alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Aroma Korupsi RSD Balung Jember Mulai Terendus

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aroma dugaan korupsi di Rumah Sakit Daerah (RSD) Balung Jember mulai terendus oleh kepolisian. Rumah sakit milik Pemkab Jember ini masuk penyelidikan polisi setelah adanya sejumlah temuan dan aduan masyarakat terkait dugaan penggunaan anggaran penanganan Covid-19.

Dikabarkan, polisi telah memanggil dan memeriksa empat saksi dari unsur pejabat di lingkungan RSD Balung Jember. “Ada empat saksi yang kami ambil keterangan. Untuk pendalaman juga masih kami lakukan,” beber AKP Komang Yogi Arya Wiguna, Kasat Reskrim Polres Jember, saat dikonfirmasi, kemarin (27/12).

Dugaan kasus korupsi itu, menurut dia, berkaitan dengan penggunaan atau alokasi anggaran penanganan Covid-19. Namun, kata Komang, hal itu masih dugaan awal dan masih memerlukan pendalaman. Pihaknya juga tidak menyebutkan siapa saja saksi yang telah dipanggil dan masih membutuhkan sejumlah keterangan dari saksi lain. “Beberapa pekan ini akan kami lakukan pemeriksaan saksi-saksi lainnya,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menambahkan, dugaan korupsi itu berangkat dari temuan kepolisian dan beberapa aduan masyarakat. Kendati begitu, Komang belum menguraikan lebih jauh terkait temuannya itu, karena masih tahap pendalaman. “Nanti perkembangannya kami informasikan,” jelasnya.

Terpisah, Direktur RSD Balung Jember dr Andre Kusuma melalui kuasa hukumnya, Purcahyono Juliatmoko, membantah kabar tak sedap tersebut. Dia menepis semua informasi yang mengarah pada adanya dugaan rasuah di lingkungan RSD Balung Jember, sebagaimana yang terendus oleh kepolisian, belum lama ini. “Yang jelas, tidak ada itu kasus korupsi di RSD Balung Jember,” belanya, kemarin.

Advokat yang akrab dengan sapaan Moko ini berdalih, selama ini birokrasi di RSD Balung Jember sudah berjalan dinamis dan sehat. Termasuk soal adanya dugaan pungutan luar (pungli) terhadap penanganan Covid-19 di RSD Balung Jember.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aroma dugaan korupsi di Rumah Sakit Daerah (RSD) Balung Jember mulai terendus oleh kepolisian. Rumah sakit milik Pemkab Jember ini masuk penyelidikan polisi setelah adanya sejumlah temuan dan aduan masyarakat terkait dugaan penggunaan anggaran penanganan Covid-19.

Dikabarkan, polisi telah memanggil dan memeriksa empat saksi dari unsur pejabat di lingkungan RSD Balung Jember. “Ada empat saksi yang kami ambil keterangan. Untuk pendalaman juga masih kami lakukan,” beber AKP Komang Yogi Arya Wiguna, Kasat Reskrim Polres Jember, saat dikonfirmasi, kemarin (27/12).

Dugaan kasus korupsi itu, menurut dia, berkaitan dengan penggunaan atau alokasi anggaran penanganan Covid-19. Namun, kata Komang, hal itu masih dugaan awal dan masih memerlukan pendalaman. Pihaknya juga tidak menyebutkan siapa saja saksi yang telah dipanggil dan masih membutuhkan sejumlah keterangan dari saksi lain. “Beberapa pekan ini akan kami lakukan pemeriksaan saksi-saksi lainnya,” ujarnya.

Dia menambahkan, dugaan korupsi itu berangkat dari temuan kepolisian dan beberapa aduan masyarakat. Kendati begitu, Komang belum menguraikan lebih jauh terkait temuannya itu, karena masih tahap pendalaman. “Nanti perkembangannya kami informasikan,” jelasnya.

Terpisah, Direktur RSD Balung Jember dr Andre Kusuma melalui kuasa hukumnya, Purcahyono Juliatmoko, membantah kabar tak sedap tersebut. Dia menepis semua informasi yang mengarah pada adanya dugaan rasuah di lingkungan RSD Balung Jember, sebagaimana yang terendus oleh kepolisian, belum lama ini. “Yang jelas, tidak ada itu kasus korupsi di RSD Balung Jember,” belanya, kemarin.

Advokat yang akrab dengan sapaan Moko ini berdalih, selama ini birokrasi di RSD Balung Jember sudah berjalan dinamis dan sehat. Termasuk soal adanya dugaan pungutan luar (pungli) terhadap penanganan Covid-19 di RSD Balung Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aroma dugaan korupsi di Rumah Sakit Daerah (RSD) Balung Jember mulai terendus oleh kepolisian. Rumah sakit milik Pemkab Jember ini masuk penyelidikan polisi setelah adanya sejumlah temuan dan aduan masyarakat terkait dugaan penggunaan anggaran penanganan Covid-19.

Dikabarkan, polisi telah memanggil dan memeriksa empat saksi dari unsur pejabat di lingkungan RSD Balung Jember. “Ada empat saksi yang kami ambil keterangan. Untuk pendalaman juga masih kami lakukan,” beber AKP Komang Yogi Arya Wiguna, Kasat Reskrim Polres Jember, saat dikonfirmasi, kemarin (27/12).

Dugaan kasus korupsi itu, menurut dia, berkaitan dengan penggunaan atau alokasi anggaran penanganan Covid-19. Namun, kata Komang, hal itu masih dugaan awal dan masih memerlukan pendalaman. Pihaknya juga tidak menyebutkan siapa saja saksi yang telah dipanggil dan masih membutuhkan sejumlah keterangan dari saksi lain. “Beberapa pekan ini akan kami lakukan pemeriksaan saksi-saksi lainnya,” ujarnya.

Dia menambahkan, dugaan korupsi itu berangkat dari temuan kepolisian dan beberapa aduan masyarakat. Kendati begitu, Komang belum menguraikan lebih jauh terkait temuannya itu, karena masih tahap pendalaman. “Nanti perkembangannya kami informasikan,” jelasnya.

Terpisah, Direktur RSD Balung Jember dr Andre Kusuma melalui kuasa hukumnya, Purcahyono Juliatmoko, membantah kabar tak sedap tersebut. Dia menepis semua informasi yang mengarah pada adanya dugaan rasuah di lingkungan RSD Balung Jember, sebagaimana yang terendus oleh kepolisian, belum lama ini. “Yang jelas, tidak ada itu kasus korupsi di RSD Balung Jember,” belanya, kemarin.

Advokat yang akrab dengan sapaan Moko ini berdalih, selama ini birokrasi di RSD Balung Jember sudah berjalan dinamis dan sehat. Termasuk soal adanya dugaan pungutan luar (pungli) terhadap penanganan Covid-19 di RSD Balung Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/