknis (UPT) di seluruh Indonesia melakukan intensifikasi pengawasan produk pangan tanpa izin edar, kedaluwarsa, dan kemasan rusak secara serentak ke sarana peredaran daring. Seperti gudang e-commerce maupun sarana peredaran konvensional seperti importir, distributor, dan ritel melalui pengawasan mandiri maupun pengawasan terpadu dengan lintas sektor di daerah.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Intensifikasi pengawasan pangan dalam momen Natal dan tahun baru dilakukan sampai 7 Januari 2022 mendatang. Meski demikian, hingga kini Loka POM Jember masih saja menemukan produk pangan tanpa izin edar, kedaluwarsa, dan kemasan rusak.

Temuan tersebut merupakan hasil dari pengawasan produk pangan tanpa izin edar, kedaluwarsa, dan kemasan rusak yang dilakukan terhadap 11 sarana peredaran. Baik dari sarana retail ataupun gudang distributor. “Dari 11 sarana yang diperiksa, satu sarana memenuhi  ketentuan (MK) dan 10 sarana tidak memenuhi ketentuan,” kata Kepala Loka POM Jember Any Koosbudiwati.

Pada sasaran tidak memenuhi ketentuan, ditemukan 80 item sejumlah 307 kemasan produk pangan. Dengan perincian 27 produk kemasan rusak, tiga produk kedaluwarsa, dan ditemukan produk tanpa izin edar sebanyak 50 item dari 251 kemasan. Produk pangan tanpa izin edar, kedaluwarsa, dan kemasan rusak yang dimaksud yaitu produk dengan nomor izin edar PIRT lama atau sudah tidak berlaku.

Ia menyebut, pada 23 Desember lalu dilakukan pemeriksaan sarana peredaran produk pangan tanpa izin edar, kedaluwarsa, dan kemasan rusak bersama dengan lintas sektor. Dengan demikian, intensifikasi pengawasan pangan dilakukan lebih masif.

Terpisah, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito mengatakan, sepanjang momen Natal dan tahun baru, setiap tahunnya terjadi peningkatan belanja masyarakat. Terutama produk pangan olahan, yakni makanan dan minuman. Untuk itu, BPOM melalui 73 unit pelaksana teknis (UPT) di seluruh Indonesia melakukan intensifikasi pengawasan produk pangan tanpa izin edar, kedaluwarsa, dan kemasan rusak secara serentak ke sarana peredaran daring. Seperti gudang e-commerce maupun sarana peredaran konvensional seperti importir, distributor, dan ritel melalui pengawasan mandiri maupun pengawasan terpadu dengan lintas sektor di daerah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/