alexametrics
30.3 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Simak Diskusi Peran Kepemimpinan Perempuan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pembahasan mengenai kepemimpinan perempuan menjadi isu publik yang selalu menarik diperbincangkan. Dalam konteks kekinian, muatan dan wilayah perbincangannya telah bergeser ke tema-tema yang lebih substantif. Ini seiring dengan makin banyaknya kalangan perempuan yang menempati posisi strategis di struktural pemerintahan dan kultural masyarakat.

Ulasan ini disajikan dalam seminar dan sarasehan bertajuk “Peran Kepemimpinan Perempuan dalam Pengambilan Kebijakan Berperspektif Gender”. Acara yang dihadiri Dewi Khalifah, Wakil Bupati Sumenep, itu berlangsung di Taman Bermain Tanoker Ledokombo Jember, kemarin (27/12).

Founder Taman Bermain Tanoker Ledokombo Jember Ciciek Farhah mengatakan, perbincangan ini tidak lagi berkutat pada boleh tidaknya perempuan menjadi pemimpin. Namun, lebih mendalam. Tentang kualitas kepeloporan kepemimpinan perempuan. Ini sebagai upaya untuk merespons tuntutan perubahan yang menghendaki adanya kemitrasejajaran perempuan dan laki-laki dalam upaya mewujudkan keadilan dan kesejahteraan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, perempuan dan laki-laki ditakar pada tingkat intelektualitasnya, peran, dan kemanfaatan sosial-budayanya, serta sikap politiknya yang profetik dan humanis. Paradigma kepemimpinan perempuan semacam ini, kata dia, pada akhirnya akan menghadirkan kesetaraan gender sebagai landasan dalam pengambilan keputusan dan penentuan arah kebijakan yang transformatif dan progresif. “Marginalisasi dan diskriminasi antara perempuan dan laki-laki menjadi tidak ada. Karena antara laki-laki dan perempuan diberikan perlakuan yang sama,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep Dewi Khalifah menjelaskan, sejatinya Jember dan Madura memiliki kesamaan budaya patriarki yang masih melekat kuat di lingkungan masyarakat. Kendati demikian, menurut dia, keterlibatan perempuan pada sektor pemerintahan sangatlah dianjurkan. “Mereka harus dilibatkan dalam perencanaan program. Agar anggaran tersebut berperspektif gender,” tuturnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pembahasan mengenai kepemimpinan perempuan menjadi isu publik yang selalu menarik diperbincangkan. Dalam konteks kekinian, muatan dan wilayah perbincangannya telah bergeser ke tema-tema yang lebih substantif. Ini seiring dengan makin banyaknya kalangan perempuan yang menempati posisi strategis di struktural pemerintahan dan kultural masyarakat.

Ulasan ini disajikan dalam seminar dan sarasehan bertajuk “Peran Kepemimpinan Perempuan dalam Pengambilan Kebijakan Berperspektif Gender”. Acara yang dihadiri Dewi Khalifah, Wakil Bupati Sumenep, itu berlangsung di Taman Bermain Tanoker Ledokombo Jember, kemarin (27/12).

Founder Taman Bermain Tanoker Ledokombo Jember Ciciek Farhah mengatakan, perbincangan ini tidak lagi berkutat pada boleh tidaknya perempuan menjadi pemimpin. Namun, lebih mendalam. Tentang kualitas kepeloporan kepemimpinan perempuan. Ini sebagai upaya untuk merespons tuntutan perubahan yang menghendaki adanya kemitrasejajaran perempuan dan laki-laki dalam upaya mewujudkan keadilan dan kesejahteraan.

Menurut dia, perempuan dan laki-laki ditakar pada tingkat intelektualitasnya, peran, dan kemanfaatan sosial-budayanya, serta sikap politiknya yang profetik dan humanis. Paradigma kepemimpinan perempuan semacam ini, kata dia, pada akhirnya akan menghadirkan kesetaraan gender sebagai landasan dalam pengambilan keputusan dan penentuan arah kebijakan yang transformatif dan progresif. “Marginalisasi dan diskriminasi antara perempuan dan laki-laki menjadi tidak ada. Karena antara laki-laki dan perempuan diberikan perlakuan yang sama,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep Dewi Khalifah menjelaskan, sejatinya Jember dan Madura memiliki kesamaan budaya patriarki yang masih melekat kuat di lingkungan masyarakat. Kendati demikian, menurut dia, keterlibatan perempuan pada sektor pemerintahan sangatlah dianjurkan. “Mereka harus dilibatkan dalam perencanaan program. Agar anggaran tersebut berperspektif gender,” tuturnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pembahasan mengenai kepemimpinan perempuan menjadi isu publik yang selalu menarik diperbincangkan. Dalam konteks kekinian, muatan dan wilayah perbincangannya telah bergeser ke tema-tema yang lebih substantif. Ini seiring dengan makin banyaknya kalangan perempuan yang menempati posisi strategis di struktural pemerintahan dan kultural masyarakat.

Ulasan ini disajikan dalam seminar dan sarasehan bertajuk “Peran Kepemimpinan Perempuan dalam Pengambilan Kebijakan Berperspektif Gender”. Acara yang dihadiri Dewi Khalifah, Wakil Bupati Sumenep, itu berlangsung di Taman Bermain Tanoker Ledokombo Jember, kemarin (27/12).

Founder Taman Bermain Tanoker Ledokombo Jember Ciciek Farhah mengatakan, perbincangan ini tidak lagi berkutat pada boleh tidaknya perempuan menjadi pemimpin. Namun, lebih mendalam. Tentang kualitas kepeloporan kepemimpinan perempuan. Ini sebagai upaya untuk merespons tuntutan perubahan yang menghendaki adanya kemitrasejajaran perempuan dan laki-laki dalam upaya mewujudkan keadilan dan kesejahteraan.

Menurut dia, perempuan dan laki-laki ditakar pada tingkat intelektualitasnya, peran, dan kemanfaatan sosial-budayanya, serta sikap politiknya yang profetik dan humanis. Paradigma kepemimpinan perempuan semacam ini, kata dia, pada akhirnya akan menghadirkan kesetaraan gender sebagai landasan dalam pengambilan keputusan dan penentuan arah kebijakan yang transformatif dan progresif. “Marginalisasi dan diskriminasi antara perempuan dan laki-laki menjadi tidak ada. Karena antara laki-laki dan perempuan diberikan perlakuan yang sama,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep Dewi Khalifah menjelaskan, sejatinya Jember dan Madura memiliki kesamaan budaya patriarki yang masih melekat kuat di lingkungan masyarakat. Kendati demikian, menurut dia, keterlibatan perempuan pada sektor pemerintahan sangatlah dianjurkan. “Mereka harus dilibatkan dalam perencanaan program. Agar anggaran tersebut berperspektif gender,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/