alexametrics
24.1 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Anak-Anak Jadi Kalangan Rentan

Klaster Keluarga Masih Membayangi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Libur tahun baru tetap membawa dampak keramaian di sejumlah tempat umum. Khususnya yang masih dibuka dan ramai dikunjungi. Walaupun tempat-tempat hiburan tersebut telah menetapkan protokol kesehatan yang ketat, namun tetap saja memiliki potensi besar dalam penyebaran Covid-19.

Dokter spesialis paru RSD dr Soebandi, dr Angga Mardro Raharjo SpP, mengungkapkan bahwa saat ini penyebaran Covid-19 yang paling banyak terjadi pada klaster keluarga. Menurutnya, setelah klaster kantor, penyebaran Covid-19 menyebar ke klaster keluarga. “Sebabnya adalah virus dari klaster kantor inilah yang menyebar di rumah,” ungkap dr Angga.

Pengetatan akses perjalanan di libur Natal maupun tahun baru, kata dia, tidak cukup berpengaruh. Sebab, ketentuan yang dipakai di sejumlah moda transportasi masih tidak cukup jika hanya melakukan tes dengan antigen. Sedangkan tes antigen tidak cukup bisa mendeteksi positif atau tidaknya seseorang dari virus Covid-19.

Mobile_AP_Rectangle 2

Melihat kondisi itu, satu-satunya alternatif yang dapat ditempuh adalah memperketat diri untuk patuh pada protap Covid-19. Masyarakat dituntut untuk mematuhi protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Termasuk ketika beraktivitas di sekitar rumah. Protokol kesehatan yang dimaksud yakni disiplin menggunakan masker, rutin mencuci tangan, juga menjaga jarak fisik antarorang. “Paling penting, kalau udah pakai masker, satu kali langsung dibuang, jangan dipakai lagi,” ungkap dr Angga.

Jika terdapat klaster keluarga, anak yang paling beresiko untuk tertular Covid-19. Dokter Spesialis Anak dr Gebyar TB mengungkapkan bahwa penyerangan Covid-19 pada anak berawal ketika anak menunjukkan spektrum klinis. Sedangkan laboratoris yang diperlukan sedikit berbeda dibanding orang dewasa.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Libur tahun baru tetap membawa dampak keramaian di sejumlah tempat umum. Khususnya yang masih dibuka dan ramai dikunjungi. Walaupun tempat-tempat hiburan tersebut telah menetapkan protokol kesehatan yang ketat, namun tetap saja memiliki potensi besar dalam penyebaran Covid-19.

Dokter spesialis paru RSD dr Soebandi, dr Angga Mardro Raharjo SpP, mengungkapkan bahwa saat ini penyebaran Covid-19 yang paling banyak terjadi pada klaster keluarga. Menurutnya, setelah klaster kantor, penyebaran Covid-19 menyebar ke klaster keluarga. “Sebabnya adalah virus dari klaster kantor inilah yang menyebar di rumah,” ungkap dr Angga.

Pengetatan akses perjalanan di libur Natal maupun tahun baru, kata dia, tidak cukup berpengaruh. Sebab, ketentuan yang dipakai di sejumlah moda transportasi masih tidak cukup jika hanya melakukan tes dengan antigen. Sedangkan tes antigen tidak cukup bisa mendeteksi positif atau tidaknya seseorang dari virus Covid-19.

Melihat kondisi itu, satu-satunya alternatif yang dapat ditempuh adalah memperketat diri untuk patuh pada protap Covid-19. Masyarakat dituntut untuk mematuhi protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Termasuk ketika beraktivitas di sekitar rumah. Protokol kesehatan yang dimaksud yakni disiplin menggunakan masker, rutin mencuci tangan, juga menjaga jarak fisik antarorang. “Paling penting, kalau udah pakai masker, satu kali langsung dibuang, jangan dipakai lagi,” ungkap dr Angga.

Jika terdapat klaster keluarga, anak yang paling beresiko untuk tertular Covid-19. Dokter Spesialis Anak dr Gebyar TB mengungkapkan bahwa penyerangan Covid-19 pada anak berawal ketika anak menunjukkan spektrum klinis. Sedangkan laboratoris yang diperlukan sedikit berbeda dibanding orang dewasa.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Libur tahun baru tetap membawa dampak keramaian di sejumlah tempat umum. Khususnya yang masih dibuka dan ramai dikunjungi. Walaupun tempat-tempat hiburan tersebut telah menetapkan protokol kesehatan yang ketat, namun tetap saja memiliki potensi besar dalam penyebaran Covid-19.

Dokter spesialis paru RSD dr Soebandi, dr Angga Mardro Raharjo SpP, mengungkapkan bahwa saat ini penyebaran Covid-19 yang paling banyak terjadi pada klaster keluarga. Menurutnya, setelah klaster kantor, penyebaran Covid-19 menyebar ke klaster keluarga. “Sebabnya adalah virus dari klaster kantor inilah yang menyebar di rumah,” ungkap dr Angga.

Pengetatan akses perjalanan di libur Natal maupun tahun baru, kata dia, tidak cukup berpengaruh. Sebab, ketentuan yang dipakai di sejumlah moda transportasi masih tidak cukup jika hanya melakukan tes dengan antigen. Sedangkan tes antigen tidak cukup bisa mendeteksi positif atau tidaknya seseorang dari virus Covid-19.

Melihat kondisi itu, satu-satunya alternatif yang dapat ditempuh adalah memperketat diri untuk patuh pada protap Covid-19. Masyarakat dituntut untuk mematuhi protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Termasuk ketika beraktivitas di sekitar rumah. Protokol kesehatan yang dimaksud yakni disiplin menggunakan masker, rutin mencuci tangan, juga menjaga jarak fisik antarorang. “Paling penting, kalau udah pakai masker, satu kali langsung dibuang, jangan dipakai lagi,” ungkap dr Angga.

Jika terdapat klaster keluarga, anak yang paling beresiko untuk tertular Covid-19. Dokter Spesialis Anak dr Gebyar TB mengungkapkan bahwa penyerangan Covid-19 pada anak berawal ketika anak menunjukkan spektrum klinis. Sedangkan laboratoris yang diperlukan sedikit berbeda dibanding orang dewasa.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/