alexametrics
26 C
Jember
Wednesday, 26 January 2022

Makam Pribumi Djemilah Bernie yang Dicintai Kompeni

Sebuah makam terletak di pematang sawah di Desa Suger Lor, Kecamatan Maesan. Tidak jauh dari Polsek Maesan dan SPBU Maesan. Makam tersebut adalah makam Djemilah Bernie, warga pribumi yang dipersunting pengusaha tembakau dari Belanda di era kolonial Belanda waktu itu.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sosok George Bernie tak bisa dilepaskan dari sejarah Jember. Sepak terjang Bernie inilah yang ditengarai menjadikan Jember sebagai Kota Tembakau. Walau begitu, juga ada makam yang sama-sama memiliki nama belakang Bernie, yaitu Djemilah Bernie.

Makam Djemilah Bernie ini berada di jalur provinsi Jember-Bondowoso, atau tepatnya di Desa Suger Lor, Kecamatan Maesan. Dekat SPBU Maesan dan Polsek Maesan. Untuk sampai ke lokasi, ternyata tidak semudah seperti referensi selama ini. Di antara Polsek Maesan dengan SPBU Maesan juga tidak tampak sebuah makam di sana. Ya, untuk mengetahui di mana makam Djemilah Bernie ini harus bertanya ke warga sekitar. Sebab, tidak ada penanda tulisan lokasi makam Djemilah Bernie tersebut.

Makam tersebut berada di tengah-tengah pematang sawah. Berjalan kaki dari tepi jalan raya menuju makam tidak sampai lima menit. Ketika kaki menapak, ada sebuah batu fondasi yang menjadi pembatas makam. Kompleks makam tersebut juga dipenuhi rumput liar dan semak belukar.

Mobile_AP_Rectangle 2

Walau begitu, gaya Eropa tampak kental pada makam tersebut. Hal itu tampak pada batu nisan yang besar dan tinggi, serta di kompleks makam ditumbuhi rimbunan pohon kamboja. Sementara, pada batu nisan itu tertulis kata-kata berbahasa Belanda, Hier Rust Djemilah Birnie, Geb: 30 Juni 1845. Overl: 14 April 1906. Bila diartikan berbunyi, “Di Sini Beristirahat Djemilah Bernie, Lahir 30 Juni 1845, Wafat 14 April 1906”.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sosok George Bernie tak bisa dilepaskan dari sejarah Jember. Sepak terjang Bernie inilah yang ditengarai menjadikan Jember sebagai Kota Tembakau. Walau begitu, juga ada makam yang sama-sama memiliki nama belakang Bernie, yaitu Djemilah Bernie.

Makam Djemilah Bernie ini berada di jalur provinsi Jember-Bondowoso, atau tepatnya di Desa Suger Lor, Kecamatan Maesan. Dekat SPBU Maesan dan Polsek Maesan. Untuk sampai ke lokasi, ternyata tidak semudah seperti referensi selama ini. Di antara Polsek Maesan dengan SPBU Maesan juga tidak tampak sebuah makam di sana. Ya, untuk mengetahui di mana makam Djemilah Bernie ini harus bertanya ke warga sekitar. Sebab, tidak ada penanda tulisan lokasi makam Djemilah Bernie tersebut.

Makam tersebut berada di tengah-tengah pematang sawah. Berjalan kaki dari tepi jalan raya menuju makam tidak sampai lima menit. Ketika kaki menapak, ada sebuah batu fondasi yang menjadi pembatas makam. Kompleks makam tersebut juga dipenuhi rumput liar dan semak belukar.

Walau begitu, gaya Eropa tampak kental pada makam tersebut. Hal itu tampak pada batu nisan yang besar dan tinggi, serta di kompleks makam ditumbuhi rimbunan pohon kamboja. Sementara, pada batu nisan itu tertulis kata-kata berbahasa Belanda, Hier Rust Djemilah Birnie, Geb: 30 Juni 1845. Overl: 14 April 1906. Bila diartikan berbunyi, “Di Sini Beristirahat Djemilah Bernie, Lahir 30 Juni 1845, Wafat 14 April 1906”.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sosok George Bernie tak bisa dilepaskan dari sejarah Jember. Sepak terjang Bernie inilah yang ditengarai menjadikan Jember sebagai Kota Tembakau. Walau begitu, juga ada makam yang sama-sama memiliki nama belakang Bernie, yaitu Djemilah Bernie.

Makam Djemilah Bernie ini berada di jalur provinsi Jember-Bondowoso, atau tepatnya di Desa Suger Lor, Kecamatan Maesan. Dekat SPBU Maesan dan Polsek Maesan. Untuk sampai ke lokasi, ternyata tidak semudah seperti referensi selama ini. Di antara Polsek Maesan dengan SPBU Maesan juga tidak tampak sebuah makam di sana. Ya, untuk mengetahui di mana makam Djemilah Bernie ini harus bertanya ke warga sekitar. Sebab, tidak ada penanda tulisan lokasi makam Djemilah Bernie tersebut.

Makam tersebut berada di tengah-tengah pematang sawah. Berjalan kaki dari tepi jalan raya menuju makam tidak sampai lima menit. Ketika kaki menapak, ada sebuah batu fondasi yang menjadi pembatas makam. Kompleks makam tersebut juga dipenuhi rumput liar dan semak belukar.

Walau begitu, gaya Eropa tampak kental pada makam tersebut. Hal itu tampak pada batu nisan yang besar dan tinggi, serta di kompleks makam ditumbuhi rimbunan pohon kamboja. Sementara, pada batu nisan itu tertulis kata-kata berbahasa Belanda, Hier Rust Djemilah Birnie, Geb: 30 Juni 1845. Overl: 14 April 1906. Bila diartikan berbunyi, “Di Sini Beristirahat Djemilah Bernie, Lahir 30 Juni 1845, Wafat 14 April 1906”.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca