alexametrics
23.4 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Lima Pesilat PSHT di Jember Keroyok Perempuan

Dipicu Soal Atribut Perguruan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seperti tidak adanya jeranya, lagi-lagi anggota perguruan silat membuat keributan. Bahkan menjurus aksi kriminal. Mereka kembali mengeroyok anggota perguruan silat lain hanya gara-gara atribut. Bahkan kali ini, mereka tak memandang siapa sasarannya. Jika sebelumnya korbannya para laki-laki, sekarang perempuan pun jadi sasaran amukan.

Lima pesilat muda yang disangka melakukan pengeroyokan terhadap seorang remaja putri berusia 18 tahun tersebut sudah dibekuk. Mereka diringkus oleh Tim Resmob Timur Polres Jember. Dari lima orang, polisi menangkap dua pelaku. Masing-masing bernama Gusti Rifna, 18, warga Dusun Krajan Mayang, dan Algi, 18, warga Tegalrejo, Kecamatan Mayang.

Sementara, tiga pelaku lainnya, masing-masing berinisial VN, RM, dan YS, saat ini masih dalam daftar pencarian orang atau DPO. Polisi sudah mengantongi identitas pelaku yang diduga terlibat dalam penganiayaan tersebut. Sedangkan untuk pelaku Gusti dan Algi sudah diamankan di Polres Jember beserta barang bukti berupa dua buah handphone.

Mobile_AP_Rectangle 2

Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, kasus itu bermula ketika Gusti yang mendatangi rumah Algi, sekitar pukul 19.30 WIB, sehari sebelum mereka ditangkap. Di situ kemudian terjadi perbincangan antara kelima pelaku yang diketahui pesilat muda dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). “Tadi malam (kemarin, Red) telah terjadi pengambilan atribut PSHT sama anak Pagar Nusa di jembatan Sungai Tegalgusi,” kata Algi saat memberikan keterangan kepada polisi.

Dari perbincangan itu, kemudian kelima orang tersebut berangkat mencari anggota Pagar Nusa (PN). Selanjutnya, pesilat muda PSHT tersebut berpapasan dengan anggota PN yang sedang menunggu rekannya di pinggir jalan sekitar lokasi kejadian. Salah satu pelaku, Algi, langsung memukul bagian kepala korban, dan terjadilah pengeroyokan dua korban yang berinisial NR dan FR dari PN.

Dari hasil keterangan Ketua PSHT Ranting Mayang Akhmad Husen, dirinya mengaku tidak tahu-menahu soal kejadian tersebut. Namun, dinilainya peristiwa tersebut murni inisiatif para pelaku. “Saya mendukung Polres Jember untuk melanjutkan kasus tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku. Selama ini PSHT tidak pernah ada permasalahan,” paparnya, melalui keterangan tertulis yang diterima Jawa Pos Radar Jember, Minggu (26/12).

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seperti tidak adanya jeranya, lagi-lagi anggota perguruan silat membuat keributan. Bahkan menjurus aksi kriminal. Mereka kembali mengeroyok anggota perguruan silat lain hanya gara-gara atribut. Bahkan kali ini, mereka tak memandang siapa sasarannya. Jika sebelumnya korbannya para laki-laki, sekarang perempuan pun jadi sasaran amukan.

Lima pesilat muda yang disangka melakukan pengeroyokan terhadap seorang remaja putri berusia 18 tahun tersebut sudah dibekuk. Mereka diringkus oleh Tim Resmob Timur Polres Jember. Dari lima orang, polisi menangkap dua pelaku. Masing-masing bernama Gusti Rifna, 18, warga Dusun Krajan Mayang, dan Algi, 18, warga Tegalrejo, Kecamatan Mayang.

Sementara, tiga pelaku lainnya, masing-masing berinisial VN, RM, dan YS, saat ini masih dalam daftar pencarian orang atau DPO. Polisi sudah mengantongi identitas pelaku yang diduga terlibat dalam penganiayaan tersebut. Sedangkan untuk pelaku Gusti dan Algi sudah diamankan di Polres Jember beserta barang bukti berupa dua buah handphone.

Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, kasus itu bermula ketika Gusti yang mendatangi rumah Algi, sekitar pukul 19.30 WIB, sehari sebelum mereka ditangkap. Di situ kemudian terjadi perbincangan antara kelima pelaku yang diketahui pesilat muda dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). “Tadi malam (kemarin, Red) telah terjadi pengambilan atribut PSHT sama anak Pagar Nusa di jembatan Sungai Tegalgusi,” kata Algi saat memberikan keterangan kepada polisi.

Dari perbincangan itu, kemudian kelima orang tersebut berangkat mencari anggota Pagar Nusa (PN). Selanjutnya, pesilat muda PSHT tersebut berpapasan dengan anggota PN yang sedang menunggu rekannya di pinggir jalan sekitar lokasi kejadian. Salah satu pelaku, Algi, langsung memukul bagian kepala korban, dan terjadilah pengeroyokan dua korban yang berinisial NR dan FR dari PN.

Dari hasil keterangan Ketua PSHT Ranting Mayang Akhmad Husen, dirinya mengaku tidak tahu-menahu soal kejadian tersebut. Namun, dinilainya peristiwa tersebut murni inisiatif para pelaku. “Saya mendukung Polres Jember untuk melanjutkan kasus tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku. Selama ini PSHT tidak pernah ada permasalahan,” paparnya, melalui keterangan tertulis yang diterima Jawa Pos Radar Jember, Minggu (26/12).

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seperti tidak adanya jeranya, lagi-lagi anggota perguruan silat membuat keributan. Bahkan menjurus aksi kriminal. Mereka kembali mengeroyok anggota perguruan silat lain hanya gara-gara atribut. Bahkan kali ini, mereka tak memandang siapa sasarannya. Jika sebelumnya korbannya para laki-laki, sekarang perempuan pun jadi sasaran amukan.

Lima pesilat muda yang disangka melakukan pengeroyokan terhadap seorang remaja putri berusia 18 tahun tersebut sudah dibekuk. Mereka diringkus oleh Tim Resmob Timur Polres Jember. Dari lima orang, polisi menangkap dua pelaku. Masing-masing bernama Gusti Rifna, 18, warga Dusun Krajan Mayang, dan Algi, 18, warga Tegalrejo, Kecamatan Mayang.

Sementara, tiga pelaku lainnya, masing-masing berinisial VN, RM, dan YS, saat ini masih dalam daftar pencarian orang atau DPO. Polisi sudah mengantongi identitas pelaku yang diduga terlibat dalam penganiayaan tersebut. Sedangkan untuk pelaku Gusti dan Algi sudah diamankan di Polres Jember beserta barang bukti berupa dua buah handphone.

Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, kasus itu bermula ketika Gusti yang mendatangi rumah Algi, sekitar pukul 19.30 WIB, sehari sebelum mereka ditangkap. Di situ kemudian terjadi perbincangan antara kelima pelaku yang diketahui pesilat muda dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). “Tadi malam (kemarin, Red) telah terjadi pengambilan atribut PSHT sama anak Pagar Nusa di jembatan Sungai Tegalgusi,” kata Algi saat memberikan keterangan kepada polisi.

Dari perbincangan itu, kemudian kelima orang tersebut berangkat mencari anggota Pagar Nusa (PN). Selanjutnya, pesilat muda PSHT tersebut berpapasan dengan anggota PN yang sedang menunggu rekannya di pinggir jalan sekitar lokasi kejadian. Salah satu pelaku, Algi, langsung memukul bagian kepala korban, dan terjadilah pengeroyokan dua korban yang berinisial NR dan FR dari PN.

Dari hasil keterangan Ketua PSHT Ranting Mayang Akhmad Husen, dirinya mengaku tidak tahu-menahu soal kejadian tersebut. Namun, dinilainya peristiwa tersebut murni inisiatif para pelaku. “Saya mendukung Polres Jember untuk melanjutkan kasus tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku. Selama ini PSHT tidak pernah ada permasalahan,” paparnya, melalui keterangan tertulis yang diterima Jawa Pos Radar Jember, Minggu (26/12).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/